Pelaksanaan sekolah lapang pada tanggal 24 Juli, 07 Agustus dan 21 Agustus 2017 di kelompok tani Melati Desa Bunten Barat Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang dalam rangka Kegiatan Sekolah Lapang Komoditas Pangan Strategis Nasional Jagung. Dari hasil pelaksanaan sekolah lapang yang di ikuti oleh 20 petani yang di dampingi oleh Penyuluh Pertanian setempat Sri Dhamayanti STP, Mantri Tani, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian beserta Kepala UPT BPP Kecamatan Ketapang. Menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat di jadikan sebagai bahan acuan dalam usaha meningkatkan hasil dan produktivitas pertanian khususnya komoditas jagung. Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan cara menggunakan cangkul, bajak sapi dan mesin traktor. Persiapan lahan untuk tanaman jagung biasanya ditanami pada lahan sawah dan lahan kering Sebelum lahan disiapkan, tentukan benih yang akan ditanam. Benih Jagung yang digunakan Varietas KOMPOSIT jenis SS, kalau memungkinkan diupayakan dengan menanam memakai vareitas hidrida. Lahan sawah biasa ditanam pada akhir musim hujan ( Awal pada musim kemarau ). Cara pengolahan lahan ada 2 cara :1. Pengolahan lahan tanpa olah tanah ( OTT )2. Pengolahan Sempurna Cara pengolahan lahan tanpa olah tanah :1. Pembersihan lahan dengan menggunakan herbisida2. Perataan tanah dan siap untuk ditanam Cara pengolahan lahan dengan sempurna :1. Pembersihan lahan dengan menggunakan herbisida2. perataan tanah dengan menggunakan traktor3. Pembuatan guludan / bedengan dengan jarak 1 m, jarak antar guludan 40 cm Pemupukan Jagung yang diterapkan 3 kali, yaitu ;- Pemupukan dasar ( 0 – 7 HST )- Pemupukan susunan pertama ( 15 HST )- Pemupukan susunan kedua ( 30 HST ) Dosis aplikasi pemupukan jagung berimbang, adalah:Pupuk Dasar; SP36 100 Kg; Phonska 300 Kg; Za 50 Kg; Petroganik 500 KgPupuk Susulan I; Urea 100 KgPupuk Susulan II; Phonska 100 Kg; Za 50 Kg Waktu pemupukan jagung harus dioptimalkan pada awal atau setelah tanam, karena tanaman jagung sama seperti merawat bayi yang perlu banyak nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan jagung. Cara pemupukan jagung dengan cara ditugal dan ditutupin kembali dengan tanah supaya tidak hilang oleh angin dan dibawa air. Pemupukan dasar ditugal dengan jarak 5 cmSusunan I ditugal dengan jarak 10 cmSusunan II ditugal dengan jarak 15 cm Pengendalian Hama dan Penyakit merupakan perlakuan untuk mencegah dan memberantas hama dan penyakit tanaman Jagung. Cara pengendalian bisa dilakukan secara mekanis, fisika, biologi/ agens Hayati dan kimia. Syarat pengendalian harus tepat cara, jenis, dosis, waktu dan sasaran. Yang perlu diperhatikan adalah pengendalian secara kimia karena merupakan cara alternatif terahir jika sudah diatas ambang ekonomi dengan melihat kondisi lingkungan. Hama merupakan OPT yang tampak dan jelas serangannya, sedangkan Penyakit merupakan OPT yang tidak tampak serangannya.. jenis hama utama Jagung adalah Bulai, Ulat, Belalang,Lalat Bibit,Ulat tanah,Ulat Grayak dan Tikus. Pengendalian Hama/Penyakit secara agensia hayati menggunakan Metharisium untuk ulat, PF atau coryne untuk bulai, PGPR dan PF untuk kresek dan asem-aseman. Pengendalian Hama/Penyakit secara kimia menggunakan Regent untuk ulat, penggerek batang, Nordox untuk blast, kresek, potong leher dan asem-aseman. (Admin; Bambang Ismanto).