Pertambahan jumlah ayam buras salah satunya dapat dilakukan dengan penetasan telur ayam secara tradisional maupun menggunakakan mesin tetas. Guna mendukung keberhasilan proses penetasan secara alami atau dengan mesin tetas diperlukan tahapan seleksi pada calon telur ayam buras yang akan ditetaskan.Artinya penggunaan telur ayam buras yang akan ditetaskan tidak bisa sembarangan Persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk penetasan telur adalah telur ayam buras yang dari induknya tidak boleh lebih dari 7 hari. Dengan kata lain maksimal telur ayam buras yang akan digunakan untuk penetasan telur berasal dari kandang hasil pengumpulan telur ayam buras selama satu minggu.Persyaratan lain yang juga harus dipenuhi petani ternak ayam buras dalam menetaskan telur meliputi 1) kebersihan telur ayam, buras 2) berat telur ayam buras, 3) kulit telur dalam keadaan utuh, 4) Lama penyimpanan telur dan 5) umur induk ayam buras 1. Kebersihan telur ayam buras Kotoran yang menempel pada kulit telur merupakan tempat yang subur untuk pertumbuhan bakteri. Karena itu tidak dianjurkan menggunakan telur ayam buras dalam keadaan kotor. Telur ayam buras yang berkulit kotor daya tetasnya lebih rendah dibandingkan telur ayam buras berkulit bersih. Yang pastinya dengan kulit telur yang kotor kuman penyakit yang ada pada kulit telur akan leluasa masuk melalui pori pori kulit telur dan menimbulkan kematian pada embrio. 2. Berat telur ayam buras Telur ayam yang akan digunakan sebagai telur tetas harus memenuhi standard teknologi anjuran, berat telur ayam buras 35 – 40 gram per butirnya. Bentuk telur normal, bulat lonjong dengan perbandingan lebar dan panjangnya 3 : 4. Telur ayam buras yang terlalu bulat atau berbentuk panjang daya tetasnya rendah. Berat telur ayam buras juga sangat tergantung dari umur masing masing ayam buras yang bertelur. Ayam buras yang berumur dibawah satu tahun biasanya wujud bentuk telur kecil kecil dengan berat telur rata rata perbutirnya kurang dari 35 gram. 3.Kulit telur dalam keadaan utuh Selain tuntutan kulit telur ayam harus bersih juga persyaratan keutuhan dari telur ayam buras menjadi persyaratan yang harus mampu dipenuhi petani ternak ayam buras dalam menetaskan telur. Telur yang akan digunakan sebagai telur tetas harus keadaan utuh, tidak pecah dan tidak retak. Telur tetas yang retak dan tidak utuh akan berpengaruh pada kwalitas daya tetas telur yang rendah. Bila telur tetas dalam keadaan retak atau pecah secara otomatis akan mengotori telur tetas yang lainnya dan juga akan berakibat pada tumbuhnya bakteri. Yang pastinya bakteri akan berpengaruh pada kualitas daya tetas yang rendah.pada proses penetasan telur 4.Lama penyimpanan telur Teknologi yang dianjurkan lama penyimpanan telur ayam buras maksimal berumur 7 hari setelah telur ayam buras ditelurkan oleh induk buras. Pada telur yang disimpan lebih dari 7 hari, apalagi dengan kondisi lingkungan penyimpanan telur yang kurang baik akan berpengaruh pada penurunan berat telur dan kantung udara yang semakin membesar. Dampak dari penyimpanan telur ayam buras yang melebihi waktu 7 hari juga akan berpengaruh pada kadar kabondioksida dan air yang meningkat. Akibatnya isi telur akan encer dan berdampak pada daya tetas yang menurun. 5.Umur induk ayam burasTeknologi yang dianjurkan untuk induk ayam buras sebagai penghasil telur tetas menggunakan ayam buras betina dewasa berumur lebih dari 14 bulan. Batasan kisaran penggunaan induk ayam buras sebagai penghasil telur tetas berumur 14 bulan sampai ayam buras dewasa berumur 3,5 tahun. Selain dari kelima persyaratan yang dianjur dalam menghasilkan telur tetas perlu juga diperhatikan persyaratan perbandingan jumlah jantan dan betina dari ayam buras. Idealnya perbandingan jantan betina 1: 5 – 6 , artinya satu ekor ayam buras pejantan melayani 5-6 ekor ayam betina dewasa. Ayam buras pejantan yang dipilih harus berumur 1- 3 tahun dengan kondisi yang sehat, tangkas.Kedua jenis ayam buras idealnya dibudidayakan dalam lokasi perkandangan yang mempunyai pelataran yang cukup luas, sehingga memudahkan bagi ayam jantan dan betina bercengkerama dengan leluasa.Lebih bagus lagi bila didukung dengan cuaca yang baik, cerah sehingga pembuahannya dapat berjalan dengan sempurna. Nani Priwanti Soeharto – Penyuluh Pertanian PPMKP Ciawi Sumber ; 1. B. Sarwono Beternak Ayam Buras Penebar Swadaya Cetakan ke VI 1992 2.Ir. Zaenal Abidin Meningkatkan produktivitas Ayam kampong petelur. Agro Media Pustaka .2002