Loading...

Semangat Belajar Petani di Desa Sumber Lor Dalam Mendukung Peningkatan Produksi Padi

Semangat Belajar Petani di Desa Sumber Lor Dalam Mendukung Peningkatan Produksi Padi
Kegiatan Sekolah Lapang (SL) merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi,menysun rencana usaha tani, indentifikasi dan pemecahan masalah. SL merupakan salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang efektif. Pelaksanaan Sekolah Lapang dalam upaya mendukung program UPSUS PAJALE, peningkatan produksi pertanian khususnya tanaman padi. Melalui Sekolah Lapang budidaya tanaman padi, petani dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang menyusun perencanaan, penterapan teknologi pertanian, permasalahan yang dihadapi di lapangan dan pemecahan permasalahan secara bersama-sama dalam wadah kelompok tani. Selain itu memupuk kebersamaan dan kekompakan dalam kegiatan usaha tani khususnya budidaya tanaman padi. Pola Sekolah Lapangan dirancang sedemikan rupa sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebar-lebarnya agar para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta mampu menganalisa permaslahan yang dihadapi di lingkungan usaha tani, merumuskan solusi dari permasalahan tersebut secara bersama. Dengan demikian, pola pendidikan Sekolah Lapangan suatu proses sehingga peserta didik yang kesemuanya adalah orang dewasa, dapat menguasai suatu proses “penemuan ilmu” yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen lahan pertaniannya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting, karena jaman ini sarat dengan unsur perubahan. Diharapkan agar proses Sekolah Lapangan (SL) dapat menghasilkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika sekarang dan tantangan masa depan. Pelaksanaan pengawalan/pendampingan penyuluhan dalam kegiatan SL komoditas pangan strategis nasional di lokasi kawasan ditujukan agar mampu meningkatkan produktifitas dan produksi padi, sehingga menjamin keberhasilan pencapaian tujuan program. Kegiatan Sekolah Lapang dilaksanakan di Kelompok Tani Sumber Rejeki II Desa Sumber Lor Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. Dampak yang dirasakan oleh petani dalam mengikuti kegiatan Sekolah Lapang, mampu menekan biaya produksi dan meningkatnya hasil panen. Teknologi yang dianjurkan pada kegiatan Sekolah Lapang yaitu : Penggunaan Benih Varietas Unggul Baru / berlabel. Pengolahan tanah yang baik. Sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1 Pola tanam. Pergiliran varietas. Pemupukan berdasarkan hasil uji tanah sawah. Pengendalian OPT melalui pola Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Tata guna air. Penggunaan PPC dan ZPT. Panen dan Pasca Panen menggunakan mekanisasi Alsintan. Hasil kegiatan Sekolah Lapang yang merupakan kegiatan desimentasi teknologi pertanian dalam rangka peningkatan produksi padi. Hal ini terbukti dengan kegiatan SL mampu meningkatkan produksi tanaman padi di kelompok tani Sumber Rejeki II Desa Sumber lor Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon, dari rata-rata produksi padi 5 ton.Ha GKG menjadi 6.3 ton/Ha GKG. Kegiatan Sekolah Lapang (SL) ini terus dikembangkan pada kelompok-kelompok tani lainnya. Pembinaan dan pendampingan terus berjalan agar petani termotivasi dalam penterapan 10 unsur teknologi pertanian, khusunya budidaya tanaman padi, guna mendukung Program Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pertanian dalam mewujudkan SWASEMBADA PANGAN dan KETAHANAN PANGAN. Ditulis oleh: Oong Sugiono (THL-TBPP BPP Gebang)