Sekolah Lapang (SL) di desa Gunungsari Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan dilaksanakan di Kelompoktani Makmur Jaya sebanyak 4 kali pertemuan dengan diikuti 20 orang peserta yang terdiri dari kelompoktani Makmur Jaya; Kasurejo, Gunungsari dan Sumur Watu Jadwal pelaksanaan Sekolah Lapang 23 Nopember,30 Nopember; 7 Desember dan 20 Desember 2017 jam 09.00-selesai.Materi Sekolang Lapang yang sudah disepakati adalah : Benih bermutu dan sehat, Pemupukan berimbang, Pengendalian hama dan penyakit utama padi yang sesuai anjuran teknis serta Agensia Hayati dan Pestisida Hayati.Dalam usaha budidaya tanaman padi, pemilihan benih sangat penting. Benih yang akan ditanam harus yang bermutu dan sehat, yang spesifik lokasi, dalam hal ini tahan terhadap hama dan penyakit, memiliki daya tumbuh yang baik, serta produktivitas yang tinggi.Ciri-ciri benih bermutu adalah (1), benih tersebut diketahui varietasnya dan bersertifikat atau berlabel. (2), tingkat kemurniannya mencapai 98%. (3), Daya tumbuhnya di atas 90%. (4), bernas dan seragam. (5), Potensi hasilnya tinggi. (6), sehat artinya bebas dari infeksi jamur dan bersih dari hama . dllSehingga apabila benih bermutu tsb ditanam akan tumbuh dan menghasilkan bibit-bibit unggul dengan ciri-ciri sebagai berikut :Pertumbuhan bibit seragam;menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak,ketika bibit dipindah, tumbuh lebih cepat, kokoh dan menghijau, tahan hama dan penyakit, produktivitas tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan petani,dll. Pada umumnya petani tidak melakukan perlakuan (treatment) pada perendaman padi,oleh karena itu dalam Sekolah Lapang ke- I ini disampaikan cara perlakuan perendaman dengan menggunakan PGPR dengan tujuan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak dan perendaman dengan coryne bacterium untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.Seiring dengan pembuatan persemaian, berikutnya hal yang perlu dilakukan adalah pengolahan tanah. Pengolahan lahan terdiri dari pembalikan tanah dengan penambahan kapur tanah (dolomit) secukupnya, yang berfungsi untuk meningkatkan Ph tanah sehingga mampu menetralisir pH tanah, kemudian sebelum proses penanaman tambahkan pupuk organic sebanyak 500 kg/Ha.Bibit yang akan ditanam sebaiknya berumur Pengaturan jarak tanam juga harus diperhatikan dalam usaha budidaya padi ini, karena dapat mempengaruhi produktivitas gabah yang dihasilkan. Salah satucarauntukdapatmeningkatkanproduktivitasgabahyaitudenganmenggunakanjaraktanamJajarLegowo. Pada lahan demfarm ini dipakai tanam jajar legowo 4:1. Denganmenggunakan system jajarlegowoakandidapatkanbanyakmanfaat, diantaranyamenambahjumlahpopulasitanamanpadi, memudahkan proses pemupukan, memudahkanperawatan, memudahkandalampengendalian OPT, sertadapatmeningkatkanproduksigabah per rumpun( memaksimalkangabah per malai ). Pemeliharaan tanaman padi selanjutnya adalah pemberian pupuk. Untuk itu Materi Sekolah Lapang ke-II disampaikan tentang pupuk dan pemupukan berimbang. Pemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kebutuhan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian.Pada Sekolah Lapang ke-2 ini peserta praktek pemberian pupuk pada lahan tanam jajar legowo 4:1 ; dan praktek cara menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) pada saat tanaman umur 21 HST. Tidak kalah pentingnya dalam budidaya padi adalah pengendalian hama dan penyakit.Petani ada kecenderungan menggunakan pestisida belum sesuai hama sasaran dan berlebihan, untuk itu pada Sekolah Lapang ke-III ini peserta diberikan pemahaman mengenai perbedaan hama dan penyakit serta cara pengendaliannya yang sesuai anjuran teknis terutama hama wereng batang coklat(WBC) serta pengamatan di lahan (OPT, musuh alami, jumlah rumpun, keadaan lahan) sehingga jika perlu pengendalian OPT , sesuai dengan anjuran teknis. Pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) merupakan pendekatan pengendalian yang memperhitungkan faktor ekologi sehingga pengendaliannya dilakukan agar tidak mengganggu keseimbangan alami dan tidak menimbulkan kerugian besar. Untuk itu pada Sekolah Lapang ke-IV dikenalkan agensia hayati.Peserta dikenalkan agensia hayati PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) dan Coryne Bacterium serta cara aplikasinya pada pertanaman padi.Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, peserta juga dikenalkan cara pembuatan pestisida nabati.PGPR atauPlant Growth Promoting Rhizobakteri adalah bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik yang memberi keuntungan dalam proses pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme ini hidup berkoloni di sekitar akar tanaman dan membantu memacu pertumbuhan tanamanPlant Growth Promoting Rhizobakteria Adalah( RizobakteriPemicuPertumbuhanTanaman yang mengandungPseudomonasFlourescens ( PF ) dan Bacillus Ploymixa ( BP )1. Menekan perkembangan penyakit (Bioprotektan)Tulartanah :layu fusarium, layubakteri, phytopthora, rizoktonia, sclerotium.Daunbuah : pustulbakteri, hawarbakteri, antraknose, bercakdaun, karatdaun.2. Mengikat Nitrogen (N) bebasdarialam / fiksasi N bebas. Nitrogen bebas diubah menjadi ammonia kemudian disalurkan ketanaman.3. Memproduksi fitohormon (biostimulant): IAA (Indole Acetic Acid); Sitokinin; Giberellin; dan penghambat produksi etilen(senyawa yg membuat tanaman cepat tua): dapat menambah luas permukaan akar-akar halus.4. Mampu menyediakan beragam mineral yang dibutuhkan tanaman seperti,Besi (Ferum / Fe), Fosfor ( Phospor /P ),Belerang (Sulphur / S). Corynebacterium merupakan salah satu agensia hayati yang digunakan untuk membantu mencegah dan mengobati penyakit pada tanaman secara cara alami. Corynebacterium bersifat antagonis yang menghasilan antibiotik dan siderofor yang berfungsi sebagai pesaing/kompetitor unsur hara serta penghambat perkembangan bagi patogen penyebab penyakit tanaman.Manfaat penggunaan agensia hayati Corynebacterium yaitu :Mencegah dan mengobati penyakit Hawar Daun Bakteri (Kresek), Bakteri Daun Bergaris, Bacterial Red Stripe (BRS), Blas dan Cercospora pada tanaman padi.1. Mencegah dan mengobati penyakit layu (Fusarium) pada tanaman tomat dan cabai.2. Mencegah dan mengobati penyakit Agar Gada (Plasmodiophora brassicae) pada tanaman kubis. Cara Aplikasi CorynebacteriumAda pun cara aplikasi dari agensi hayati Corynebacterium adalah :Untuk perendaman benih dengan dosis 5 - 10 cc/liter air, dengan cara benih direndam selama ± 15 menit.1. Aplikasi kepertanaman pada umur 14, 28, 40, 60 dan 70 hari setelah tanam2. Usahakan penyemprotan dilakukan pada sore hari, mulai pukul 4 sore, dikarenakan untuk meminimalisir kersakan pada bakteri.3. Jangan di campur dengan bahan/pestisida kimia saat melakukan penyemprotan. Pada SL ke-IV ini peserta praktek pembuatan pestisida nabati untuk hama belalang dan ulatPestisida Nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman yang ada di sekitar kita. Pestisida nabati bersifat " pukul dan lari " ( hit and run ), saat diaplikasikan, akan membunuh hama saat itu juga dan setelah hamanya mati, residunya akan hilang di alam.Penggunaan pestisida nabati selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, harganya pun relative murah bila dibandingkan dengan pestisida sintetis.2.Cara kerjaCara kerja pestisida nabati sangat spesifik :1. Merusak perkembangan telur, larva dan pupa2. Menghambat penggantian kulit3. Mengganggu komunikasi antar serangga4. Menghambat reproduksi serangga betina5. Mengurangi nafsu makan6. Menghambat perkembangan pathogenPestisida Nabati mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :1. Murah dan mudah dibuat oleh petani2. Relative aman terhadap lingkungan3. Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman4. Sulit menyebabkan kekebalan ( resistensi ) terhadap hama5. Kompatibel penggunaannya dengan pengendalian cara lain6. Menghasilkan produk pertanian yang sehat dan bebas residu bahan kimia Kekurangan pestisida nabati adalah :1. Daya kerjanya relative lambat2. Daya racunnya rendah dan tidak membunuh jasad sasaran secara langsung3. Tidak tahan terhadap sinar matahari4. Tidak tahan disimpan5. Terkadang diperlukan penyemprotan secara berulang Berikut bahan dan cara pembuatan pestisida nabati untuk hama belalang dan ulatBahan-bahan yang digunakan:1. daun sirsak 50 lembar2. tembakau 1 genggam3. Detergent/sabun colek 20 gram 4. Air 20 liter) Cara pembuatan:Daun sirsak dan tembakau ditumbuk halus, tambahkan detergent diaduk dengan 20 liter air, endapkan 24 jam.Disaring denga kain halus, encerkan dengan 50-60 liter air lalu disemprotkan ke tanaman