SERANGAN PENYAKIT BLAST MELANDA SEBAGIAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN HAUR GADING
Sekitar awal bulan Juli tadi, para penyuluh yang bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Haur Gading mendapat laporan dari beberapa petani bahwa sebagian besar tanaman padi mereka menunjukkan gejala serangan penyakit blas. Bahkan ada beberpa tanaman padi sampai terganggu pertumbuhannya atau menjadi kerdil. Untuk memastikan kalo memang tanaman padi tersebut terkena penyakit maka penyuluh dan petugas POPT pun turun kelapangan untuk memeriksa keadaan tanaman. Dan ternyata benar, penyakit yang menyerang tanaman padi adalah penyakit blas. Penyakit tersebut menyerang tanaman padi baik dipersemaian maupun yang sudah tanam. Umur tanaman yang terkena penyakit blas yang sudah ditanam bekisar antara 7-30 hari. Luas tanaman padi yang terjangkit blas yang tersebar dibeberapa desa di kecamatan Haur Gading diperkirakan ada sekitar kurang lebih 12 Ha.Penyakit blas menyerang varietas padi mekongga, ciherang dan inpari, dan hal tersebut bisa terjadi karena selain mungkin bawaan dari benih padi juga karena faktor cuaca yang kemarau basah. Dimana sebelum gejala penyakit timbul, keadaan cuaca sering mengalami panas dan tiba-tiba hujan, sehingga menyebabkan kelembaban udara menjadi tinggi dan memicu pertumbuhan jamur. Penyakit Blas disebabkan oleh meluasnya serangan jamur Pyricularia oryzae. Jamur ini menyerang tanaman padi pada masa vegetatif menimbulkan gejala blas daun (leaf blast) dengan ditandai adanya bintik-bintik kecil pada daun berwarna ungu kekuningan. Semakin lama bercak menjadi besar, berbentuk seperti belah ketupat dengan bagian tengahnya berupa titik berwarna putih atau kelabu dengan bagian tepi kecoklatan. Serangan penyakit blas terdapat pada semua bagian tanaman padi yaitu dari persemaian, stadia vegetatif dan stadia generatif dengan menyerang leher dan cabang malai. Jenis penyakit blas ada 4, menyerang bagian tanaman pada daun, leher, buku dan kolar.Untuk mengatasi serangan penyakit blas pada tanaman padi tersebut maka para penyuluh menyarankan kepada para petani untuk segera membeli fungisida di toko saprotan atau menyemprot dengan larutan PGPR untuk mengobati penyakit tersebut. Selain itu juga para penyuluh juga membagikan obat fungisida yang merupakan obat bantuan gratis program dari seksi bidang perlindungan tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara, kepada para petani yang tanaman padinya terkena penyakit blas. Dan setelah dilakukan penyemprotan obat blas tersebut oleh para petani, beranggsur-angsur tanaman padi mulai sehat kembali, daun mulai menghijau lagi dan tumbuh kembali daun yang sempat mengerdil. Penulis : Rosmilawaty, S.Pt