Pelaksanaan sekolah lapang pada tanggal 03 Agustus, 15 Agustus dan 30 Agustus 2017 di kelompok tani Tani Makmur Desa Bunten Timur Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang dalam rangka Kegiatan Sekolah Lapang Komoditas Pangan Strategis Nasional Jagung. Dari hasil pelaksanaan sekolah lapang yang di ikuti oleh 20 petani yang di dampingi oleh Penyuluh Pertanian setempat Budi Hariyanto, Mantri Tani, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian beserta Kepala UPT BPP Kecamatan Ketapang. Menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat di jadikan sebagai bahan acuan dalam usaha meningkatkan hasil dan produktivitas pertanian khususnya komoditas Jagung. Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan cara menggunakan cangkul, bajak sapi dan mesin traktor. Persiapan lahan untuk tanaman jagung biasanya ditanami pada lahan sawah dan lahan kering Sebelum lahan disiapkan, tentukan benih yang akan ditanam. Benih Jagung yang digunakan Varietas KOMPOSIT jenis SS, kalau memungkinkan diupayakan dengan menanam memakai vareitas hidrida. Lahan sawah biasa ditanam pada akhir musim hujan ( Awal pada musim kemarau ). Cara pengolahan lahan ada 2 cara :1. Pengolahan lahan tanpa olah tanah ( OTT )2. Pengolahan Sempurna Pemupukan jagung yang diterapkan pemupukan yang berimbang. Jenis dan waktu pemupukan sebagai berikut:1. Organik merupakan pupuk hayati yang berfungsi memperbaiki struktur tanah dan menyediakan hara. Pupuk ini diaplikasikan pada 0 -7 hari setelah tanam.2. Urea merupakan pupuk Nitrogen yang berfungsi pertumbuhan daun. Pemakaian urea jangan berlebihan karena kondisi tanah bisa masam dan mudah terserang penyakit kresek yang di sebabkan bakteri. Sehingga penggunaan Urea harus dikurangi. Aplikasi dilakukan pada umur 15-30 hari setelah tanam.3. Phonska merupakan pupuk majemuk yang berfungsi pertumbuhan akar, daun, batang dan bunga/buah. Aplikasi dilakukan pada umur 0-7 HST dan 15-30 HST.4. SP36 merupakan pupuk Phospat yang berfungsi pertumbuhan akar dan batang. Aplikasi ini dilakuan pada umur 0-7 HST.5. ZA merupakan pupuk Amonium Sulfat yang berfungsi menigkatkan hasil dan ketahanan tanaman. Aplikasi dilakukan pada umur 0-7 HST supaya mencegah penyakit kresek dan pada umur 15-30 HST . Pengendalian Hama dan Penyakit merupakan perlakuan untuk mencegah dan memberantas hama dan penyakit tanaman JAGUNG. Cara pengendalian bisa dilakukan secara mekanis, fisika, biologi/ agens Hayati dan kimia. Syarat pengendalian harus tepat cara, jenis, dosis, waktu dan sasaran. Yang perlu diperhatikan adalah pengendalian secara kimia karena merupakan cara alternatif terahir jika sudah diatas ambang ekonomi dengan melihat kondisi lingkungan. Hama merupakan OPT yang tampak dan jelas serangannya, sedangkan Penyakit merupakan OPT yang tidak tampak serangannya.. jenis hama utama JAGUNG adalah Penggerek batang, tungau, ulat graya, hama putih palsu, wereng coklat, wereng hijau dan tikus. Jenis penyakit utama JAGUNG adalah blast, asem-aseman, kresek dan potong leher. Pengendalian Hama/Penyakit secara agensia hayati menggunakan Metharisium untuk ulat dan tungau, PF atau coryne untuk blast dan potong leher, PGPR dan PF untuk kresek dan asem-aseman. Pengendalian Hama/Penyakit secara kimia menggunakan Regent untuk ulat, penggerek batang, hama putih palsu, wereng dan tungau, Nordox untuk blast, kresek, potong leher dan asem-aseman. (Admin; Bambang Ismanto).