Loading...

SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PEMUPUKAN PADI SAWAH PADA KELOMPOK TANI KADI PADA DESA MAINDA OLE

SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PEMUPUKAN PADI SAWAH PADA KELOMPOK TANI KADI PADA DESA MAINDA OLE
Pemupukan merupakan faktor penting dalam pengelolaan budidaya tanaman padi, pemupukan bermanfaat untuk menjaga kesuburan tanah agar mampu menopang kebutuhan hara tanaman, mencegah terserang hama dan penyakit karena tanaman menjadi sehat, memperbaiki struktur tanah agar tanah mampu mengikat air, dan tanaman tumbuh optimal dengan hasil yang maksimal.Pada saat melakukan pemupukan yang perlu di ingat adalah tepat jenis, tepat cara, tepat waktu dan tepat ukuran. Kelompok Tani Kadi Pada Desa Mainda Ole Kabupaten Sumba Barat Daya melakukan pemupukan padi sawah dengan menggunakan pupuk sesuai anjuran teknis, Agar pupuk yang sudah diaplikasikan ke lahan pertanian memberikan hasil yang baik.1. Tepat jenis Tanaman memiliki dua fase pertumbuhan : vegetatif dan generatif. Khusus untuk tanaman padi fase vegetatif adalah perbanyakan anakan dan pertumbuhan akar. Sedangakan fase generatifnya adalah pada saat malai mulai muncul / proses pembungaan hingga pembentukan biji.Jenis pupuk diaplikasikan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman padi. Jenis-jenis pupuk yang ada sekarang adalah : Urea, SP36, ZA, NPK, dan Petroganik (organik). 2. Tepat cara Pemberian pupuk pada lahan pertanian padi harus dilakukan dengan kondisi lahan nyemek, tidak boleh tergenang air atau teraliri air karena dapat menyebabkan pupuk hilang dari lahan pertanian/ sawah karena terbawa air. Pemberiannya harus ditaburkan secara merata sesuai dengan areal pertanaman padi. Untuk pemberian POC (pupuk organik cair) pastikan tangki yang akan digunakan untuk tempat pupuk sudah steril/ bersih. Tangki yang pada awalnya digunakan untuk penyemprotan gulma menggunakan herbisida atau penyemprotan hama dengan instektisida harus dicuci dulu sampai bersih baru kemudian digunakan untuk POC. Tangki yang tidak steril menyebabkan bakteri pengurai pada POC mati sehingga pupuk tidak memebrikan manfaat maksimal, selain itu sisa herbisida / pestisida dalam tangki bisa membunuh tanaman padi. 3. Tepat waktu Pemberian pupuk tidak boleh dilakukan pada siang hari. Pupuk harus diaplikasikan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari tanaman mati karena reaksi kimia terjadi antara matahari dengan pupuk, biasanya tanaman menjadi layu karena terbakar. Pada pagi hari antara pukul 8-10 / pada saat embun sudah tidak ada.Berikut waktu pemberian pupuk 3x dalam satu musim tanam :? 0-10 hst (hari setelah tanam) : Pemberian pupuk I? 18-25 hst (hari setelah tanam) : Pemberian pupuk II? 35-45 hst (hari setelah tanam) : Pemberian pupuk IIIPada umur padi 60-65hst (hari setelah tanam) tanaman padi akan mengeluarkan malai / berbunga, 35-40 hari setelah itu / umur padi 100 hst (hari setelah tanam) tanaman siap di panen.Penyiangan di lakukan sebelum melakukan pemupukan I dan III, disiangi dulu baru kemudian dipupuk untuk menghindari pupuk diserap oleh gulma/tanaman liar. 4. Tepat ukuran Dalam 1 Ha tanaman padi kebutuhan pupuk sebagai berikut :• Urea 250 Kg / Ha• SP36 100 Kg / Ha• ZA 100 Kg / Ha• NPK 300 Kg / Ha• Petroganik 500 Kg / HaDosis pemberian pupuk harus tepat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, pemberian pupuk Urea dapat mengacu pada pengukuran dengan Bagan Warna Daun (BWD) jika tanaman sudah hijau maka pada pemberian pupuk ke III tidak perlu menggunakan Urea. Seminimal mungkin pupuk kimia mula di kurangi karena bersifat merusak lahan. Penggunaan pupuk organik dengan porsi yang lebih banyak di maksudkan untuk menyukseskan pertanian selaras dengan alam dan berkelanjutan.5. Tepat sasaranPemberian pupuk pada lokasi dimana tanaman itu berada, jika di benamkan maka di berikan jarak 10 cm dari tanaman secara melingkar. Rekomendasi pemupukan :1. Umur 5-7 hari setelah tanam (HST) dipupuk 100kg urea/Ha + 100 Kg NPK/Ha2. Umur 30 HST dipupuk 100 Kg NPK /Ha.3. Umur 44 HST dipupuk 100 Kg NPK/Ha.4. Pemberian pupuk hayati (pupuk organik cair) 2 liter/Ha aplikasi disemprotkan pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam (HST) pada sore hari.5. Pemberian pupuk silika 1liter/Ha aplikasi disemprotkan pada umur 10 dan 30 HST. Diusahakan tidak ada hujan 4jam setelah penyemprotan. Oleh : Maria Imaculata Keraf, SPKelompok Tani : Kadi Pada Desa : Mainda Ole – Kabupaten Sumba Barat Daya Editor : Ridwan Iskandar