Senyum simpul penyuluh swadaya alias petani maju (Bapak Sapuani) tampak terihat diwajahnya saat panenan padi demplot, karena melihat padinya yang runduk lebat lagi menguning memberikan isyarat akan hasil yang tinggi dan memuaskan. Bersama penyuluh pembina dan rekan-rekan penyuluh lainnya hari itu melaksanakan panen demplot varitas Inpari 9 dikelompok tani Sumber Bahagia Desa Ilung Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Posisi lahan demplot ini berada dipinggiran jalan lintas kecamatan yang setiap saat selalu dilewati orang banyak. Letak lahan sawah yang cukup strategis ini membuat Bapak Sapuan makin gigih mengelola sawahnya untuk memberikan contoh cara berusaha tani padi yang baik, memuaskan dan menguntungkan. Beberapa orang petugas dari Balai Penyuluhan setempat ikut hadir diacara panenan tersebut dalam rangka memeriahkan hari yang menggembirakan bagi demonstrator tersebut. Pagi pagi sekali hari kamis tanggal 01 April 2020 sang demonstrator bersama penyuluh Pembina lapangan melakukan kegiatan penentuan lokasi sampel ubinan beberapa titik untuk nantinya dipanen tersendiri guna mengetahui produksi dan produktiitas tanaman padi demplot tersebut. Atas arahan penyuluh setempat …..setelah lokasi ubinan dipanen diakukanlah penghitungan jumlah batang per rumpun, jumlah biji per malai dan jumlah biji hampa permalai melalui pengambilan beberapa batang, beberapa malai. Setelah dirontok, ditimbang beberapa sampel ubinan akhirnya diketahui berat padi hasil ubinan rata rata mencapai 5,3 kg, selanjutnya dihitung dalam satuan hektar produksinya mencapai 8 ton lebih. Atas kegembiraan hasil panen yang cukup tinggi ini Bapak Sapuan selaku penyuluh swadaya sekaligus sebagai demonstrator ini melaksanakan selamatan secara sederhana dipondok persawahan bersama para penyuluh dan buruh panen dengan harapan hasil panennya mendapat berkah dari Allah Tuhan pemebri rezeki. Dengan dilakukannya acara panen yang sederhana ini Bapak Sapuani berharap agar petani disekitarnya menjadi tahu, mau dan mampu mengikuti usaha tanam padi dengan teknologi seperti yang diterapkannya sehingga produksi padi dapat meningkat dan kesejahteraan bertambah lebih baik. Lokasi demplot Bapak Sapuani berada dipinggiran jalan kecamatan tepatnya di Desa Ilung Kecamatan Batang Alai Utara yang selalu dilihat oleh setiap orang melewatinya. Karena letak yang cukup strategis ini membuat Bapak Sapuani selalu giat bekerja dan merawat tanaman padinya dengan harapan hasilnya dapat memuaskan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain dan untuk memberikan contoh cara berusaha tani padi yang baik, memuaskan dan menguntungkan Bapak Sapuani ini bertempat tinggal di Desa Ilung Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Pria kelahiran tahun lima puluh tahunan ini berperawakan langsing, kurus dan murah senyum. Dikelompok tani ia terpilih sebagai ketua kelompok, ditingkat petani maju ia terpilih sebagai demonstrator, dan ditingkat desa ia terpilih sebagai penyuluh swadaya. Inilah sosok Bapak Sapuani yang punya harapan besar untuk mebantu petani sekitar agar menjadi petani yang better liveing dan better bussinis. Tidak pernah merasa lelah bekerja berusaha tani walaupun telah berumur hampir enam pulah tahunan. Bapak Sapuani ini memiliki lahan sawah sekitar 1 hektar dengan lokasi yang menyebar. Beliau berprofesi sebagai petani padi tolen yang berkiprah sejak muda hingga sekarang sehingga pengalaman beliau dalam menanggulangi masalah dalam bidang pertanian khususnya budidaya tanaman padi cukup mumpuni. Dengan lamanya kiprah beliau dibidang budidaya tanaman padi ini akhirnya menemukan satu teknologi berdasarkan pengalamannya. Teknologi yang ditemukannya adalah dalam hal pengendalian hama tikus dilahan sawah. Hal ini dilakukannya pada saat ada gejala tikus mulai mengganggu tanaman padi, maka pada lahan sawah tersebut dimasukkan air secukupnya hingga tergenang seluruh lahan sawahnya. Kemudian lahan sawah yang sudah tergenang air tadi ditaburi dengan oli bekas dari limbah kendaraan atau mobil yang cara aplikasinya menggunakan metode silang. Misalkan lahan sawah berbentuk persegi maka pemberian oli dimulai dari sudut kiri menyilang kesudut kanan atas/depan dengan jarak penaburan oli setiap 3 langkah. Cara kerja oli ini menyebar keseluruh permukaan air sawah sehingga hama tikus yang masuk akan terkena oli dan tubuhnya akan terbalut cairan oli yang mengakibatkan tak mampu berenang alias tenggelam dan akhirnya tikus akan mati karena tak bisa bernapas dalam air. Cara ini terus dilaksanakan beliau setiap tahun walaupun orang lain meragukan kejituan teknologi pengendalian cara tersebut. Pengalaman Bapak Sapuani yang kedua adalah upaya yang dilakukan dalam pengendalian hama wereng coklat. Menurut pengalamannya pada wereng menyerang tanaman padinya, bila batang tanaman tanaman sudah tererang sampai memperlihatkan warna kuning atau kering, maka zona tanaman yang terserang tersebut dilakukan eradikasi (diarit) kemudian dikumpulkan lalu dibakar dilahan tersebut, sehingga asap dari pembakaran batang tanaman tersebut diterpa angin dan menyebar kesegala penjuru tanaman sehingga hama wereng akan kena asap, menghindar dan meninggalkan lahan padi tersebut. Sungguh aneh memang tetapi ini kenyataan yang terjadi di lahan Bapak Sapuani. Inilah sekedar sekelumit pengalaman dari Bapak Sapuani (penyuluh swadaya) tentang pengendalian hama tikus dan pengendalian hama wereng coklat dengan biaya murah dan mudah didapat. Semoga pengalaman yang kami tuliskan ini dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan untuk petani lainnya. Silahkan untuk mencoba……..semoga berhasil//////.