Pelaksanaan sekolah lapang pada tanggal 24 Juli, 09 Agustus dan 30 Agustus 2017 di kelompok tani Karya Abadi Desa Trapang Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang dalam rangka Kegiatan Sekolah Lapang Komoditas Pangan Strategis Nasional Padi. Dari hasil pelaksanaan sekolah lapang yang di ikuti oleh 20 petani yang di dampingi oleh Penyuluh Pertanian setempat Hidayatur Rahman A.Md, Mantri Tani, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian beserta Kepala UPT BPP Kecamatan Banyuates. Menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat di jadikan sebagai bahan acuan dalam usaha meningkatkan hasil dan produktivitas pertanian khususnya komoditas padi Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan cara menggunakan cangkul, bajak sapi dan mesin traktor. Persiapan lahan untuk persemaian dengan cara dicangkul sedangkan persiapan lahan untuk tanam dengan cara mengolah tanah dengan menggunakan alat mesin traktor. Sebelum lahan disiapkan, tentukan benih yang akan ditanam. Benih padi yang digunakan Varietas CIHERANG jenis SS. Setelah benih di tentukan dilakukan pemilahan benih dengan larutan garam untuk mengetahui benih yang sehat dan bagus. Penyiapan lahan tanam dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan lahan tanam benih langsung (tabela) dan pengolahan lahan tanam pindah (tapin). Pengolahan lahan tabela biasa dilakukan Cuma 1 sampai 2 kali tanpa ada persemaian dan perendaman benih. Sedangkan pengolahan lahan tapin biasa dilakukan 2 sampai 3 kali yaitu waktu membuat persemaian dan waktu mau tanam. Cara Tabela dianjurkan pada lahan kering dan cara tapin dianjurkan pada lahan sawah. Pemupukan padi yang diterapkan pemupukan yang berimbang. Jenis dan waktu pemupukan sebagai berikut:1. Organik merupakan pupuk hayati yang berfungsi memperbaiki struktur tanah dan menyediakan hara. Pupuk ini diaplikasikan pada 0 -7 hari setelah tanam.2. Urea merupakan pupuk Nitrogen yang berfungsi pertumbuhan daun. Pemakaian urea jangan berlebihan karena kondisi tanah bisa masam dan mudah terserang penyakit kresek yang di sebabkan bakteri. Sehingga penggunaan Urea harus dikurangi. Aplikasi dilakukan pada umur 14-30 hari setelah tanam.3. Phonska merupakan pupuk majemuk yang berfungsi pertumbuhan akar, daun, batang dan bunga/buah. Aplikasi dilakukan pada umur 0-7 HST dan 35-45 HST.4. SP36 merupakan pupuk Phospat yang berfungsi pertumbuhan akar dan batang. Aplikasi ini dilakuan pada umur 0-7 HST.5. ZA merupakan pupuk Amonium Sulfat yang berfungsi menigkatkan hasil dan ketahanan tanaman. Aplikasi dilakukan pada umur 0-7 HST supaya mencegah penyakit kresek dan pada umur 35-45 HST supaya mencegah perkembangan daun dan membawa ke gabah agar bernas. Pengendalian Hama dan Penyakit merupakan perlakuan untuk mencegah dan memberantas hama dan penyakit tanaman padi. Cara pengendalian bisa dilakukan secara mekanis, fisika, biologi/ agens Hayati dan kimia. Syarat pengendalian harus tepat cara, jenis, dosis, waktu dan sasaran. Yang perlu diperhatikan adalah pengendalian secara kimia karena merupakan cara alternatif terahir jika sudah diatas ambang ekonomi dengan melihat kondisi lingkungan. Hama merupakan OPT yang tampak dan jelas serangannya, sedangkan Penyakit merupakan OPT yang tidak tampak serangannya.. jenis hama utama padi adalah Penggerek batang, tungau, ulat graya, hama putih palsu, wereng coklat, wereng hijau dan tikus. Jenis penyakit utama padi adalah blast, asem-aseman, kresek dan potong leher. Pengendalian Hama/Penyakit secara agensia hayati menggunakan Metharisium untuk ulat dan tungau, PF atau coryne untuk blast dan potong leher, PGPR dan PF untuk kresek dan asem-aseman. Pengendalian Hama/Penyakit secara kimia menggunakan Regent untuk ulat, penggerek batang, hama putih palsu, wereng dan tungau, Nordox untuk blast, kresek, potong leher dan asem-aseman. (Admin; Arief Hidayatullah, A.Md)