Loading...

SEMINAR PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG

SEMINAR PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG
Seminar adalah pertemuan ilmiah untuk membahas/memecahkan masalah tertentu di bidang pembangunan pertanian guna memperoleh kesimpulan (PERMENTAN Nomor: 35/Permentan/OT.140/7/2009). Dalam rangkaian Hari Krida Pertanian ke-46, Dinas Pertanian Kabupaten Sjunjung pada hari Senin 2 Juli 2018 mengadakan Seminar Penyuluh Pertanian di Gedung SKB, Muaro Sijunjung. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ir. Ronaldi. Seminar ini diikuti oleh seluruh penyuluh pertanian se-Kabupaten Sjunjung yang terdiri dari Penyuluh PNS, CPNS eks THL, THL-TBPP dan THL-KD.Seminar ini bertema Optimalisasi Peran Kelembagaan Penyuluhan dalam Pencapaian Swasembada Pangan. Penyampaian makalah dalam seminar ini disampaikan oleh Dr. Ir. Herry Bachrizal Tanjung, M.Si dari UNAND dan Ir. Ismon L., MS dari BPTP Sukarami. Sementara moderator adalah Ismed Dafri, SP dari KJF Kabupaten dan Adpi Gunawan, SST dari BPP Kecamatan Sijunjung.Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung menyampaikan bahwasannya Kabupaten Sijunjung adalah salah satu dari 19 Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Barat dengan luas 313.000 ha dimana 50% luasannya masih kawasan hutan dan sisanya merupakan lahan pemukiman serta budidaya pertanian. Sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar sebanyak 31% dalam pembangunan di Kabupaten Sijunjung. Alih fungsi lahan khususnya pada lahan sawah begitu cepat yang berdampak terhadap produksi. Laju pertambahan jumlah penduduk dalam setiap tahun tidak sebanding dengan peningkatan produksi padi. Akan terjadi masalah kerawanan pangan apabila tidak disikapi secara bersama. Penyuluh pertanian diharapkan mampu berperan dalam mengatasi masalah kerawanan pangan tersebut dengan cara meningkatkan sumber daya manusia petani dan memperkuat kelembagaan petani.Makalah pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Herry Bachrizal Tanjung M.Si berjudul Optimalisasi Kelembagaan Penyuluhan Pertanian dalam Pencapaian Swasembada Pangan. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan tentang dimana posisi norma atau fungsi dari penyuluhan. Inti dari penyuluhan menurut beliau adalah memfasilitasi pembelajaran dalam rangka peningkatan sumber daya manusia dan memperkuat kelembagaan petani. Makalah kedua disampaikan oleh Ir. Ismon L., MS berjudul Implementasi Luas Tambah Tanam dan Peningkatan Produktivitas Mendukung Upsus Pajale. Pemerintah melakukan pemantauan luas tambah tanam (LTT) padi melalui Standing Crops. Data yang diperoleh melalui pengamatan foto citra satelit tersebut akan disesuaikan dengan data luas tambah tanam yang diperoleh dari petugas LTT. Data luas tambah tanam agar disampaikan oleh setiap penyuluh pertanian dalam upaya pencapaian target swasembada pangan. Melalui seminar ini diharapkan munculnya persamaan visi penyuluh pertanian dalam upaya khusus swasembada pangan nasional. (M. Iwan Kurniawan, SP – PP BPP Kamang Baru)