Loading...

SENTUHAN TEKNOLOGI, TINGKATKAN PRODUKSI PADI

SENTUHAN TEKNOLOGI, TINGKATKAN PRODUKSI PADI
Swasembada dan swasembada berkelanjutan merupakan salah satu target Kementerian Pertanian. Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan strategis menjadi salah satu target untuk ditingkatkan. Salah satu teknologi yang saat ini sedang dikembangkan untuk dapat diterapkan dalam rangka peningkatan produksi padi adalah Teknologi Jajar Legowo (Jarwo) Super, merupakan hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Jarwo super merupakan pengembangan sistem tanam jarwo yang sudah dikenal oleh petani. Budidaya padi seperti pada umumnya ditambah dengan penggunaan varietas unggul baru (VUB) berpotensi tinggi. Kemeterian pertanian telah mengeluarkan beberapa VUB antara lain Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42. Komponen tambahan pada sistem tanam jarwo super adalah penggunaan biodekomposer yang mengandung mikrobia berfungsi sebagai perombak bahan organik. Berdasarkan hasil penelitian balitbangtan penggunaan biodekomposer dapat mempercepat pelapukan jerami sisa panen padi yang tertinggal 1 – 2 minggu menjadi bahan organik meningkatkan kandungan NPK dalam tanah. Jerami sisa panen tertingggal kuranglebih 2 ton/ha, hal ini tentunya akan mengurangi pengeluaran biaya pemupukan. Komponen tambahan lain adalah penggunaan bioprotecktor sebagai salah satu pengendali organisme pengendalai hama tanaman dan penggunaan alat mesin pertanian. Penggunaan transplenter akan mengurangi biaya tenaga kerja tanam yang saat ini sudah tinggi dan sulit didapatkan. Penggunaan combine harveser akan mengurangi kehilangan hasil panen. Berdasarkan hasil demplot di beberapa kabupaten di Jawa Tengah menunjukkan potensi hasil yang cukup tinggi. Varietas Inpari-33 pada MT-2 Tahun 2017 di Kabupaten Sukoharjo dengan produktivitas 8,4 ton/ha GKP. Varietas Inpari 42 pada MT-2 Tahun 2017 di Kabupaten Karanganyar dengan produktivitas 8,3 ton/ha GKP (BPTP Jawa Tengah, 2017).Teknologi Jarwo Super direkomendasikan untuk diadopsi untuk meningkatkan produktivitas padi. Teknologi ini dipilih sebagai materi dalam Kegiatan Pengkajian Paket Teknologi Pertanian/Research Extention Linkages (REL). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan sinergitas fungsi penyuluh dan peneliti di lapangan.Kegiatan kaji terap teknologi jarwo super dilaksanakan di Poktan Rahayu, Kelurahan Candiroto, Kabupaten Kendal. Kaji terap seluas 0,75 ha dengan varietas Inpari 33 direkomendasikan untuk diimplementasikan di 5 Kecamatan di Kabupaten Kendal, yaitu Kecamatan Kangkung, Weleri, Ngampel, Boja dan Pageruyung. Kegiatan yag dibiayai dari Dana Dekonsentrasi BPPSDMP Satker Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah ini diharapkan dapat diadopsi oleh petani sehingga menjadi daya ungkit dalam peningkatan produksi padi. (dhiean_PP Muda Distanbun Prov Jateng).