SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH PADA KELOMPOK TANI KAREBA DEDE DESA KADI WANNO KAB. SUMBA BARAT DAYA
SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH PADA KELOMPOK TANI KAREBA DEDE DESA KADI WANNO Budidaya tanaman padi sawah diawali dengan memperhatikan syarat tumbuh bagi tanaman ini yaitu curah hujan 600 sampai 1200 ml/bulan, ketinggian 0 – 1300 mdpl dan jenis tanah yang cocok adalah tanah merah (Latosol), tanah liat berpasir (Grumosol) dan tanah endapan (alluvial).Adapun Cara melakukan pesemaian di kelompok Tani Kareba Dede adalah sebagai berikut :• Tanah diolah atau dibajak dan dibiarkan dalam kondisi macak-macak. Setelah tujuh hari dilakukan pengolahan kedua sekaligus membersihkan lahan dari tanaman padi yang tumbuh liar dan gulma.• Dibuat bedengan dengan ketinggian 5-10 cm, lebar 110 cm atau sesuai kebutuhan• Tabur benih secara merata , sebelumnya benih direndam selama 24 jam kemudian diperam selama 24 jam• Beri pupuk urea dan KCl masing-masing 15 gram/m²Pengolahan Tanah• Tanah dibajak kemudian dibiarkan 1-2 minggu• Tanah digaru untuk melumpurkan dan meratakan tanahPenanaman• Bibit ditanam berumur antara 15 -21 hari, jumlah bibit 2-3 batang per lubang• Jarak tanaman sesuai jajar legowo yang digunakan 2 :1 atau 4 : 1• Bibit ditanam dengan kedalaman 1-2 cm• Penyulaman dilakukan pada 7 HSTPemupukan• Dosis pupuk per hektar N 90 – 120 kg, P 60 kg, K, 50 kg• Pupuk dasar diberikan sebelum tanam atau pada saat tanam dengan dosis sepetiga N, P, K diberikan sekaligus• Pupuk susulan pertama diberikan pada usia tanaman 25 HST dengan dosis sepertiga bagian N• Pupuk susulan kedua diberikan pada usia tanaman 45 HST dengan dosis sepertiga bagian NPengairan• Sejak tanaman hingga satu minggu kemudian air perlu tersedia cukup untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman dan anakan baru• Menjelang pemupukan dilakukan pengeringan sampai keadaan macak-macak• Fase primordia sampai fase bunting lahan digenangi setinggi 5 cm untuk menekan pertumbuhan anakan baru • Selama masa bunting sampai fase berbunga secara periodik lahan diairi dan dikeringkan• Pada fase pengisian biji ketinggian air dipertahankan sekitar 3 cm• Seminggu menjelang panen, lahan mulai dikeringkan agar proses pematangan biji lebih cepat dan lahan tidak becek saat panenPenyiangan• Penyiangan dilakukan paling sedikit 2 kali dengan menggunan landak atau garuk• Penyiangan dilakukan menjelang pemupukan susulan pertama dan kedua Pengendalian Organisme pengganggu tanaman (OPT)• Hama tanaman padi terutama tikus sawah, wereng coklat, penggerek batang padi,keong mas• Penyakit utama padi yaitu tungro, bakteri• Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara hayati, pestisida kimiawi sesuai anjuranPanen• Waktu panen yan tepat adalah saat biji masak yaitu sekitar 90 – 95 % malai telah menguning• Gunakan alat potong (sabit bergerigi) yang tajam untuk memperkecil tingkat kerontohan gabah saat panen• Potong jerami sekitar 20-25 cm diatas permukaan tanah, kemudian diletakkan dan ditimpuk diatas terpal plastik• Padi yang sudah dipotong secepatnya dirontok menggunakan banting bertirai atau power trester Oleh : Yohana Rade GadhiKelompok Tani : Kareba Dede Desa : Kadi Wanno – Kab. Sumba Barat Daya Editor: Ridwan Iskandar