Sekolah lapang merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengenali potensi , menyusun rencana usaha identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya yang ada secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usaha tani lebih efisien berproduktifitas tinggidan berkelanjutan. Sekolah lapang dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal, proses pembelajaran dilakukan dilakukan di lapangan dimana t ersedia objek nyata berupa tanaman padi yang dijadikan materi pembelajaran.Menurut Dodi Kusniadi, S.Pt Penyuluh Wilayah Binaan Desa Pakemitan Kidul kegiatan sekolah lapang dibiayai dari dana dekonsentrasi Provinsi jawa barat. kegiatan sekolah lapang dilaksanakan di Kelompoktani Ginanjar Desa Pakemitan Kidul Kecamatan Ciawi kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah peserta 20 orang terdiri dari pengurus kelompoktani, penyuluh dan aparatur desa. kegiatan Sekolah Lapang dilaksanakan 3 kali yang dibiayai oleh pemerintah Provinsi Jawabarat dan 9 kali swadaya. kegiatan sekolah lapang dilaksanakan selama 4 bulan atau semusim tanaman padi.