Untuk meningkatkan peran sektor pertanian, perikanan dan kehutanan dalam pembangunan nasional diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial dan memiliki jiwa kewirausahaan sehingga mampu membangun usaha dari hulu sampai hilir serta mampu melestarikan lingkungan hidup sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Maka dalam rangka memotivasi semangat juang dan sebagai penghargaan bagi mereka yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi kerja dalam mensukseskan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan telah ditentukan penerima penghargaan untuk aparat maupun kelembagaan Penyuluhan. Penghargaan ini diberikan kepada Yusran A. Yahya (Penyuluh Pertanian Teladan asal Kab. Bone), Handayani (Petani Berprestasi asal Kab. Sinjai), Gapoktan Prima Tani (Gabungan Kelompok Tani Berprestasi asal Kab. Pinrang), BP3K Lalabata (Balai Penyuluhan Kecamatan Berprestasi asal Kab. Soppeng), Asmuri, S.Pi (Penyuluh Perikanan Teladan asal Kab. Maros), KTH Tani Beru (Kelompok Tani Hutan berprestasi) di tingkat Nasional. Dan terdapat juga pemenang Harapan 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah asal Kab. Maros yaitu Rahman Nur, SP. Demikian yang dilaporkan Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Prov. Sulsel, Ir. H. Firdaus Hasan, MP ke Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Ir. H. Abd. Latif, MSi diruang pertemuan Sekprov, Kantor Gubernur Sulsel (Jum'at, 12-08-2016). Dalam kesempatan itu Sekprov Sulsel mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan nasional ini "Mereka contoh pejuang-pejuang pertanian yang sesungguhnya. Penghargaan hanyalah satu bukti dari usaha keras, dengan harapan lainnya bahwa pemberian penghargaan tersebut menjadi stimulan bagi para penyuluh, petani dan lembaga pertanian agar Kinerja mereka akan jauh lebih baik. Akan ada rasa bangga dalam hati para teladan ketika menerima penghargaan karena kesungguhan bekerja tidak sia-sia," katanya. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo yang sedianya akan menemui para teladan dikarenakan beliau berada di Bandung untuk menerima penghargaan Gubernur Inovatif 2016 Kategori Tata Kelola Pemerintahan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. "Apalagi mengikuti acara detik-detik proklamasi di Istana Negara, yang banyak orang menginginkan untuk hadir ke acara tersebut, bahkan saya sendiri belum pernah mengikuti kegiatan tersebut di Istana Negara, sehingga pesan saya agar para teladan mengikuti aturan dan prosedur di Istana Negara" tambah Abd. Latif bangga. Para teladan dari seluruh Indonesia menerima penghargaan di Jakarta, kemudian turut diundang mengikuti Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT Ke-71 RI antara lain : mengikuti pidato kenegaraan Presiden RI di Gedung DPR/DPD RI, Pemberian Penghargaan oleh Menteri, Mengikuti Renungan Suci di TMP Kalibata, mengikuti Upacara pengibaran Bendera dan Detik-detik Proklamasi HUT Kemerdekaan RI ke 70 di Istana Negara, Silaturahim dengan Presiden RI di Istana Bogor, serta berbagai kegiatan dari Kementerian. Selain itu para Teladan dan Berprestasi juga berhak mendapat penghargaan berupa uang Tunai untuk masing-masing kategori. Sementara itu Kepala Bakorluh Sulsel, Ir. H. Firdaus Hasan, MP mengatakan, ada dua makna utama dalam pemberian penghargaan. Pertama, memberikan apresiasi kepada petani, kelembagaan petani, juga kepada penyuluh dan Balai Penyuluhan Kecamatan. "Jadi kami memberikan apresiasi kepada petani dan penyuluh yang telah memberikan kontribusi positif kepada dunia pertanian," katanya kepada Tribun Timur.