Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan yang berwawasan lingkungan serta mendorong kemandirian pangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Tanjung Palas menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Pertanian Terintegrasi (Organik) di BP3K Tanjung Palas pada tanggal 29 – 30 Maret 2016. Acara seminar dan pelatihan pertanian terintegrasi dihadiri oleh 60 (enam puluh) peserta yang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab.Bulungan dan staff, Kepala BP3K se-Kab. Bulungan dan staff, Camat Tanjung Palas, Lurah Tanjung Palas Tengah, Babinsa, kelompok tani dan Gapoktan wilayah Kec. Tanjung Palas. Hadir pula sebagai undangan Sekretaris Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab.Bulungan Tri Joko Santoso SP.MM yang mewakili kepala BP2KP Kab.Bulungan.Bertindak sebagai narasumber pada seminar dan pelatihan tersebut yaitu Dr.Ir. H. Nugroho Widiasmadi Dipl.WRD.M.Eng Dosen FT Unwahas – Expert Pool Bank Central Republik Indonesia-BI. Adapun materi yang disampaikan Diseminasi Konsep Pertanian Terintegrasi 1 & 2, praktek pembuatan Superbokashi ( pembuatan pupuk organik super cepat ), praktek pembuatan pakan ternak ternak dan ikan organik.Kepala BP3K Tanjung Palas Sajidi,S.PKP menyambut baik adanya kerjasama BP3K Tanjung Palas dengan Bank Indonesia yang visi programnya sangat baik dan ke depannya ada nilai-nilai pembangunan pertanian yang ramah lingkungan dan sangat baik bagi petani, insan-insan peduli pembangunan pertanian dan stakeholder pengambil kebijakan. Beliau juga menyampaikan kerjasama ini dipandang perlu mengingat BP3K salah satu lembaga yang fungsinya sebagai pusat informasi dan juga pelatihan alih teknologi ( Pos Simpul Koordinasi ).Bank Indonesia sudah bergabung dengan petani dan hasil pertanian sangat menggembirakan, sebagai contoh di Semarang hasil pertanian per ha 13 ton. Ini merupakan suatu hal yang menggembirakan. Maka apa yang menggembirakan akan kita bagi kepada bapak-bapak. Jika di Semarang bisa di Tanjung Palas ini juga bisa, mungkin untuk mencapai itu butuh waktu, ketelatenan. Demikian diungkapkan Manager Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Lukas Haryono yang mewakili Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim pada saat membuka acara tersebut.Lukas Haryono mengatakan peningkatan ketersediaan pangan, kerentanan pangan di masyarakat melalui kemandirian pangan menjadi tugas kita bersama.Sehingga apa yang dirasa berat kalo semuanya kita guyup semua akan terasa ringan. Kegiatan ini dimaksud untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangan sehingga kita tidak tergantung pada Negara lain, dimana pada saat ini kita ketahui kita selalu import ratusan bahkan ribuan ton dari negara lain. "Sebenarnya kita bisa lahan ada, fasilitas ada, mari kita manfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada untuk membangun kembali pertanian kita sehingga pertanian kita bisa mencukupi kebutuhan pangan terhadap masyarakat. Saya melihat Kecamatan Tanjung Palas ini sangat potensial daerahnya ada peternakan, pertanian, dimana ini saling keterkaitan. Dari kotoran sapi digunakan untuk mengembangkan sawah. Hasil sawah jeraminya untuk pakan sapi. Diharapkan dengan kondisi ini bapak-bapak tidak lagi tergantung dengan pupuk pabrikan sehingga segala sesuatunya untuk yang berkaitan biaya bisa ditekan sehingga diharapkan bapak-bapak bisa menikmati hasil pertanian,"tutur Lukas.Dalam akhir arahannya, Manager Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim berharap dengan pelatihan ini sangat banyak manfaatnya. Jika petani mengalami kesulitan dapat bertanya langsung kepada tenaga ahlinya Manfaatkan waktu sebaik-baiknya sehingga harapan kita semua petani maju dan makmur.(Juhuriya,SP)