SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PENGAIRAN TANAMAN CABE DALAM MENDUKUNG UPSUS CABE DESA OEBESI
SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PENGAIRAN TANAMAN CABE DALAM MENDUKUNG UPSUS CABE DESA OEBESI Pengairan (Penyiraman)Pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun (adaptasi), maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari, terutama di musim kemarau. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam, pengairan berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 - 4 hari sekali. Pengeleban ini airnya cukup sampai batas antara tanah bagian bawah dengan ujung MPHP. Setelah tanah bedengan basah, airnya segera dibuang kembali melalui saluran pembuangan. Sedangkan tanaman yang sudah produktif (berbuah) tidak mutlak memerlukan air banyak. Tetapi yang terpenting adalah menjaga agar tanah tidak kekeringan.Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. Sistem yang baik digunakan adalah sistem genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan. Pada tanaman yang sudah cukup kuat sistem pengairan tuang (kocoran) dapat diterapkan. Sistem selang juga dapat dilakukan agar tanah di sekitar tanaman tidak hanyut. Pengairan yaitu mengalirkan air diantara tanah gulutan atau selokan. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. Sistem yang baik digunakan adalah sistem genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan. Pada tanaman yang sudah cukup kuat sistem pengairan tuang (kocoran) dapat diterapkan. Sistem selang juga dapat dilakukan agar tanah di sekitar tanaman tidak hanyut. Cabai merah termasuk tanaman yang tidak tahan terhadap kekeringan, tetapi juga tidak tahan terhadap genangan air. Air tanah dalam keadaan kapasitas lapang (lembab tetapi tidak becek) sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai merah. Masa kritis tanaman ini terhadap kebutuhan air adalah saat pertumbuhan vegetatif cepat, pembentukan bunga dan buah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kelembaban tanah yang ideal untuk pertumbuhan dan hasil cabai merah berkisar antara 60-80 kapasitas lapang (Tabel 9). Hal ini dilihat dari perkembangan panjang akar, jumlah bunga dan bobot buah cabai merah. Jumlah kebutuhan air per tanaman selama fase pertumbuhan vegetatif adalah 200 ml tiap 2 hari dan meningkat menjadi 400 ml tiap 2 hari pada fase pembungaan dan pembuahan (Sumarna dan Kusandriani 1992). Dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air, penerapan system irigasi tetes untuk lahan kering tampaknya akan febih efisien, baik dilinjau dari segi penggunaan air maupun respon tanaman terhadap pemberian air pengairan. Petani biasanya melakukan pengairan dengan sistem 'leb' selama 15-30 menit. Setelah itu air dikeluarkan dari petakan.Penyiraman yaitu menyiramkan sejumlah air di sekitar tanaman atau di atas tanah gulutan. Cara penyiraman : 1. Penyiraman dilakukan pagi pukul 05.00-10.00, sore pukul 03.00-malam.2. Jangan melakukan pengairan hingga melebihi tinggi tanah gulutan, maksimal setengah dari tinggi tanah gulutan dan jangan digenangkan terlalu lama (15-30 menit)3. Setelah melakukan pemupukan susulan/kocor pupuk susulan, jangan melakukan penyiraman. Jika tanah kering, cukup lakukan pengairan dan air harus segera dibuang agar tidak menggenang di selokan. Biasanya jika dilakukan penyiraman, tiba-tiba pertumbuhan tunas akan keriting atau mengkerut (Njebuk).4. Di saat musim kemarau, pemberian air yang bagus adalah dengan cara pengairan lewat selokan, akan tetapi air harus segera dibuang (dialirkan keluar), yang penting tanah di dasar gulutan basah. Hal ini untuk menghindari stres tanaman karena seharian kena terik matahari. BY : AKOSTAN BIRELAWA, SPtPENDAMPING SL CABE WKPP DESA OEBESIBPP OEBESI KECAMATAN AMARASI TIMURKABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR