SEKOLAH LAPANG TEKNOLOGI PENGOLAHAN TANAH TANAMAN CABE DALAM MENDUKUNG UPSUS CABE DESA OEBESI Lokasi penanaman dipilih berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut: strategis, dekat dengan sumber air, lokasi sebaiknya jauh dari polusi udara, dan jauh dari penanaman cabai lain atau tanaman sefamili. Pengukuran pH tanah perlu dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan cairan pH tester. Perlu menganalisis contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik. Penetapan waktu tanam berkaitan erat dengan saat panen.Pengaturan volume produksi berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan pasar. Apabila pada saat panen nantinya harga akan anjlok karena di daerah sentra penanaman terjadi panen raya maka volume produksi diatur seminimal mungkin.PENGOLAHAN TANAHPengolahan tanah untuk budidaya cabai merah ditujukan untuk memperbaiki draenase dan aerase tanah, meratakan permukaan tanah dan mengendalikan gulma. Kegiatan-kegiatan pengolahan tanah ini antara lain pembajakan (pencangkulan) tanah, pembersihan gulma dan sisa-sisa tanaman, perataan permukaan tanah, pembuatan bedengan dan guludan. Ada sedikit perbedaan untuk pengolahan lahan di lahan kering/tegalan dengan lahan sawah yaitu :Lahan kering/tegalan; pada lahan ini tahapan pengolahan adalah lahan dicangkul sedalam 30 – 40 cm sampai gembur, kemudian dibuat bedengan dengan lebar 1 – 1,2 m, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm. Setelah itu dibuat guludan dan lubang tanam dengan jarak tanam (50-60 cm) x (40-50 cm), dengan demikian pada tiap bedengan akan terdapat 2 baris tanaman. Pada lahan sawah; pada lahan ini dibuat bedengan dengan lebar 1,5 m dan antar bedengan dibuat parit sedalam50 cm dengan lebar 50 cm, kenudian tanah yang diatas bedengan dicangkul sampai gembur, dan kegiatan terakhir membuat lubang-lubang tanam dengan jarak tanam 50 cm x 40 cm.Pembuatan bedenganBedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Penyelesaian pembuatannya dilakukan bersamaan dengan penutupan mulsa PHP. Bedengan-bedengan dibuat dengan ukuran; panjang 10-12 m, lebar 110-120 cm, tinggi 30-40 cm (musim kemarau) dan 50-70 cm (musim hujan), dan lebar parit 50-55 cm (musim kemarau) dan 60-70 cm (musim hujan).PengapuranApabila kondisi pH tanah kurang dari 5,5, maka perlu pengapuran untuk menaikkan pH tanah, Jenis kapur yang di gunakan adalah kapur kalsit/kaptan (CaCO3) dan dolomit (CaCO3MgCO3). Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan dilakukan ataupun pada saat pembentukan bedengan kasar bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. Pada pembentukan bedengan dosis kapur yang digunakan adalah 1,5-3,0 ton/ha atau sebanyak 150-300 gram/m2.Pemasangan mulsaPemasangan mulsa plastik hitam-perak (PHP) bertujuan untuk perlindungan, diantaranya adalah menekan perkembangbiakan hama dan penyakit tanaman, menekan pertumbuhan gulma, merangsang pertumbuhan akar, meningkatkan proses fotosintesis, mengurangi penguapan, mencegah erosi tanah, mempertahankan struktur, suhu, dankelembaban tanah, menghemat tenaga kerja, mengurangi residu pestisida, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.Penggunaan mulsa plastik warna hitam untuk lapisan bawah dan warna perak untuk lapisan atas sangat diperlukan untuk penanaman cabai pada musim hujan. Salah satu keuntungan menggunakan mulsa lapisan atas perak adalah sinar ultraviolet ke permukaan bawah daun yang banyak dihuni oleh hama aphid, thrips, tungau, ulat, dan cendawan. Pemasangan mulsa plastik hitam perak di bedengan tempat menanam cabai dilakukan setelah bedengan selesai dipupuk. Kebutuhan mulsa plastik untuk penanaman cabai seluas 1 ha dengan populasi kurang lebih 16.000-17.000 tanaman dengan menggunakan jarak tanam 75 cm x 50 cm adalah sekitar 12 rol. Lebar mulsa yang digunakan 120 cm. BY : AKOSTAN BIRELAWA, SPtPENDAMPING SL CABE WKPP DESA OEBESIBPP OEBESI KECAMATAN AMARASI TIMURKABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR