SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PENGENDALIAN PENYAKIT CABE DALAM MENDUKUNG UPSUS CABE DESA PAKUBAUN PENYAKIT PENTING TANAMAN CABE Antara lain : Layu Bakteri (Pseudomonas solana-cearum E.F. Smith)Bakteri layu mempunyai banyak tanaman inang, diantaranya adalah tomat, kentang, kacang tanah dan cabai. Penyebaran penyakit layu bakteri dapat melalui benih, bibit, bahan tanaman yang sakit, residu tanaman, irigasi (air), serangga, nematoda dan alat-alat pertanian. Bakteri layu biasanya menghebat pada tanaman cabai di dataran rendah. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadi mendadak, dan akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian. Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Pengendalian penyakit bakteri layu harus dilakukan secara terpadu, yaitu :Pengelolaan (manajemen) lahan, misalnya dengan pengapuran tanah ataupun pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae Layu Fusarium (Fusarium oxysporum Sulz.)Layu Fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah. Biasanya penyakit ini muncul pada tanah-tanah yang ber pH rendah (masam). Gejala serangan yang dapat diamati adalah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas, kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai-tangkai daun; sehingga akibat lebih lanjut seluruh tanaman layu dan mati. Pengendalian penyakit layu Fusarium dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :Penyiraman larutan fungisida sistemik seperti Derosal, Anvil, Previcur N dan Topsin di sekitar batang tanaman cabai yang diduga sumber atau terkena cendawan. Bercak Daun dan Buah (Collectro-tichum capsici (Syd). Butl. et. Bisby).Bercak daun dan buah cabai sering di sebutpenyakit Antraknose atau "patek". Penyakit ini menjadi masalah utama di musim hujan. Disebabkan oleh cendawan Gloesporium piperatum Ell. et. Ev dan Colletotrichum capsici. Cendawan G. piperatum umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung. Pada bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitam yang merupakan kumpulan dari konidium cendawan. Serangan yang berat menyebabkan buah cabai mengkerut dan mengering menyerupai "mummi" dengan warna buah seperti jerami. Pengandalian dapat dilakukan dengan cara :Rotasi tanaman, yakni pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae (tomat, kentang, terung, tambakau). Tujuan rotasi tanaman ini adalah untuk memotong siklus hidup cendawan penyebab penyakit Antraknosa. Bila terdapat daun/buah tanaman sakit, bagian tanaman yang sakit dimusnahkan dan Pertanaman disemprot dengan fungisida seperti Antrakol dengan dosis sesuai anjuran. Penyakit virus kuning Gejala adalah : 1. Dari jauh hamparan pertanaman cabai berubah dari warna hijau menjadi menguning. Warna kuning hampir mirip penyakit bulai pada jagung sehingga sebagian petani menyebutnya penyakit "Bulai Amerika".2. Pengamatan lapang menunjukkan pertanaman cabai merah yang 100% terserang tidak menghasilkan buah sama sekali.3. Penyebab penyakit adalah anggota kelompok virus gemini yang juga banyak menyerang tanaman tembakau, tomat.4. virus ditularkan oleh kutu kebul Bemisia tabaci atau Bemisia argentifolia. Kutu kebul dewasa telah mengandung virusPengendalian1. Mengolah lahan dengan baik serta memberikan pupuk berimbang2. Pembibitan dengan cara penyungkupan tempat semaian dengan kain kasa atau plastik yang telah dilubangi. Dan membuat rak pembibitan setinggi lebih kurang 1 m3. Pada daerah-daerah yang telah terserang berat, tanaman muda yang terserang tidak dimusnahkan, tetapi dibuang bagian daun yang menunjukkan gejala kuning keriting dan kemudian disemprotkan pupuk daun.4. Menanam pembatas/barrier jagung sebanyak 4-5 baris disekeliling pertanaman cabai.5. Memasang perangkap kuning sebanyak 40 buah/ha6. Penanaman tagetes (bunga tai ayam) terutama dipinggir pertanaman cabai. BY. LORONIUS KUDJI PENDAMPING SL WKPP DESA PAKUBAUN BPP OEBESI KECAMATAN AMARASI TIMUR KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR