Loading...

SEKOLAH LAPANG KELOMPOKTANI " TANI TERANG"-KEC.PASREPAN-KAB. PASURUAN

SEKOLAH LAPANG KELOMPOKTANI " TANI TERANG"-KEC.PASREPAN-KAB. PASURUAN
Kegiatan SL Komoditas Pangan Strategis Nasional adalah penggabungan beberapa metode penyuluhan, diantaranya yaitu kursus tani, rembug tani, dan demontrasi farming (demfarm). Metode SL memperlihatkan secara nyata, baik cara maupun hasil dari penerapan suatu inovasi teknologi yang telah teruji dan menguntungkan bagi petani. Pelaksanaan Program SL Komoditas Pangan Strategis Nasional menggunakan sarana kelompoktani yang sudah terbentuk dan masih aktif. Kelompoktani yang dimaksud adalah kelompoktani yang dibentuk berdasarkan domisili dan hamparan.Kegiatan SL Komoditas Pangan Strategis Nasional dilaksanakan di desa jogorepuh, Kecamatan Pasrepan dengan melibatkan 3 kelompok tani : Tani Terang, arum Tani, Rukun Tani. Lahan yang digunakan untuk demonstrasi farming (Demfarm) milik ketua kelompok tani Tani Terang. Pelaksanaan dalam kegiatan SL Komoditas Pangan Strategis Nasional diawali dengan Rembug tani pada tanggal 31 juli 2017 dengan menyusun jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya, adapun jadwal yang telah disepakati bersama dari hasil rembug tani yaitu :? Pertemuan I, Senin, Tgl 14 Agustus 2017 ? Pertemuan II, Senin, Tgl 04 September 2017? Pertemuan III, Senin, Tgl 18 September 2017? Pertemuan III, Senin, Tgl 02 Oktober 2017Pertemuan diadakan dirumah ketua kelompoktani "Tani Terang" Bpk.H. Khusaeri dengan Alamat Dusun Wuwung, Desa Jogorepuh, Kecamatan Pasrepan yang di ikuti oleh 20 peserta dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian, Mantri Pertanian, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian dan Dinas terkait, menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam usaha meningkatkan produksi hasil pertanian khususnya komoditas padi. Pertemuan kegiatan rembug dimulai pada pukul 10.00 sampai selesai.Tahap awal yang dilakukan dalam kegiatan untuk demfarm yaitu dengan persiapan penggunaan benih unggul yang bermutu "SERTANI 13" yang disesuaikan dengan spesifikasi kondisi lingkungan yang disesuaikan lalu mempersiapkan persemaian menggunakan plastik sebagai alas dalam persemaian. Benih padi bermutu tinggi sangat penting dalam suatu usahatani, karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan suatu budidaya. Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80 %. Bermutu yang bermutu tingi tersebut disiapkan dengan cara seleksi benih dan perlakuan benih (seed treatmen)Kemudian Periapan Lahan karena dengan pengolahan lahan yang sempurna berpengaruh juga pada produksi hasilnya karena tanah sebagai media tempat tanaman untuk mencari makanan, pengolahan tanah dimulai dari pembajakan I dan II, dilanjutkan dengan penggaruan dan diakhiri dengan perataan tanah. Setelah itu tanam dengan metode JAJAR LEGOWO, dalam pelaksanaan SL Komoditas Strategis Pangan Nasional tanam jajar legowo tipe 4:1. Pengertian jajar legowo 4 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 4 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam >2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 4 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong).Pemupukan Pada Tanaman PadiPemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang dan optimum dalam tanah untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian, efisiensi pemupukan, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan. Jenis hara tanah yang udah mencapai kadar optimum atau statu tinggi, tidak perlu ditambahkan lagi, kecuali sebagai pengganti hara yang terangkut sewaktu panen.Pemupukan disesuaikan dengan kondisi umur tanaman, dan fase pertumbuhan yang telah direkomendaikan oleh BPTP dalam pemberian pupuk untuk tanaman padi. Pengendalian Hama dan penyakit dilakukan dengan pendekatan pengelolaan hama terpadu (PHT), Antara lain penggunaan varietas tahan sintanur, pengelolaan tanam jajar legowo. Penggunaan pestisida didasarkan pada pemantauan dilapang agar dicapai efisiensi yang tinggi dan pencemaran lingkungan dapat diperkecil. Komponen pengendalian diterapkan sesuai dengan tahapan budidaya tanaman. Pemantauan dilahan untuk mengenal dan melihat gejala serangan hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. Untuk pencegahan dan pengendalian menggunakan fungisida, insektisida dan bakterisida dengan menggunakan azas 5 tepat, (tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis, tepat tempat, tepat sasaran).