Bertempat di rumah ketua KWT, Ibu Rozi, nan nyaman dan asri, berlangsung kegiatan sekolah lapang tentang tanaman hias Krisan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2015 mulai pukul 09.30 hingga pukul 12, dihadiri disamping oleh penyuluh nagari, Desy Arisandi, dan penyuluh kabupaten, Slamet Muharmoko, M.Si, juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian dari Bidang Hortikultura, Bapak Marlis, Mofit Afdillah, S.TP dan Rahmansyah, SP serta Zul Amri. Dalam pengantar kegiatan tersebut, penyuluh kabupaten menyampaikan tentang pentingnya para anggota kelompok untuk terus menguatkan kelompoknya melalui pelaksanaan fungsi kelompok sesuai Permentan 82 Tahun 2013, yaitu sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Ditambahkannya bahwa dengan begitu diharapkan kelompok tersebut akan semakin kuat dan solid sehingga tetap dapat berjalan sekalipun kegiatan sekolah lapang sudah selesai.Selanjutnya dalam sesi penyampaian materi, narasumber dari dinas teknis, Bapak Marlis, mengawali dengan memberikan motivasi kepada seluruh anggota kelompok. Dikatakannya bahwa untuk menjadi pengusaha bunga maka setidaknya harus hafal nama-nama bunga, sifat-sifatnya, gunanya dan tempat tumbuhnya. Kemudian beliau memberi tanggapan atas data yang dipaparkan para anggota kelompok terkait dengan hasil pengamatan terhadap pertanaman krisan diminggu ke-2. Bahwa adanya kupu-kupu disekitar pertanaman dapat diberantas dengan memberikan perangkap kuning yang dilapisi minyak goreng/oli yang digantung dekat lampu. Pada materi inti, Bapak Marlis, menyampaikan tentang pemasangan jaring penyangga. Disampaikannya bahwa jaring penyangga tersebut berguna untuk menyangga bunga agar tumbuh lurus dan tidak mudah rebah serta tidak mudah patah. Disamping itu juga berfungsi sebagai jarak tanam. Bahan-bahan yang dibutuhkan antaralain bambu/kayu untuk tiang sebagai tempat gulungan jaring yang ditarik lurus.Akhir kegiatan, diisi dengan meninjau pertanaman dilapangan untuk mencoba menerapkan hal-hal yang telah disampaikan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta cukup antusias untuk mengikutinya. Semua seolah berharap agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya sehingga dapat lebih terampil dalam usaha budidaya tanaman krisan khususnya.Sumber berita: liputan langsung admin.