Sejak beberapa tahun terakhir pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan keele dengan program PAJALEnya. Pada Tahun 2015 program ini dikembangkan lagi dengan mengupayakan peningkatran produksi bawang merah. Upaya peningkatan produksi khususnya padi telah membuahkan hasil yang positif dimana telah mampu meningkatkan produksi padi.termasuk di Kabupaten Indramayu.Kecenderungan pasar beras yang ada selama ini antara lain : Permintaan beras terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, Perubahan iklim menjadi lebih ekstrim akibat pemanasan global berdampak pada terganggunya produksi pangan, Perkembangan pasar dan harga beras dunia yang lebih dinamis setelah krisis beras tahun 2008, Pasar beras dunia terbatas sehingga perlu peningkatan produksi beras berkelanjutan dan dengan cadangan beras yang memadai dan Beras masih sebagai kontributor utama terhadap inflasi sehingga harga beras harus terkendali Mengingat kecenderungan tersebut dan adanya peningkatan produksi ini tentunya harus dibarengi dengan kemampuan untuk mengelola produksi padi. Hal ini dimaksudkan agar padi yang ada dapat dikelola, dapat dikendalikan dengan baik oleh pemerintah terutama pada saat kebutuhan beras melonjak. Dalam rangka pengelolaan padi tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Perum BULOG melakukan terobosan dengan membeli gabah dari petani atau lebih dikenal dengan sebutan SERGAP (serap gabah petani). Menteri Pertanian dalam setiap kunjungan panen selalu menekankan kepada petugas pertanian di lapangan agar membantu petani dalam SERGAP. Kegiatan pembelian gabah/beras oleh Perum BULOG pada hakekatnya telah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya dengan program pengadaan pangan. Perum BULOG selalu bermitra dengan CV atau PT dalam pengadaan gabah/beras. Hampir setiap tahun Perum BULOG Indramayu ditargetkan sekitar 110.000 ton setara beras dan realisasinya selalu seratus persen. Bahkan Perum BULOG Indramayu mampu mengirimkan beras ke Perum BULOG Bandung, Bogor dan lainnya.Untuk mensukseskan program SERGAP ini, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian melakukan rapat evaluasi perkembangan SERGAP pada Tanggal 21 Juli 2016 yang dihadiri oleh Perum BULOG dan Tim Sergap Kabupaten, Kodim 0616 Indramayu, Dinas Pertanian dan Peternakan serta para Penyuluh Pertanian se Kabupaten Indramayu. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian dalam sambutannya mengharapkan koordinasi dan sinergitas yang telah dibangun bersama Penyuluh Pertanian, Babinsa dan Petugas Perum BULOG agar terus dibina dan diembangkan. Karena tujuan kita sama yaitu mensejahterakan petani dan keluarganya. Sementara itu Kapten Infantri Sugiono Menyampaikan terima kasih, atas kerjasama yang telah terjalin di lapangan. Tentara Nasional Indonesia ditugaskan untuk mengawal peningkatan produksi dan ketahanan pangan.Dalam penyampaiannya Rindang Persada Perwakilan dari Perum BULOG, adanya kebijakan program SERGAP tahun ini Perum BULOG Indramayu ditargetkan sebanyak 135.000 ton gabah kering panen (GKP). Pengadaan gabah tahun ini sangat berbeda dengan pengadaan gabah tahun-tahun sebelumnya. Pengadaaan gabah pada tahun sebelumnya mengacu pada Inpres tentang pengadaan pangan khususnya gabah yaitu dalam bentuk GKG (Gabah Kering Giling), dinama ada persyaratan seperti kadar air 14 persen, butir hampa, kotoran dan lain sebagainya. Oleh karena itu pengadaan SERGAP ini menimbulkan banyak permasalahan-permasalahan.Beberapa permasalahan yang timbul di lapangan antara lain : curah hujan masih cukup tinggi, sehingga pada saat panen kadar air gabah diatas 24 persen, kapasitas dryer yang ada masih terbatas 200 ton per hari, sehingga tidak mampu mengcover jumlah gabah yang begitu banyak. Belum lagi alat transportasi yang terbatas sehingga jumlah gabah yang terangkut pun terbatas. Hal tersebut mengakibatkan kualitas gabah semakin menurun. Setelah curah hujan menurun, harga gabah di tingkat petani cendrung naik diatas HPP, sehingga pembelian gabah petani stagnan. Walaupun ada permasalahan yang terjadi di lapangan, namun karena kebersamaan antara penyuluh Pertanian, Babinsa dan petugas Perum BULOG dan semuanya berusaha untuk mensukseskan SERGAP ini, maka permasalahan tersebut dapat diselesaikan. Perkembangan SERGAP sampai tanggal 19 Juli 2016 dari target sebanyak 135.000 ton gabah kering panen (GKP) telah mampu dibeli Perum BULOG sebanyak 130.734 ton GKP atau 97 persen. Sampai akhir tahun target tersebut dapat dicapai mengingat luas areal padi yang belum panen masih sekitar ……………. Ha. Kebersamaan dalam kordinasi dan sinergitas dalam mensukseskan SERGAP telah mampu memasukan gabah petani sesuai rencana. Bahkan Perum BULOG Indramayu telah mampu melakukan move on penyaluran gabah/beras ke Perum BULOG di wilayah Bogor dan Bandung. Ketersediaan stosk beras yang dikelola Perum BULOG Indramayu masih mampu mengkover selama 16, 2 bulan ke depan atau sampai Bulan Nopember 2017 Kabupaten Indramayu tidak akan kerurangan beras.Dalam rangka tetap mendukung program SERGAP ini tentunya masih dibutuhkan alat pengering / dryer untuk meningkatkan kualitas gabah. Disamping itu diharapkan pula para petani/kelompoktani/gapoktan dapat menjual gabahnya kepada Perum BULOG sebagai stock pangan nasional. Penjualan dari kelompoktani atau gapoktan dalam program ketahanan pangan ini kepada Perum BULOG Perum BULOG diharapkan dalam bentuk beras. Hal ini dimaksudkan agar kelompoktani atau gapoktan masih memperoleh keuntungan dari menir, dedak dan sekamnya. Tentunya kelompoktani atau gapoktan terlebih dahulu difasilitasi dengan RMU. (Edi Harnadi)