Kementerian Pertanian telah menetapkan UPSUS pencapaian swasembada berkelanjutan padi yang dicanangkan pemerintah akhir-akhir ini dihadapkan kepada berbagai tantangan yang bersifat teknis maupun non teknis seperti penurunan kesuburan tanah, ketersediaan sarana teknologi, dan beralihnya fungsi lahan padi. Sebagian kalangan meyakini bahwa budidaya padi organik dapat menjawab tantangan peningkatan produksi beras nasional, karena mampu memberikan hasil panen yang tinggi dan ramah lingkungan. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, kedua aspek itu – padi organik dan peningkatan produksi beras - perlu dicermati secara jernih. Pupuk kimia, bila digunakan secara tepat, tidak akan menyebabkan polusi danmenurunkan kualitas tanah seperti yang sering diutarakan berbagai kalangan. Disisi lain, pupuk organik tak dapat dipungkiri pengaruh positifnya bagi produksi tanaman. Akan tetapi upaya peningkatan produksi padi nasional tidak dapat hanya mengandalkan bahan organik karena kandungan haranya rendah, bersifat ruah(bulky) dan cenderung menurunkan produksi pada tahap awal implementasi. Padi organik yang sama sekali tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia seyogianya diarahkan untuk memenuhi permintaan pasar internasional yang terus meningkat.Sampai saat ini Indonesia masih termasuk negara pengimpor beras, meskipun hasil panen rata-rata nasional sudah tergolong tertinggi diantara negara tropis Asia. Hal ini menyiratkan cukup beratnya tantangan upaya pemenuhan pangan nasional, terutama beras, mengingat kenaikan jumlah penduduk yang masih tinggi. Ditambah lagi beralihnya fungsi lahan padi menjadi peruntukan lainnya, termasuk industri dan perumahan, penambahan produksi padi nasional akan semakin terancam. Salah satu sebab ketergantungan terhadap 'Impor beras' tersebut adalah kurangnya jumlah produksi beras atau padi dalam negeri, meskipun akhir-akhir ini produksi padi mengalami kenaikan, namun masih impor juga karena perlu cadangan.Terdapat berbagai cara untuk meningkatkan jumlah produksi padi, dan di antara sekian banyak cara tersebut, yang paling direkomendasikan oleh banyak pihak dan para ahli adalah sistem budidaya padi organik. Budidaya padi organik, berdasarkan aplikasi lapangan dapat meningkatkan produksi padi hingga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan cara budidaya konvensional. Pencapaian tersebut memang tidak akan instan, perlu proses yang bertahap. Biasanya setelah 7 sampai 8 kali masa tanam, hasil panen padi akan signifikan dan ketergantungan terhadap pupuk kimia buatan akan berganti ke pupuk organik. Saya mengutip bagian awal sebuah laporan hasil penelitian dari Akhmad Rizqul.Dalam rangka turut mempercepat dan menyebarluaskan aplikasi budidaya padi organik ini, team HCS telah mengembangkan pula budidaya padi organik dengan Pola HCS. Beberapa pengembangan telah dilakukan team HCS dengan tujuan agar budidaya padi organik dapat mencapai produksi dan manfaat yang maksimal tanpa meninggalkan prinsip-prinsip budidaya tanaman organik.Langkah Aplikasi Budidaya Padi Organik dengan Pola HCS antara lain pemilihan benih, Persemaian Benih Padi Organik Pola HCS, Pengolahan Lahan Untuk Menanam Padi Organik, Proses Penanaman Padi Organik Pola HCS, Pemupukan, Sistem Pengaturan Air Tanaman Padi Organik, Pengendalian Hama Tanaman Padi Organik Pola HCS.Seleksi Atau Pemilihan Benih a) Benih padi sebaiknya dari benih padi varietas F1.F1 dimaksudkan individu-individu generasi pertama yang sering disebut VUH atau Varietas Unggul Hibrida. b) Memilih benih padi yang memiliki berat jenis tinggi. Caranya dengan memasukkan benih ke dalam air yang diberi garam dapur . Benih yang terapung adalah benih yang jelek, sedangkan yang tenggelam adalah beni hyang terpilih.Berikut adalah urutan proses pemisahan benih memakai larutan garam :1) Masukkan air ke dalam ember sejumlah kurang lebih 8 liter; 2)Masukkan satu butir telur ayam (mentah). Ini nantinya untuk mengukur jumlah garam yang harus dimasukkan; 3)Masukkan garam dapur sedikit demi sedikit sambil diaduk agar larut. Hati-hati, telurnya jangan sampai pecah; 4) Hentikan penambahan garam apabila telur sudah terapung; 5) Ambil telurnya dan kemudian masukkan benih padi yang akan diseleksi ke dalam larutan garam tadi; 6) Aduk-aduk sebentar, kemudian diamkan; 7) Setelah stabil dan tidak ada lagi kemungkinan benih yang terapung, baru lakukan pemisahan. Buang semua benih yang terapung; 8) Benih yang tenggelam kemudian diambil dan dibersihkan dengan air biasa agar tidak mengandung garam lagi c) Perendaman dengn PHEFOC (Pestisida, Herbisida, Fungisida, Organik Cair ) dan SOT (Suplemen Organik Tanaman) HCS yang bertujuan agar benih lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta dapat tumbuh dengan baik. Adapun langkahnya sebagai berikut: 1) Buatlah larutan yang mengandung PHEFOC dengan dosis : 1 tutup botol PHEFOC dilarutkan ke dalam 5 liter air (1 : 5). Jumlah larutan yang disiapkan sesuaikan dengan kebutuhan; 2) Masukkan benih yang sudah ditiriskan tadi ke dalam larutan, dan biarkan selama 15 menit; 3) Angkat benih dan tiriskan; 4) Kemudian masukkan benih tersebut ke dalam air yang mengandung SOT. Dosis SOT adalah 1 : 1, artinya 1 tutup botol SOT dilarutkan dalam 1 liter air. Biarkan benih terendam selama 24 jam; 5) Benih kemudian ditiriskan kembali. Setelah ditiriskan, peram benih (dihamparkan) di atas daun atau koran selama 24 jam. Hal ini bertujuan agar benih dapat tumbuh dengan sempurna dan seragam. Benih yang baik untuk disemai adalah ketika pada benih sudah terdapat bintik pada embrio namun belum tumbuh akarBerdasarkan beberapa aplikasi lapangan, kebutuhan benih dengan pola organik HCS ini adalah 7-10 kg/Ha, bandingkan dengan cara konvensional yang biasanya butuh 15-20 kg/Ha.Dengan penggunaan PHEFOC (Pestisida, Herbisida, Fungisida, Organik Cair ) dan SOT (Suplemen Organik Tanaman) HCS ternyata memberikan manfaat selain benih lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta dapat tumbuh dengan baik, juga kebutuhan benih dapat ditekan. Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatriseyowati@yahoo.co.id Sumber: 1. http://organichcs.com/2014/02/07/5-cara-budidaya-padi-organik-dengan-pola-hcs/2. https://www.academia.edu/7624450/Padi_Organik_dan_Tuntutan_Peningkatan_Produksi_Beras