Loading...

SEKOLAH LAPANG KELOMPOKTANI "AGUNG"DESA POHGEDANG-KEC.PASREPAN-KAB. PASURUAN

SEKOLAH LAPANG KELOMPOKTANI "AGUNG"DESA POHGEDANG-KEC.PASREPAN-KAB. PASURUAN
Guna mendukung terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani, diperlukan adanya suatu program aksi melalui(1) Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GP2T) melalui Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan Pertanian; dan (2) Gerakan Regenerasi Petani. Salah satu meningkatan Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian dengan pengembangan Sekolah Lapangan (SL) mendukung UPSUS, dan Gerakan Regenerasi Petani melalui Dem-Area di WKPP yang dibina oleh penyuluh pertanian. Kegiatan SL Komoditas Pangan Strategis Nasional adalah penggabungan beberapa metode penyuluhan, diantaranya yaitu kursus tani, rembug tani, dan demonstration Plot(demplot). Metode SL memperlihatkan secara nyata, baik cara maupun hasil dari penerapan suatu inovasi teknologi yang telah teruji dan menguntungkan bagi petani. Pelaksanaan Program SL Komoditas Pangan Strategis Nasional menggunakan sarana kelompoktani yang sudah terbentuk dan masih aktif. Kelompoktani yang dimaksud adalah kelompoktani yang dibentuk berdasarkan domisili dan hamparan.Kegiatan SL Komoditas Pangan Strategis Nasional dilaksanakan di desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan dengan melibatkan 4 kelompok tani : Agung, Arjuno, Argopuro, Semeru. Lahan yang digunakan untuk demonstration Plot(Demplot) milik anggota kelompok tani Agung Pelaksanaan dalam kegiatan SL Komoditas Pangan Strategis Nasional diawali dengan Rembug tani pada tanggal 28 Juli 2017 dengan menyusun jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya, adapun jadwal yang telah disepakati bersama dari hasil rembug tani yaitu tgl 30 Oktober 2017, tgl 14 dan 21 November2017 dan tgl 4 Desember 2017Pertemuan diadakan di Balaidesa Pohgedang dengan Alamat Dusun Krajan, Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan. Pertemuan kegiatan rembug dimulai pada pukul 09.00 sampai selesai.Tahap awal yang dilakukan dalam kegiatan demplot yaitu dengan persiapan penggunaan benih unggul yang bermutu "Ciherang" dengan perlakuan benih yaitu seleksi benih dengan air garam dan perendaman.Tahapan pengolahan tanah dgn mengairi sawah yang akan ditanami selama 1 minggu agar lunak, membersihkan dan pemopokan pematang, pembajakan, inkubasi tanah selama 7 hari. Kemudian penggaruan untuk perataan tanahTanam Jajar Legowo 4:1 dilaksanakan untuk meningkatkan populasi tanaman sekitar 20% dan 50% dari total populasi tanaman berposisi sebagai tanaman pinggir. Pada legowo 4:1 baris pertama dan baris keempat saja yang dipadatkan sehingga jarak tanam dalam baris menjadi 10 cm sedangkan baris kedua dan ketiga tetap dengan jarak tanam dalam baris 20 cm. Kegiatan yang tidak kalah penting adalah pemupukan berimbang dan pengendalian hama secara terpadu. Pemupukan disesuikan dengan kebutuhan nutrisi tanaman dengan menggunakan Bagan Warna Daun dan rekomendasi pupuk dari BPTP Malang. Hama dan penyakit dikendalikan dengan pendekatan pengelolaan hama terpadu (PHT). Penggunaan pestisida didasarkan pada pemantauan dilapang agar dicapai efisiensi yang tinggi dan pencemaran lingkungan dapat diperkecil. Untuk pencegahan dan pengendalian menggunakan fungisida, insektisida dan bakterisida dengan menggunakan azas 5 tepat, (tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, tepat sasaran).Penekanan kehilangan hasil merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi, yang tahapan kegiatannya dimulai sejak panen sampai hasil tersebut siap untuk dipasarkan.