Sekolah Lapang di Kelompoktani "Purwodadi" desa Wonokoyo dilaksanakan 4 kali pertemuan dihadiri sebanyak 20 orang yang terdiri dari kelompoktani Purwodadi, Penampon dan Kedanten Jadwal pelaksanaan Sekolah Lapang pada tanggal: 01 November 2017; 15 November 2017; 04 Desember 2017; 18 Desember 2017 jam 09.00- selesai di rumah bpk.Suharto dusun Purwodadi desa Wonokoyo Kecamatan Beji kabupaten Pasuruan. Materi Sekolah Lapang yang disepakati antara lain:? Pemilihan Benih bermutu,Pengolahan lahan dan Cara tanam Jajar Legowo? Pupuk dan Pemupukan berimbang (tepat jenis, sasaran, dosis dan waktu)? Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu pada Tanaman Padi ? Pasca Panen. Mikro Organisme Lokal (MOL) mempunyai banyak keuntungan,dari segi biaya yang relative murah dan mudah dalam aplikasinya.Selain sebagai Dekomposer (Bahan Pengurai) MOL juga digunakan sebagai pupuk dan pestisida hayati yang dapat di aplikasikan langsung ke tanaman.Pembuatan MOL sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan yaitu dengan memanfaatkan limbah rumah tangga atau tanaman disekitar kita.Misalnya sisa-sisa tanaman seperti bonggol pisang,gedebog/batang pisang,buah-buahan yang membusuk,sabut kelapa,jerami padi,sisa sayuran, nasi dan lain sebagainya.Larutan MOL mengandung unsure hara mikro dan makro serta mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organic,perangsang pertumbuhan (ZPT) dan sebagai Agens Hayati (Pengendali hama dan penyakit tanaman).Sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai decomposer,pupuk hayati dan sebagai pestisida organic terutama sebagai fungisida.Oleh karena itu pada Sekolah Lapang ke-1 peserta SL mempraktekkan pembuatan MOL dari buah-buahan.Materi II Sekolah Lapang Pengaturan jarak tanam juga harus diperhatikan dalam usaha budidaya padi ini, karena dapat mempengaruhi produktivitas gabah yang dihasilkan. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan produktivitas gabah yaitu dengan menggunakan jarak tanam Jajar Legowo. Ada beberapa type pilihan jarak dalam cara ini, yaitu legowo 2:1 , legowo 3:1 dan legowo 4:1. Dengan menggunakan system jajar legowo akan didapatkan banyak manfaat, diantaranya menambah jumlah populasi tanaman padi, memudahkan proses pemupukan, memudahkan perawatan, memudahkan dalam pengendalian OPT, serta dapat meningkatkan produksi gabah per rumpun ( memaksimalkan gabah per malai).Tahap selanjutnya dalam usaha budidaya padi adalah pemupukan berimbang ( tepat jenis, sasaran, dosis dan waktu ). Pupuk merupakan komponen nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tanaman padi dalam proses tumbuh dan berkembang hingga panen. Pupuk yang digunakan harus lengkap dan berimbang sehingga kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi. Pemupukan berimbang yaitu penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kebutuhan tanah dan kebutuhan nutrisi oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas tanaman. Pupuk yang digunakan terdiri dari pupuk organik, urea, phonska (NPK). Waktu pemupukan bersifat relatif tergantung kebutuhan tanaman, namun secara umum dapat dilakukan sebanyak 4 kali pemupukan, yaitu ;1. Pemupukan dasar ( pupuk organik pada saat 0 HST ),2. Pemupukan ke - I (pupuk urea saat tanaman berumur 7-10 HST)3. Pemupukan ke - II ( pupuk NPK saat tanaman berumur 21 – 25 HST ),4. Pemupukan ke - III ( pupuk Urea + NPK pada saat tanaman berumur 35 - 40 HST ).Sedangkan untuk kebutuhan pupuk per hektar lahan mengacu pada rekomendasi BPTP Jawa Timur untuk Kecamatan Beji, yaitu : Organik 500 Kg, Urea 235 Kg, NPK Phonska 200 Kg.Oleh karena itu pada Sekolah Lapang Ke-3 ini peserta SL melaksanakan praktek pemberian pupuk berimbang di lahan tanam jajar legowo 1:2Dalam usaha budidaya tanaman pangan tidak terlepas dari permasalahan hama dan penyakit, dan yang merupakan kendala utama dalam peningkatan produktivitas tanaman pangan. Untuk mengatasinya maka diperlukan pengendalian terhadap hama dan penyakit secara terpadu.Hama merupakan organisme merugikan yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dalam hal ini komoditas padi, misalnya : wereng, tikus, hama putih palsu, belalang, ulat penggerek batang padi, dsb.Sedangkan penyakit tanaman adalah sebuah kondisi dimana tanaman terhambat pertumbuhannya yang penyebabnya bukan berasal dari hama. Penyebab penyakit tanaman bisa ditimbulkan oleh bakteri, virus, jamur/fungi/cendawan. Dan penyakit pada tanaman yang dapat ditimbulkannya antara lain ; hawar pelepah, blast, kresek, tungro, dsb. Adapun strategi untuk mengendalikan hama dan penyakit ini adalah dengan memilih varietas yang tahan hama-penyakit tertentu, menggunakan bibit tanaman sehat, pengamatan rutin, pemanfaatan musuh alami dan agensi hayati, serta pengendalian secara fisik maupun mekanik.Pada Sekolah Lapang ke-4 aplikasi MOL buah-buahan yang sudah dipraktekkan saat SL ke-1.Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan MOL ( Mikro Organisme Lokal ). Di dalam larutan MOL terdapat unsur hara mikro dan makro serta mengandung sejumah bakteri yang berfungsi menguraikan bahan organik, ZPT ( zat pengatur tumbuh ), juga sebagai agesi hayati ( pengendali alami hama dan penyakit tanaman).