Loading...

Sekolah Lapang Pendampingan Komoditas Bawang Merah

Sekolah Lapang Pendampingan Komoditas Bawang Merah
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bawang merah ini. Diantaranya dengan Program Perluasan Areal Tanam (PAT) Bawang Merah, Operasi Pasar pada saat harga bawang merah di Jakarta dan Sekitarnya tinggi, dan Sekolah Lapang Komoditas Pangan Strategis Nasional khususnya Komoditas Bawang Merah di Kelompok Tani.Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu Kabupaten penghasil bawang merah yang cukup besar kontribusinya bagi ketersediaan stok bawang merah di tingkat nasional. Jumlah petani dan luasan tanam bawang merah di Kabupaten Nganjuk semakin lama semakin bertambah dan meningkat. Namun demikian , terdapat beberapa Kecamatan yang menjadi sentra bawang merah, diantaranya Kecamatan Bagor, Kecamatan Wilangan, Kecamatan Rejoso, Kecamatan Sukomoro dan Kecamatan Gondang. Untuk tahun 2017 ini Kecamatan Gondang mendapatkan Program Perluasan Areal (PAT) Tanam Bawang APBN-P seluas 115 Ha yang terbagi di 21 Kelompok Tani. Selain itu, Kecamatan Gondang juga mendapatkan program Sekolah Lapang (SL) Komoditas Pangan Strategis Nasional (Komoditas Bawang Merah). Pelaksanaan Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh memalui kegiatan SL ini terbagi menjadi 5 lokasi SL, 5 Kelompok Tani di 5 Desa yang berbeda. Salah satu kelompok tani penerima kegiatan Sekolah Lapang Pengawalan dan Pendampingan bawang merah ini adalah Kelompok Tani "Lestari" yang berada di Dusun Kawedegan Desa Balonggebang Kecamatan Gondang. Kegiatan SL ini diikuti oleh 20 orang petani yang sebagian besar diambilkan petani yang masih muda. Selain bertujuan untuk regenerasi, pemilihan petani muda dan petani maju ini diharapkan nantinya mereka akan dapat menyebarluaskan dan membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan SL ini kepada petani-petani lainnya, sehingga penyebarluasan inovasi dan informasi kepada petani lainnya menjadi lebih efektif dan efisien.Sekolah lapang merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Oleh karena itu dalam penyelenggaraan pertemuan SL ini, selain teori, ceramah dan diskusi, para petani juga diajak melakukan pengamatan dan praktek langsung dilahan pertanaman yang dijadikan sebagai lahan percontohan. Hasil dari pengamatan yang diperoleh dari lahan, dijadikan bahan diskusi pada saat pertemuan di rumah pengurus kelompok untuk menentukan tidakan atau keputusan yang akan diambil. Penulis : Siti Faridatul Umaiyah, SP - Penyuluh Pertanian Pertama Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk