Loading...

SEKOLAH LAPANG KOMODITAS SRATEGIS NASIONAL (PADI) DI KELOMPOKTANI “MAKMUR ABADI”DESA BEJI KECAMATAN BEJI KABUPATEN PASURUAN

SEKOLAH LAPANG KOMODITAS SRATEGIS NASIONAL (PADI) DI KELOMPOKTANI “MAKMUR ABADI”DESA BEJI KECAMATAN  BEJI KABUPATEN PASURUAN
Pelaksanaan Sekolah Lapang (SL) Padi di kelompoktani Makmur Abadi Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan ini akan dilaksanakan 4 kali pertemuan :11 Agustus ; 25 Agustus ; 01 September dan 15 September 2017 dengan bertempat di rumah Bapak Khodir Dusun Rohkepuh Desa Beji jam 09.00 – selesai.Materi Sekolah Lapang yang disepakati :? Penggunaan Benih Unggul,bermutu dan tahan OPT,umur pindah tanam serta jumlah bibit per lubang tanam.? Pengolahan lahan yang baik sesuai anjuran teknis? Cara Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) dan aplikasinya ke tanaman padi.? Perbedaan system tanam Tegel dan jajar legowo? Pemupukan berimbang (tepat jenis,sasaran,dosis dan waktu)? Pengendalian hama dan penyakit utama padi yang sesuai anjuran teknisDalam berbudidaya tanaman pemilihan benih sangatlah perlu.Benih yang ditanam harus benih yang unggul,bersertifikat dan tahan OPT dengan begitu tanaman akan tumbuh baik dan memiliki produktivitas yang tinggi.Selain pemilihan benih perlakuan benih juga sangat diperlukan dalam budidaya tanaman.Setelah pemilihan benih, perlakuan benih juga perlu dilakukan yaitu dengan perendaman bibit,pengolahan lahan juga perlu diperhatikan oleh petani dalam budidaya tanaman.Pengolahan lahan diawali dari membalik tanah,setelah selang seminggu atau dua minggu baru dilakukan penggaruan dan dilanjutkan pemberian pupuk organic sebagai pupuk dasar.Untuk Pindah tanam hendaknya umur benih tidak lebih dari 20 hari dan jumlah bibit per lubang harus sedikit yaitu 2-3 bibit per lubang tanam,hal ini bertujuan agar tanaman cepat tumbuh dan berkembang dilahan dengan baik.Pengaturan jarak tanam harus diperhatikan dalam bercocok tanam,karena keadaan ini mempengaruhi pertumbuhan tanaman.Sistem tanam jajar legowo menjadi salah satu pilihan dalam meningkatkan produksi gabah karena tanaman padi yang ditanam dengan system tanam jajar legowo akan menjadi tanaman pinggir semua sehingga mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Tipe system tanam jajar legowo bermacam-macam yaitu jajar legowo 2:1,jajar legowo 3:1 dan jajar legowo 4:1.Dengan menerapkan system tanam jajar legowo akan mendapatkan banyak manfaat diantaranya: menambah jumlah populasi tanaman padi,meningkatkan produksi gabah,dapat mengurangi serangan hama dan penyakit pada tanaman padi,memudahkan dalam perawatan tanaman serta dapat menghemat dalam penggunaan pupuk.Pada Sekolah Lapang ke-1 ini peserta mendapatkan materi mengenai pengolahan lahan,umur pindah tanam,jumlah bibit per lubang serta tentang sitem tanam jajar legowo dan peserta melakukan praktek tanam dengan system tanam jajar legowo.Pemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kebutuhan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian.Untuk kebutuhan pupuk yang mengandung unsure N,P,K,S dapat diambil dari pupuk kimia,sedangkan unsure hara mikro dapat diambil dari pupuk organic/pupuk kandang.Kegiatan Sekolah Lapang ke-2 peserta mendapatkan materi pupuk dan pemupukan berimbang sehingga diharapkan peserta mengetahui fungsi masing-masing unsur yang ada di pupuk dan mengetahui dosis dan waktu yang tepat pemupukan.Dalam budidaya padi selain pemupukan dari pupuk kimia perlu juga ada pemberian unsur-unsur lain seperti ZPT,dalam kegiatan Sekolah Lapang ke-3 ini peserta SL dikenalkan MOL (Mikro Organisme Lokal).Mikro Organisme Lokal (MOL) mempunyai banyak keuntungan,dari segi biaya yang relative murah dan mudah dalam aplikasinya.Selain sebagai Dekomposer (Bahan Pengurai) MOL juga digunakan sebagai pupuk dan pestisida hayati yang dapat di aplikasikan langsung ke tanaman.Pembuatan MOL sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan yaitu dengan memanfaatkan limbah rumah tangga atau tanaman disekitar kita.Misalnya sisa-sisa tanaman seperti bonggol pisang,gedebog/batang pisang,buah-buahan yang membusuk,sabut kelapa,jerami padi,sisa sayuran, nasi dan lain sebagainya.Larutan MOL mengandung unsure hara mikro dan makro serta mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organic,perangsang pertumbuhan (ZPT) dan sebagai Agens Hayati (Pengendali hama dan penyakit tanaman).Sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai decomposer,pupuk hayati dan sebagai pestisida organic terutama sebagai fungisida.Permasalahan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) merupakan kendala utama dalam peningkatan dan pemantapan produksi tanaman pangan.Untuk mengatasi hal ini perlu adanya pengendalian Hama Penyakit Terpadu (PHT).Adapun yang dimaksud dengan hama tanaman adalah Organisme yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan dalam kegiatan budidaya tanaman,contohnya adalah wereng,tikus,hama putih palsu,ulat grayak dan masih banyak lagi.Sedangkan yang dimaksud dengan Penyakit tanaman adalah sebuah kondisi dimana tanaman tersebut terhambat pertumbuhannya yang penyebabnya bukan berasal dari hama.Contoh penyakit tanaman banyak disebabkan oleh jamur,virus,bakteri dan lain sebagai nya.Contoh penyakit tanaman adalah Kresek,Blas,Busuk Pelepah.Strategi Pengendalian Hama Penyakit diantaranya dengan menggunakan varietas tahan,tanam tanaman yang sehat,pengamatan berkala di lapang,pemanfaatan musuh alami serta pengendalian secara mekanik dan fisik.Larutan MOL mengandung unsure hara mikro dan makro serta mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organic,perangsang pertumbuhan (ZPT) dan sebagai Agens Hayati (Pengendali hama dan penyakit tanaman).Sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai decomposer,pupuk hayati dan sebagai pestisida organic terutama sebagai fungisida.Peserta SL mendapatkan materi OPT padi dan praktek aplikasi MOL buah-buahan yang sudah dibuat dilahan pertanaman padi