Pelaksanaan sekolah lapang pada tanggal 19 Juli , 26 Juli , 3 Agustus, 9 Agustus 2017 dikelompok tani Surupati Desa Klangrong Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan dalam rangka Kegiatan Sekolah Lapang Komoditas Pangan Strategis Nasional KedelaiDari hasil pelaksanaan sekolah lapang yang di ikuti oleh 20 peserta dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian, Mantri Pertanian, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian dan Dinas terkait, menghasilkan bebrapa kesimpulan yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam usaha meningkatkan produksi hasil pertanian khususnya komoditas kedelai.Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna ; 2 kali dibajak kemudian diratakan. Membuat bendengan dan saluran antar bedengan lebar bedengan : 180 cm, lebar saluran : 30 cm, kedalaman saluran;: 30 cm, panjang bedengan : 30 m.Sebelum lahan disiapkan, tentukan benih yang akan ditanam, benih kedelai yang digunakan adalah varietas Anjasmoro. Varietas yang sesuai dengan spesifik lokasi yaitu dengan melihat deskripsi varietas kedelai unggul memilih varietas unggul sesuai dengan kondisi lahan yang akan ditanami kedelai.Kemudian melakukan seleksi benih dengan melihat persyaratan benih bermutu sebagai berikut : Murni dan diketahui nama varietasnya, berdaya kecambah tinggi, >80%, vigor baik, pertumbuhan benih serentak, cepat dan sehat, benih sehat, bernas, tidak keriput atau luka bekas gigitan serangga (hama), bebas penyakit, bersih tanpa campuran benih lain, benih masih baru ( Pemupukan pada tanaman kedelai yaitu 1. Diberikan pada saat kedelai berumur 3-5 hari setelah tanam dengan cara meletakan pupuk/ditugalkan di sekitar lubang tanaman dengan jarak 7-10 cm.2. Dosis pupuk yang diberikan adalah 2/3 dosis N dan K, sedangkan pupuk P diberikan seluruhnya pada waktu pemupukan dasar.3. Pupuk diberikan sebelum atau saat tanam dengan cara menaburkan pupuk pada garis tanam, pupuk dicampur dengan tanah secara merata.4. Pupuk ke -2 diberikan pada saat tanaman berumur 20-30 hari setelah tanam yaitu menjelang kedelai berbungadengan cara menaburkan pupuk di sekeliling tanaman dengan jarak kurang lebih 10 cm dengan dosis pupuk yang diberiksn adalah 1/3 dosis N dan K. Pengairan dilakukan untuk membuat keadaan kandungan air dalam tanah pada kapasitas lapang, yaitu tetap lembab tetapi tidak becek. Tanaman kedelai umumnya tidak tahan terhadap kekeringan atau genangan air Pada kondisi tertentu dilahan pertanaman kedelai (sawah , lahan kering) terjadi kelebihan air sehingga pembuatan drainase dan saluran irigasi penting untuk dipersiapkan. Pembuatan drainase dan saluran irigasi mutlak diperlukan karena dapat menangggulang kelebihan air ketika banjir/ hujan dan memudahkana dalam pendistribusian air ketika pengairan dilakukan. Apabila drainase dan irigasi tidak disiapkan dengan baik kelebihan air tidak terkontrol maka pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai tidak optimal. Melaksanakan penanaman dilakukan dengan cara ditugal dengan kedalaman 2 cm, 2 biji per lubang. Jarak tanam 10-15 cm x 40 cm Kedalaman lubang tanam 2-3 cm. Ditanam 2-3 biji/lubang tanam dan ditutup dengan pupuk kandang yang sudah masak diitutup dengan jerami tipis 2-5 cm untuk tanah sawah. Untuk lahan sawah tanam tidak lebih dari 5 hari setelah panen padi untuk menghindari kekeringan,akumulasi hama penyakit. Melaksanakan Penyulaman (7 HST) Pengendalian hama dan penyakit merupakan perlakuan untuk mencegah dan memberantas hama dan penyakit tanaman kedelai. Pengendalian bisa dilakukansecara mekanis, fisik, kimia dan agen hayati. Syarat pengendalian harus tepat cara, jenis, dosis, waktu dan sasaran. Jika sudah diambang batas ekonomi pengendalian secara kimia merupakan cara alternatif dengan melihat kondisi lingkungan.Hama adalah organisme pengganggu tanaman yang tampak dan jelas serangannya sedangkan penyakit adalah oOPT yang tidak tampak serangannyaJenis hama pada tanaman kedelai adalah Kepik Hijau Penggerek Polong, Kepik Hijau, Kepik Polong, Kutu Putih, Kutu Kebul, Kutu Hijau, Lalat Kacang, Penggerek Batang, Penggerek Pucuk dan jenis penyakit pada tanaman kedelai adalah Karat daun, Antraknose, Mata Kodok/ Bercak Daun, Busuk Pangkal Batang, Busuk PolongPengendalian hama/penyakit secara kimia menggunakan Sidametrin untuk Kepik Hijau Penggerek Polong Kepik Hijau, Embun Tepung, Mosaik kedelai, Mosaik Kuning kedelai.