Benih merupakan salah satu komponen yang penting dalam usaha budidaya padi, penggunaan benih padi yang baik akan mendorong produktifitas padi. Sebelum melakukan persemaian, seleksi benih sangat perlu dilakukan untuk memisahkan antar benih yang bernas dan benih yang hampa.Dalam rangka mendukung UPSUS Padi Sawah Tahun Anggaran 2018, Koordinator BPP Kuala Pesisir Ibu Misriani, SP, beserta para Penyuluh Pertanian mengadakan Sekolah Lapang (SL) bagi Petani dalam Wilayah Kerja BPP Kuala Pesisir yang dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Kelembagaan Pertanian Bapak Ir. Tabrani, Bapak Marjuna Usman, SP sebagai Fasilitator Kabupaten Nagan Raya, Ketua Kelompok Tani dan Babinsa.Pada Kegiatan Sekolah Lapang tersebut, salah satu informasi pertanian yang disampaikan kepada Petani dalam upaya meningkatkan produksi padi yaitu bagaimana Cara Memilih Benih Unggul Padi Bernas dengan menggunakan indikator telur dan garam. Karena selama ini sebagian petani belum mengetahui cara yang tepat dalam memperlakukan benih, baik yang diperloleh dari hasil panen sebelumnya atau yang didapat dari bantuan pemerintah. Benih tersebut biasanya cuma di rendam dalam air untuk memisahkan antara benih hampa dan yang bernas, dari perlakuan tersebut diperolehlah benih yang menurut petani baik, akan tetapi dari hasil pengamatan dan pengalaman yang ada didapatkan pertumbuhan bibit padi yang tidak seragam dan menghasilkan produksi yang tidak maksimal, ini terjadi karena ternyata benih yang didapat tidak memenuhi syarat tumbuh terbaik atau indikasi retak dan hampa masih mengalami tenggelam didasar.Untuk menyeleksi benih padi, bahan dan alat yang digunakan mudah didapat serta langkah kerjanyapun sangat sederhana, yaitu dengan hanya menyediakan air, garam, telur ayam, wadah (ember) dan benih padi, berikut merupakan cara / tahapan perlakuannya:Siapkan wadah, wadah yang di gunakan boleh berupa ember atau timba untuk diisi air, garam, telur dan benih padi yang siap diseleksi. Masukkan air kedalam wadah tersebut. Sebagai tes awal masukkan sebutir telur ke air dan telur akan tenggelam kedasar air, ini terjadi karena berat jenis telur lebih besar dari berat jenis air. Kemudian masukkan garam ke dalam air (Ini bertujuan agar massa jenis air menjadi meningkat), garam dimasukkan sedikit-sedikit disertai dengan diaduk-aduk biar lebih cepat larut hingga telur bila dimasukkan menjadi terapung kepermukaan air, jika telur sudah mengapung maka pemberian garam dihentikan. Keluarkan telur yang sudah dalam keadaan mengapung.Masukkan benih kedalam larutan air garam tersebut, aduk aduk secara perlahan, lalu diamkan beberapa saat guna memastikan benih yang mengapung dan benih yang tenggelam, benih yang bernas akan tenggelam, benih yang hampa dan retak akan mengapung, benih yang mengapung dibuang karena tidak bagus untuk dilakukan penyemaian, lalu diaduk kembali untuk memastikan masih ada atau tidak benih yang mengapung ke permukaan jika masih ada buang kembali benih yang mengapung, langkah selanjutnya adalah buang air larutan garam tersebut. Diambil benih yang tenggelam sempurna, kemudian dicuci dan dibilas benih dengan air bersih. Langkah berikutnya rendam benih dengan air bersih dan diamkan selama 24 jam, jika sudah 24 jam, buang air lalu tiriskan benih dan diperam selama 48 jam, benih siap untuk dilakukan penyemaian. Penulis : Hardik Nasutomo, S.TP dan Misriani, SP (Penyuluh Pertanian BPP Kuala Pesisir)