Pelaksanaan Sekolah Lapang akan dilaksanakan pada 29 September 2017; 13 Oktober 2017; 27 Oktober 2017 dan 10 November 2017 bertempat di Bpk.Sueb Dusun Pekeongan Desa Baujeng Kelompok Tani Bina Makmur Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan pada jam 09.00 WIB-selesai dengan dihadiri 20 orang peserta.Dalam berbudidaya tanaman pemilihan benih sangatlah perlu. Benih yang ditanam harus benih yang unggul,bersertifikat dan tahan OPT dengan begitu tanaman akan tumbuh baik dan memiliki produktivitas yang tinggi.Selain pemilihan benih perlakuan benih juga sangat diperlukan dalam budidaya tanaman.Setelah pemilihan benih,pengolahan lahan juga perlu diperhatikan oleh petani dalam budidaya tanaman.Pengolahan lahan diawali dari membalik tanah,setelah selang seminggu atau dua minggu baru dilakukan penggaruan dan dilanjutkan pemberian pupuk organic sebagai pupuk dasar.Untuk Pindah tanam hendaknya umur benih tidak lebih dari 20 hari dan jumlah bibit per lubang harus sedikit yaitu 2-3 bibit per lubang tanam,hal ini bertujuan agar tanaman cepat tumbuh dan berkembang dilahan dengan baik.Pengaturan jarak tanam harus diperhatikan dalam bercocok tanam,karena keadaan ini mempengaruhi pertumbuhan tanaman.Sistem tanam jajar legowo menjadi salah satu pilihan dalam meningkatkan produksi gabah karena tanaman padi yang ditanam dengan system tanam jajar legowo akan menjadi tanaman pinggir semua sehingga mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.Tipe system tanam jajar legowo bermacam-macam yaitu jajar legowo 2:1,jajar legowo 3:1 dan jajar legowo 4:1.Dengan menerapkan system tanam jajar legowo akan mendapatkan banyak manfaat diantaranya: menambah jumlah populasi tanaman padi,meningkatkan produksi gabah,dapat mengurangi serangan hama dan penyakit pada tanaman padi,memudahkan dalam perawatan tanaman serta dapat menghemat dalam penggunaan pupuk.Pada Pelaksanaan Sekolah Lapang ke- 1 ini peserta mempraktekkan tanam jajar legowo 1:2 dilahan demfarmPemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kebutuhan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian.Untuk kebutuhan pupuk yang mengandung unsure N,P,K,S dapat diambil dari pupuk kimia,sedangkan unsure hara mikro dapat diambil dari pupuk organic/pupuk kandang.Pada pelaksanaan Sekolah Lapang ke-2 ini peserta mendapatkan materi pupuk dan pemupukan berimbang, unsur hara yang dibutuhkan tanaman padi, praktek pemberian pupuk dilahan tanam jajar legowo 2:1.Materi Sekolah Lapang ke-3 adalah pupuk organik serta pratek membuat pupuk organik (padat) dari kotoran hewan.Bahan Organik adalah bahan yang berasal dari limbah tanaman,kotoran hewan atau hasil pengomposan seperti kotoran sapi,kotoran ayam,jerami atau sisa tanaman lain,pupuk hijau dan hasil pangkasan tanaman kacang-kacangan. Kegunaan bahan organic adalah untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kandungan karbon organic tanah,memberikan tambahan hara,meningkatkan aktifitas jasad renik (mikroba),memperbaiki sifat fisik tanah dan mempertahankan perputaran unsure hara dalam system tanah – tanaman.Cara penggunaan bahan organic yaitu bahan organic disebar merata diatas hamparan sawah,dua minggu sebelum pengolahan lahan.Adapun Bahan yang dapat digunakan untuk pupuk organic sangat banyak dan tersedia di lingkungan sekitar kita diantaranya seperti daun-daunan,jerami,kotoran hewan dan sampah rumah tangga kecuali plastic.Permasalahan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) merupakan kendala utama dalam peningkatan dan pemantapan produksi tanaman pangan.Untuk mengatasi hal ini perlu adanya pengendalian Hama Penyakit Terpadu (PHT).Adapun yang dimaksud dengan hama tanaman adalah Organisme yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan dalam kegiatan budidaya tanaman,contohnya adalah wereng,tikus,hama putih palsu,ulat grayak dan masih banyak lagi.Sedangkan yang dimaksud dengan Penyakit tanaman adalah sebuah kondisi dimana tanaman tersebut terhambat pertumbuhannya yang penyebabnya bukan berasal dari hama.Contoh penyakit tanaman banyak disebabkan oleh jamur,virus,bakteri dan lain sebagai nya.Contoh penyakit tanaman adalah Kresek,Blas,Busuk Pelepah.Strategi Pengendalian Hama Penyakit diantaranya dengan menggunakan varietas tahan,tanam tanaman yang sehat,pengamatan berkala di lapang,pemanfaatan musuh alami serta pengendalian secara mekanik dan fisik.Mikro Organisme Lokal (MOL) mempunyai banyak keuntungan,dari segi biaya yang relative murah dan mudah dalam aplikasinya.Selain sebagai Dekomposer (Bahan Pengurai) MOL juga digunakan sebagai pupuk dan pestisida hayati yang dapat di aplikasikan langsung ke tanaman.Pembuatan MOL sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan yaitu dengan memanfaatkan limbah rumah tangga atau tanaman disekitar kita.Misalnya sisa-sisa tanaman seperti bonggol pisang,gedebog/batang pisang,buah-buahan yang membusuk,sabut kelapa,jerami padi,sisa sayuran, nasi dan lain sebagainya.Larutan MOL mengandung unsure hara mikro dan makro serta mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organic,perangsang pertumbuhan (ZPT) dan sebagai Agens Hayati (Pengendali hama dan penyakit tanaman).Sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai decomposer,pupuk hayati dan sebagai pestisida organic terutama sebagai fungisida.