Pelaksanaan sekolah lapang komoditas pangan strategis nasional tanaman padi , di kelompoktani "Setia Budi" Desa Rejosalam,Kecamatan Pasrepan diawali dengan kegiatan rembug tani tanggal 27 Juli 2017 yang diikuti oleh 20 orang petani terdiri dari 9 orang petani dewasa, 4 orang taruna tani dan 7 orang wanita tani, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sekolah lapang.Dari hasil pelaksanaan sekolah lapang I, II, III dan IV tanggal 20 Oktober, 03 November, 18 November dan 01 Desember 2017 yang di ikuti oleh 20 peserta dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian, Mantri Pertanian, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian dan Dinas terkait, menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam usaha meningkatkan produksi hasil pertanian khususnya komoditas padi. Kegiatan pengolahan tanah dilakukan 2 kali, pengolahan tanah pertama dilakukan pada musim kemarau atau setelah turun hujan pertama, dan pengolahan kedua saat menjelang tanam. Pada sistem tanam Tabela penanaman padi tanpa melalui persemaian dan pemindahan bibit. Budidaya tanaman Tabela pada dasarnya dapat dibedakan atas dua pilihan teknologi yaitu tanam benih langsung secara disebar merata pada areal pertanaman dan tanam benih langsung pada larikan .Tanam sistem Tabela (Tanam Benih Langsung) sebenarnya diterapkan untuk lahan kering atau tadah hujan. Kekhususan Tabela adalah tidak melakukan pindah tanam tetapi benih ditanam secara langsung dengan ditugal. Konsekuensi dari tanam sistem Tabela adalah lahan memerlukan pengelolaan tanah dan pengaturan air yang berbeda dengan lahan sawah sistem pindah tanam. Tabela cocok diterapkan pada wilayah yang kekurangan tenaga kerja, musim hujan pendek, dan air irigasi dapat diatur. Teknologi Tanam Benih Langung (Tabela) memiliki beberapa keunggulan antara lain :- Memperpendek periode produksi padi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman dan mengurangi biaya tenaga kerja untuk tanam.- Tidak melakukan persemaian sehingga memerlukan tenaga kerja lebih sedikit.- Untuk wilayah yang periode hujan terbatas, pertanaman padi sistem Tabela dapat terhindar dari kekeringan /menyediakan peluang untuk budidaya tanaman pangan yang lain.Tahapan Yang Harus Diperhatikan Dalam Sistem Tabela1. Pengolahan tanahPengolahan tan ah dilakukan 2 kali, pengolahan tanah pertama dilakukan pada musim kemarau atau setelah turun hujan pertama, dan pengolahan kedua saat menjelang tanam Untuk sawah irigasi, Lahan dipertahankan lembab dan tidak tergenang selama 3-5 hari setelah surut. Apabila memungkinkan dapat dilakukan pengairan berselang.2. PenanamanDi lahan kering,kegiatan tanam baru dapat dilakukan bila curah hujan sudah cukup stabil atau cu rah hujan mencapai 60 mm/dekade(10 hari), biasanya dicapai pada akhir bulan Oktober sampai akhir Nopember. Penanaman benih padi menggunakan alat bantu tugal. Benih ditanam dengan kedalaman sekitar 5 cm (cuku p dalam un tu k menghindari dari gangguan semut, dll), kemudian ditutup dengan tanah , benih ditanam sebanyak 4-5 bu tir/lubang, kemudian ditutup den gan tanah3. Penyiangan Pengendalian gulma dilakukan secara mekanik dan kimiawi. Herbisida berbahan aktif glisofat diaplikasikan sebelum olah tanah untuk mematikan semua gulma. atau menggunakan herbisida efektif pra tumbuh digunakan pada saat 14 hari setelah tabur benih (HSTb). Herbisida efektif pasca tumbuh digunakan pada saat 21 HSTb / saat gulma berdaun 2-4 helai. Tabela larikan selain menggunakan cara kimiawi pengendalian gulma juga dilakukan dengan cara manual / dicabut,atau menggunakan alat seperti gosrok atau pada umur 21 HSTb. Penyiangan gulma pada pertanaman tabela sebaiknya dilakukan lebih awal, yaitu pada umur 10-15 h ari setelah tanaman tumbuh atau menjelang pemupukan pertama.Penyiangan kedua dilakukan pada umur 30-45 hari atau menjelang peupukan kedua.3. Metode tanam jajar legowoPenerapan tanam dengan sistem jajar legowo 3:1 dapat meningkatkan populasi tanaman sekitar 20% dan 30% dari total populasi tanaman berposisi sebagai tanaman pinggir. Pada legowo 3:1 baris pertama dan baris ketiga saja yang dipadatkan sehingga jarak tanam dalam baris menjadi 10 cm sedangkan baris kedua tetap dengan jarak tanam dalam baris 20 cm. Pengertian jajar legowo 3 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 3 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam >2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 3 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong).4. Pemupukan Pemupukan padi adalah kegiatan penambahan nutrisi tanaman sesuai kebutuhan dan target hasil yang realistis. Untuk menyikapi hal tersebut diperlukan teknis pemupukan yang benar dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman padi. Teknis pemupukan yang tidak sesuai dengan tahapan dan kebutuhan tanaman akan berdampak terhadap produksi yang dihasilkan, oleh sebab itu teknis pemupukan yang benar perlu dilakukan agar hasil yang maksimalPemupukan untuk tanaman padi bergantung pada :1. Status hara atau suplai hara tanah2. Kebutuhan tanaman akan hara`3. Kandungan hara dalam pupuk.Aplikasi pupuk dasar dilakukan pada 10-14 HSTb dengan menggunakan pupuk NPK sejumlah 200-250 kg/ha. Pemupukan susulan urea berdasarkan pembacaan warna daun (BWD) yang dilakukan setiap 2 minggu.5. Pengendalian OPTPemantauan / monitoring populasi OPT dilakukan sejak 2 minggu sebelum tanam Pengendalian dilakukan sesuai rekomendasi pengendalian hama terpadu (HPT) dengan memperhatikan ambang batas ekonomi dan penggunaan petisida sesuai anjuran. Pengendalian Hama dan penyakit dilakukan dengan pendekatan pengelolaan hama terpadu (PHT), Antara lain penggunaan varietas tahan, pengelolaan tanam jajar legowo. Penggunaan pestisida didasarkan pada pemantauan dilapang agar dicapai efisiensi yang tinggi dan pencemaran lingkungan dapat diperkecil. Komponen pengendalian diterapkan sesuai dengan tahapan budidaya tanaman. Pemantauan dilahan untuk mengenal dan melihat gejala serangan hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. Untuk pencegahan dan pengendalian menggunakan fungisida, insektisida dan bakterisida dengan menggunakan azas 5 tepat, (tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis, tepat tempat, tepat sasaran).