Loading...

SEKOLAH LAPANGAN BUDIDAYA KEDELAI MT 3 (TIGA) PETANI KECAMATAN KEBUMEN: MERESPON KONDISI ALAM DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK C

SEKOLAH LAPANGAN BUDIDAYA KEDELAI MT 3 (TIGA) PETANI KECAMATAN KEBUMEN: MERESPON KONDISI ALAM DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK C
Rabu (8/8), Sekolah Lapangan diselenggarakan sebagai rangkaian Upaya Khusus (Upsus) komoditas kedelai MT 3 (tiga) di Poktan Sumber Rejeki, Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen. Kegiatan yang dihadiri oleh Tim Teknis Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen dan UPT Distapang Kecamatan Kebumen, serta rekanan program ini mengusung materi pemupukan, menyesuaikan fase pertumbuhan tanaman saat ini. Aplikasi pemupukan dilakukan menggunakan Pupuk Organik Cair (POC). Disampaikan oleh Tim Teknis dari Distapang Kabupaten Kebumen, Bapak Paryoto, S.PKP., POC tepat digunakan untuk menghindari plasmolisis tanaman mengingat kondisi alam yang memasuki musim kemarau. Selain tepat jenis, keberhasilan aplikasi pupuk juga sangat ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut:1. Pemupukan dilakukan pada tanaman tunas muda.2. Pemupukan dilakukan pada pagi sebelum pukul sembilan atau sore setelah pukul empat agar pupuk dapat terserap tanaman dengan optimal. 3. Pupuk organik cair diencerkan agar tanaman dapat menyerap secara efektif semua unsur hara dengan mobilitas yang lebih baik.4. Pupuk organik cair disemprotkan ke bagian bawah daun tanaman muda di mana jumlah stomata terbanyak terdapat di sana.5. Pemupukan dilakukan secara intensif dan berkala yakni satu minggu sekali karena pupuk organik bereaksi relatif lebih lambat terhadap tanaman dibandingkan pupuk kimia dan mudah tercuci oleh terik matahari. Bersama empat Poktan pendamping dari beberapa desa sekitar, kegiatan diawali dengan penyajian materi oleh tim teknis, diskusi, dan dilanjutkan dengan praktek lapangan. Selain hal teknis tentang aplikasi POC, pemaparan materi sekaligus menekankan pentingnya pupuk organik bagi keberlanjutan pertanian. Diharapkan, petani memiliki motivasi dan kesadaran yang lebih kuat untuk mengaplikasikan pupuk organik dengan mengedepankan pemanfaatan bahan-bahan dari lingkungan sekitar. Seperti dipaparkan oleh Mulyo Widiyastomo dari Tim Teknis UPT Distapang Kecamatan Kebumen, pupuk organik sangat penting di antaranya untuk mengembalikan unsur hara tanah, meminimalkan dampak residu pada tanaman, dan meminimalkan biaya produksi karena pupuk organik dapat dibuat swadaya. Petani merespon positif, nampak dari antusiamenya dalam forum diskusi yang memfasilitasi berbagai kasus budidaya palawija. Diskusi berlangsung semakin dinamis dengan kesempatan saling tukar pengalaman antar petani dari wilayah yang berbeda. Kegiatan diakhiri dengan praktek lapangan yang dipandu oleh Bapak Jazim dari rekanan program. Praktek lapangan dilakukan dengan langsung melibatkan petani yang diharapkan dapat diteruskan kepada anggota Poktan lainnya di wilayah masing-masing. Nampak antusiasme peserta yang sangat baik terkait dengan pentingnya aplikasi pupuk organik. Tidak hanya itu, petani juga mengharapkan adanya paket kegiatan lain terkait dengan pestisida organik. "Agar lebih lengkap, mohon untuk dapat diagendakan pelatihan pembuatan pestisida organik untuk semakin menambah semangat petani dalam mengupayakan pertanian yang lebih ramah lingkungan", tutur Zaenal Muthaali, Ketua Poktan Kismo Rejo dari Desa Bandung. Sebagai tindak lanjut, pada (15/8), peserta SL direncanakan akan diikutsertakan dalam kegiatan praktek pembuatan pestisida organik yang merupakan agenda bersama antara Poktan Sumber Rejeki Kelurahan Kebumen dengan SMK Bina Nusa Jurusan Pertanian. Ke depan, diiharapkan semakin banyak kegiatan bersama yang dapat dilakukan antar Poktan untuk mendorong adopsi teknologi pertanian yang semakin cepat, lengkap, dan inovatif dengan tetap memperhatikan spesiifik lokasi. Bukan hanya satu kelompok SL, kegiatan ini juga diharapkan dapat terlaksana dengan baik di kelompok-kelompok SL lainnya sebagaimana formasi yang telah ditentukan. (Nur Chasanah)