SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN OPT PADA TANAMAN CENGKEH
Daerah kawasan Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng merupakan kondisi yang sangat strategis untuk tanaman cengkehkarena terletak pada ketinggian 250 m- 350 m diatas permukaan laut. Dengan pemandangan alam yang indah, dapat menyasikan birunya air laut, panorama pedesan dari kejauhan mata memandang. Disinilah dapat tumbuh dengan baik tanaman cengkeh yang merupakan komoditas utama sebagai penghasil pendapatan masyarakat. Tidak salah lagi kalu kesana akan menjumpai perumahan yang bisa dikatakan bagus dengan model ukiran khas bali dan juga didampingi mobil yang begitu mentereng.Selasa 24 April 2018, Koordinator Penyuluh Peteni Kecamatan Banjar memberikan materi tips khusus berkaitan dengan Agroekosistem yang ke tiga tentang pengendalian OPT pada tanaman cengkeh yang sangat mendesak dan penting. Seperti pepatah mengatakan "paying bersambut" penyampaian materi ini sangat menarik perhatian anggota subak para peserta sekolah lapang, karena teknologi inilah yang akan mampu mempertahankan kondisi tanaman cengkeh dalam waktu yang lama dan tidak terbatas.Penyakit jamur akar putih yang sudah menerang tanaman cengkeh di Kabupaten Buleleng nebyebabkan petani cengkeh di desa Sidatapa menjadi was-was. Mereka sadar bahwa kita kembali menjadi miskin karena tidak ada harapan lagi dan akan terjadi seperti kehidupan 10 tahun yang lampau. Demikian disampaikan oleh Kelian Subak Nengah Kanya.Dalam sekolah lapang lebih banyak dilakuakan peraktek lapang, pengamatan, analisis, diskusi dan kesimpulan yang harus dikerjakan. Lebih jauh diungkapkan oleh Koordinator BPP Banjar bahwa, penyebaran jamur Trichoderms dan pemanfaatan pupuk organic agar secepatnya dilakukan untuk mengurangi penyebaran jamus akar putih tidak dapat berkembang.Disamping pula pemanfaatan Beauveria basiana dalam mengatasi serangan dari jenis serangga termasuk penggerek batang tanaman cengkeh yang menjadi kendala utama dalam budidaya cengtkeh. Penerapan dan penyebaran jamur Beauveria basiana ini jika diterapkan oleh anggota subak peserta sekolah lapang, niscaya serangan pengerek akan dapat di atasi. Pemanfaatan Plant Promoting Growth Rizobacteria (PGPR) telah diperaktekkan peserta SL dengan baik akan mampu dipakai sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan dapat mengatasi penyakit lainnya. (Pasek Made Sada Wedantara S.TP)