Loading...

Sekolah Lapang Kelompok Tani Rukun Tani

Sekolah Lapang Kelompok Tani Rukun Tani
Pelaksanaan sekolah lapang pada tanggal 26 Juli, 11 Agustus dan 30 Agustus 2017 di kelompok tani Rukun Tani Desa Planggaran Timur Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang dalam rangka Kegiatan Sekolah Lapang Komoditas Pangan Strategis Nasional Padi. Dari hasil pelaksanaan sekolah lapang yang di ikuti oleh 20 petani yang di dampingi oleh Penyuluh Pertanian setempat Arief Hidayatullah, A.Md, Mantri Tani, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian beserta Kepala UPT BPP Kecamatan Banyuates. Menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat di jadikan sebagai bahan acuan dalam usaha meningkatkan hasil dan produktivitas pertanian khususnya komoditas padi Pengolahan lahan merupakan perlakuan atau cara mengolah tanah untuk persiapan tanam. Cara mengolah tanah dengan menggunakan alat mesin traktor supaya lebih efektif dan efisien. Sebelum lahan disiapkan, tentukan benih yang akan ditanam. Benih padi yang digunakan Varietas CIHERANG jenis SS. Setelah benih di tentukan dilakukan pemilahan benih dengan larutan garam untuk mengetahui benih yang sehat dan bagus. Penyiapan lahan tanam dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan lahan tanam benih langsung (tabela) dan pengolahan lahan tanam pindah (tapin). Pengolahan lahan tabela biasa dilakukan Cuma 1 sampai 2 kali tanpa ada persemaian dan perendaman benih. Sedangkan pengolahan lahan tapin biasa dilakukan 2 sampai 3 kali yaitu waktu membuat persemaian dan waktu mau tanam. Cara Tabela dianjurkan pada lahan kering dan cara tapin dianjurkan pada lahan sawah. Pemupukan padi yang diterapkan pemupukan yang berimbang, artinya mencukupi hara tanaman baik mikro maupun makro. Permasalahannya kalau kelebihan atau kekurangan pupuk akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan padi serta mudah terserang hama dan penyakit. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan anorganik. Jenis dan fungsi pupuk yang dilakukan sebagai berikut:1. Organik merupakan pupuk hayati yang berfungsi memperbaiki struktur tanah dan menyediakan hara. Pupuk ini pemakaiannya tidak dibatasi, artinya semakin banyak jumlahnx semakin baik.2. Urea merupakan pupuk Nitrogen yang berfungsi pertumbuhan daun. Pemakaian urea jangan berlebihan karena kondisi tanah bisa masam dan mudah terserang penyakit kresek yang di sebabkan bakteri. Sehingga penggunaan Urea harus dikurangi. Aplikasi dilakukan di susulan pertama.3. Phonska merupakan pupuk majemuk yang berfungsi pertumbuhan akar, daun, batang dan bunga/buah. Aplikasi dilakukan di dasar dan susulan ke 2.4. SP36 merupakan pupuk Phospat yang berfungsi pertumbuhan akar dan batang. Aplikasi ini dilakuan di pemupukan dasar.5. ZA merupakan pupuk Amonium Sulfat yang berfungsi menigkatkan hasil dan ketahanan tanaman. Aplikasi dilakukan di dasar supaya mencegah penyakit kresek dan dilakukan disusulane ke 2 supaya mencegah perkembangan daun dan membawa ke gabah agar bernas. Waktu pemupukan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu dasa (0-5 HST), Susulan ke 1 (17-25 HST) dan Susulan ke 2 (30-45 HST) Pengendalian Hama dan Penyakit merupakan perlakuan untuk mencegah dan memberantas hama dan penyakit tanaman padi. Cara pengendalian bisa dilakukan secara mekanis, fisika, biologi/ agens Hayati dan kimia. Syarat pengendalian harus tepat cara, jenis, dosis, waktu dan sasaran. Yang perlu diperhatikan adalah pengendalian secara kimia karena merupakan cara alternatif terahir jika sudah diatas ambang ekonomi dengan melihat kondisi lingkungan. Hama merupakan OPT yang tampak dan jelas serangannya, sedangkan Penyakit merupakan OPT yang tidak tampak serangannya.. jenis hama utama padi adalah Penggerek batang, tungau, ulat graya, hama putih palsu, wereng coklat, wereng hijau dan tikus. Jenis penyakit utama padi adalah blast, asem-aseman, kresek dan potong leher. Pengendalian Hama/Penyakit secara agensia hayati menggunakan Metharisium untuk ulat dan tungau, PF atau coryne untuk blast dan potong leher, PGPR dan PF untuk kresek dan asem-aseman. Pengendalian Hama/Penyakit secara kimia menggunakan Regent untuk ulat, penggerek batang, hama putih palsu, wereng dan tungau, Nordox untuk blast, kresek, potong leher dan asem-aseman. (Admin; Arief Hidayatullah, A.Md)