Loading...

SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PENENTUAN METODE DAN WAKTU APLIKASI PEMUPUKAN KOMODITI CABE DALAM MENDUKUNG UPSUS CABE DESA RABEKA

SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PENENTUAN METODE DAN WAKTU APLIKASI PEMUPUKAN KOMODITI CABE DALAM MENDUKUNG UPSUS CABE DESA RABEKA
SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PENENTUAN METODE DAN WAKTU APLIKASI PEMUPUKAN KOMODITI CABE DALAM MENDUKUNG UPSUS CABE DESA RABEKA Tentang cara pemupukan ini, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, yaitu pemupukan harus disesuaikan dengan kondisi alam dan sesuai dengan jenis pupuk.a. berdasarkan kondisi alam Untuk daerah yang curah hujannya tinggi dianjurkan frekuensi pemupukan harus lebih sering dilakukan. Ini dimaksudkan agar selng waktu pemupukan dapat dibuat lebih pendek saat musim hujan tiba.meskipun frekuensinya berbeda, tetapi takaran pupuk selama satu periode penanaman itu dibagi merata dengan jumlah frekuensi pemupukan selama satu periode penanaman. Ini cukup beralasan karena daerah yang curah hujannya tinggi biasanya banyak pupuk yang larut terbawa hujan. Oleh karena itu pupuk yang hilang tersebut perlu diganti dengan pemupukan yang berikutnya. Dengan demikian, unsur hara yang dibutuhkan akan tetap tersedia.Untuk daerah kering yang curah hujannya sedikit dan musim hujannya hanya sebentar, dianjurkan pemupukan dilakukan 1-2 kali dimusim kering, dan 2-4 kali di musim hujan. Bila daerah ini memiliki pengairan yang baik sehingga tanaman tidak pernah kekurangan air maka pemupukan dapat dilakukan seperti cara pemupukan umumnya.b. berdasarkan jenis pupuk1. pupuk padat Bila pupuk yang diberikan berupa pupuk tunggal padat (Urea, KCl, dan TSP) atau pupuk majemuk padat (NPK), pemberiannya ke tanaman bisa dilakukan dengan cara ditaburkan merata ke sekitar tanaman. Biasanya sebelum ditaburkan, pupuk tunggal tersebut harus dicampurkan terlebih dahulu. Cara penaburan dapat memboroskan pupuk. Oleh karena itu sebaiknya dilakukan dengan cara larikan, yaitu pupuk ditaburkan menurut larikan tanaman. Penaburan dilarikan tanaman biasanya bersamaan dengan saat penyiangan lahan. 2. Pupuk DaunPupuk daun umumnya diberikan ke tanaman dengan cara disemprot . Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, yaitu sekitar pukul 08.00-10.00. penyemprotan pada siang hari akan menyebabkan daun cabai menunjukkan gejala layu setelah sehari penyemprotan, daun akan mengering pada dua hari setelah penyemprotan, dan tanaman mati pada lima hari setelah penyemprotan. Ranting atau cabang tanaman muda yang terkena semprotan tersebut akan ikut mengering atau mati. Selain itu, penyemprotan siang hari ini akan menyebabkan air semprotan akan cepat menguap, padahal daun belum sempat menyerap larutan pupuk dalam air. Melaksanakan PemupukanSelain pupuk organik, maka pemberian pupuk anorganik juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang biasa diberikan Urea dengan dosis 330 kg/ha, TSP dengan dosis 400 kg/ha sedangkan KCl 200 kg/ha. Secara keseluruhan pemberian pupuk organik dan anorganik adalah sebagai berikut:a. Pupuk kandang: saat tanam 15.000-20.000 kg.b. Pupuk Anorganik, Urea/ZA: 21 hari setelah tanam 165/350 kg dan 45 hari setelah tanam 165/365 kg. SP-36: saat tanam 400 kg. KCl: 21 hari setelah tanam 100 kg dan 45 hari setelah tanam 100 kg.c. Pupuk cair: 7-10 hari sekali dengan dosis sesuai anjuran.Pupuk anorganik diberikan ke dalam lubang pada jarak 10 cm dari batang tanaman kentang. By. Rofinus Namas Pendamping SL Cabe WKPP Desa Rabeka BPP. Oebesi Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur