Loading...

Senyum Cerah Petani Padi Saat Panen Diluar Kebiasaan

Senyum Cerah Petani Padi Saat Panen Diluar Kebiasaan
Mulai Tanggal 31 November 2019 hingga saat ini Panen padi hasil dari penerapan teknologi jaring untuk menghindari burung memberikan manfaat. Tanaman padi hasil imbas belajar dari kegiatan sekolah lapang membuat senyum pelaku usaha menjadi lebih berharga. Menurut Casiman sebagai pelaku utama yang bergerak di bidang komoditas padi, sangat penting untuk menjaga kontinuitas produksi. Bapak dua anak yang baru saja menghadiri wisuda anak keduanya ini berpendapat, untuk memenuhi permintaan jenis beras tertentu dan umumnya, dalam setahun perlu diupayakan tanam dan berproduksi secara terus-menerus. Setelah musim besar dan gaduh, tanam ketiga kali ini kebanyakan menggunakan varietas padi ketan lokal yang berumur 5 bulan. Kesulitan tanam periode sebelumnya adalah waktu selalu habis digunakan untuk menjaga burung pipit agar tidak menyerang padinya. Walaupun masih terbatas ketersediaanya di toko saprodi setempat, saat ini teknologi menghindari burung dengan menggunakan jaring dirasa membantu bagi petani di kawasan Binaan BPP Tanjung Palas terutama di Kelompok Tani Sumber Makmur. Sebagai penganut adopsi awal proses melakukan imitasi akibat keterbatasan, ditunjukkan oleh salah satu petani sehamparan dengan berinisiatif menggunakan trol bekas jaring nelayan sebagai penutup padinya. Kelemahan penggunaan trol bekas jaring nelayan ini adalah (walaupun intensitas serangan hama burung pipit agak berkurang dibandingkan dengan tidak menggunakan sama sekali) burung pipit masih bisa masuk dan memakan padi, namun susah untuk keluar. Atas dasar itu petani membuat jebakan kotak ukuran 1 m3 dengan dinding kawat nyamuk dan lubang masuk jebakan diarahkan sebagai pintu keluar burung pipit ketika masuk kedalam trol bekas jaring nelayan yang ditutupkan diatas padinya. Menurut Pak Dulah pelaku utama yang membuat jabakan ini, puncak terbesar dalam masa generatif padi, jebakan ini mampu menjebak burung pipit hingga seratusan dalam keadaan hidup. Selain terjaga padinya, hasil jebakan tersebut juga memiliki nilai tambah yang menghasilkan dengan menjualnya. Panen di bawah jaring menjadi harapan baru bagi petani untuk kontinu berproduksi dan menanam 3 kali dalam setahun. Peluang bagi pelaku usaha adalah penyediaan jaring burung sebagai salah satu komponen mewujudkan IP 300 dalam bertanam padi. Dengan tersenyum cerah membayangkan bertambahnya uang masuk pesanan beras, panen di bulan akhir tahun 2019 adalah untuk memenuhi permintaan pada saat Natal dan Tahun Baru. Disunting oleh : Admin BPP-Tanjung Palas (Wahyu Suryadini, S.Pt ; Yossa Harpadiyata, SP)