Loading...

Sekolah Lapang Kelompok Tani Dunggadung

Sekolah Lapang Kelompok Tani Dunggadung
Pelaksanaan sekolah lapang pada tanggal 27 Juli, 10 Agustus dan 28 Agustus 2017 di kelompok tani Dunggadung Desa Jatra Timur Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang dalam rangka Kegiatan Sekolah Lapang Komoditas Pangan Strategis Nasional Padi. Dari hasil pelaksanaan sekolah lapang yang di ikuti oleh 20 petani yang di dampingi oleh Penyuluh Pertanian setempat Wiwik Hayeweyah SP, Mantri Tani, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian beserta Kepala UPT BPP Kecamatan Banyuates. Menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat di jadikan sebagai bahan acuan dalam usaha meningkatkan hasil dan produktivitas pertanian khususnya komoditas padi Pengolahan lahan merupakan perlakuan atau cara mengolah tanah untuk persiapan tanam. Cara mengolah tanah dengan menggunakan alat mesin traktor supaya lebih efektif dan efisien. Sebelum lahan disiapkan, tentukan benih yang akan ditanam. Benih padi yang digunakan Varietas CIHERANG jenis SS. Setelah benih di tentukan dilakukan pemilahan benih dengan larutan garam untuk mengetahui benih yang sehat dan bagus. Penyiapan lahan tanam dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan lahan tanam benih langsung (tabela) dan pengolahan lahan tanam pindah (tapin). Pengolahan lahan tabela biasa dilakukan Cuma 1 sampai 2 kali tanpa ada persemaian dan perendaman benih. Sedangkan pengolahan lahan tapin biasa dilakukan 2 sampai 3 kali yaitu waktu membuat persemaian dan waktu mau tanam. Cara Tabela dianjurkan pada lahan kering dan cara tapin dianjurkan pada lahan sawah. Pemupukan padi yang diterapkan pemupukan yang berimbang, artinya mencukupi hara tanaman baik mikro maupun makro. Permasalahannya kalau kelebihan atau kekurangan pupuk akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan padi serta mudah terserang hama dan penyakit. Dosis aplikasi pemupukan padi berimbang, adalah:Pupuk Dasar; SP36 50 Kg; Phonska 150 Kg; Za 50 Kg; Petroganik 500 KgPupuk Susulan I; Urea 100 KgPupuk Susulan II; Phonska 150 Kg; Za 50 Kg. Hama merupakan OPT yang tampak dan jelas serangannya, sedangkan Penyakit merupakan OPT yang tidak tampak serangannya.. Jenis hama utama padi adalah Penggerek batang, tungau, ulat graya, hama putih palsu, wereng coklat, wereng hijau dan tikus. Jenis penyakit utama padi adalah blast, asem-aseman, kresek dan potong leher. Pengendalian Hama/Penyakit secara agensia hayati menggunakan Metharisium untuk ulat dan tungau, PF atau coryne untuk blast dan potong leher, PGPR dan PF untuk kresek dan asem-aseman. Pengendalian Hama/Penyakit secara kimia menggunakan Regent untuk ulat, penggerek batang, hama putih palsu, wereng dan tungau, Nordox untuk blast, kresek, potong leher dan asem-aseman. (Admin; Arief Hidayatullah, A.Md)