Sekolah Lapang (SL) di Kelurahan Glanggang Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan dilaksanakan di Kelompoktani Podomoro I sebanyak 4 kali pertemuan dengan diikuti 20 orang peserta yang terdiri dari kelompoktani Podomoro I,Podomoro II dan Dandangsari Jadwal pelaksanaan Sekolah Lapang 07 Agustus,14 Agustus; 28 Agustus dan 13 Nopember 2017 jam 09.00-selesai. Materi Sekolah Lapang yang sudah disepakati adalah:Pemilihan benih bermutu dan cara tanam jajar legowo; Pupuk dan pemupukan berimbang (tepat jenis, sasaran, dosis dan waktu); Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu pada Tanaman Padi. Dalam usaha budidaya tanaman padi, pemilihan benih sangat penting. Benih yang akan ditanam harus yang bermutu dan sehat, yang spesifik lokasi, dalam hal ini tahan terhadap hama dan penyakit, memiliki daya tumbuh yang baik, serta produktivitas yang tinggi. Pada Sekolah Lapang ke-I peserta mendapatkan informasi mengenai cara pemilihan benih bermutu dan cara tanam jajar legowo. Cara sederhana dalam pemilihan ( sortasi ) benih yang sehat dan mempunyai daya tumbuh baik adalah dengan cara perendaman menggunakan larutan garam. Seiring dengan pembuatan persemaian, berikutnya hal yang perlu dilakukan adalah pengolahan tanah. Pengolahan lahan terdiri dari pembalikan tanah dengan penambahan kapur tanah (dolomit) secukupnya, yang berfungsi untuk meningkatkan pH tanah sehingga mampu menetralisir pH tanah, kemudian sebelum proses penanaman tambahkan pupuk organic sebanyak 500 kg/Ha. Bibit yang akan ditanam sebaiknya berumur Pengaturan jarak tanam juga harus diperhatikan dalam usaha budidaya padi ini, karena dapat mempengaruhi produktivitas gabah yang dihasilkan. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan produktivitas gabah yaitu dengan menggunakan jarak tanam Jajar Legowo. Ada beberapa type pilihan jarak dalam cara ini, yaitu legowo 2:1 ,legowo 3:1 dan legowo 4:1. Dengan menggunakan system jajar legowo akan didapatkan banyak manfaat, diantaranya menambah jumlah populasi tanaman padi, memudahkan proses pemupukan, memudahkan perawatan, memudahkan dalam pengendalian OPT, serta dapat meningkatkan produksi gabah per rumpun ( memaksimalkan gabah per malai ). Tahap selanjutnya dalam usaha budidaya padi adalah pemupukan berimbang (tepat jenis, sasaran, dosis dan waktu ). Pupuk merupakan komponen nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tanaman padi dalam proses tumbuh dan berkembang hingga panen. Pupuk yang digunakan harus lengkap dan berimbang sehingga kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi. Pemupukan berimbang yaitu penambahan pupuk kedalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kebutuhan tanah dan kebutuhan nutrisi oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas tanaman. Pupuk yang digunakan terdiri dari pupuk organik, urea, phonska (NPK). Peserta SL ke-II ini mempraktekkan pemupukan berimbang langsung di lahan jajar legowo 2:1. Dalam usaha budidaya tanaman pangan tidak terlepas dari permasalahan hama dan penyakit, dan yang merupakan kendala utama dalam peningkatan produktivitas tanaman pangan. Untuk mengatasinya maka diperlukan pengendalian terhadap hama dan penyakit secara terpadu. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan MOL ( Mikro Organisme Lokal). Di dalam larutan MOL terdapat unsur hara mikro dan makro serta mengandung sejumah bakteri yang berfungsi menguraikan bahan organik, ZPT ( zat pengatur tumbuh ), juga sebagai agesi hayati ( pengendali alami hama dan penyakit tanaman). Pembuatan MOL relative mudah dan sederhana, yaitu dengan memanfaatkan limbah rumah tangga atau sisa tanaman di sekitar kita. Misalnya bonggol pisang, batang pisang, buah-buahan yang busuk, sabut kelapa, jerami, sisa sayuran, nasi basi, dan sebagainya. Biayanya sangat murah dan mudah dalam aplikasinya. MOL memiliki banyak manfaat antara lain sebagai decomposer ( zat pengurai ) bahan organik, pupuk hayati, serta sebagai pestisida alami, terutama fungisida. Pada SL ke-III ini peserta praktek membuat MOL buah-buahan dan pengamatan OPT dan musuh alami di lahan dem farm. Pada Sekolah Lapang ke-IV peserta melakukan ubinan. Ubinan adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat produktivitas gabah. Hal yang perlu disiapkan sebelum melakukan ubinan, antara lain : ala tukur ( meteran ), sabit, alat perontok gabah, kantong/sak, dan timbangan. Pertama yang perlu dilakukan adalah pengukuran petak yang akan kita ambil sampelnya ( ubinan ) sesuai dengan aturan jarak tanam yang digunakanya itu jajar legowo 2:1 ( sepanjang 6 m2). Lalu petak tersebut kita potong rumpunnya, dirontokkan, diambil gabahnya, lalu ditimbang berapa berat yang diperoleh. Kemudian berat hasil yang diperoleh dihitung sesuai rumus berikut: Produktivitas ( Ton/Ha ) = (10.000 m2 X Berat Ubinan (Kg)) / Luas Ubinan (m) Setelah perhitungan tersebut makadi peroleh nilai produktivitas gabah per hektar lahan (Ton/Ha). Berikutnya adalah pengukuran kadar air gabah kering panen, untuk mengetahui nilai jual gabah. Semakin tinggi kadar air gabah maka harga jual makin menurun, sebaliknya makin rendah kadar air gabah maka harga jualnya makin tinggi. Pengukuran kadar air ini menggunakan alat Tester. Caranya adalah dengan mengambil sampel gabah lalu dimasukkan dalam corong alat tersebut, kemudian di pencet tombol digitalnya untuk mengetahui nilai kadar airnya. Kadar air standar gabah kering sawah sekitar 20% dan kadar air gabah kering giling sekitar 14%.