Usaha agribisnis bawang merah (Allium ascalonicum L) pada umumnya belum memberikan hasil yang optimal serta memberikan nilai tambah bagi pelakunya. Hal ini diakibatkan oleh penerapan teknologi yang belum sepenuhnya mengikuti kaidah budidaya yang benar, antara lain belum diterapkannya penggunaan benih unggul bermutu, perbaikan tingkat kesuburan lahan, serta teknik budidaya, penanganan pasca panen, pengolahan hasil dan pemasaran secara benar. Untuk itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP). Ruang lingkup SOP bawang merah memuat instruksi kerja yang meliputi 1). pemilihan lokasi, 2) penentuan waktu tanam, 3) penyiapan benih, 4). penyiapan lahan, 5) penanaman, 6).pemupukan, 7) pengairan, 8) pemeliharaan tanaman, 9) pengendalian OPT, 10) penentuaan saat panen, 11) panen, 12). pasca panen, dan 13) pengemasan dan distribusi. Referensi penulisan SOP bawang merah ini diperoleh dari pengalaman petani bawang merah di Kecamatan Rejoso dan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pengalaman petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nganjuk dan hasil-hasil penelitian (Balitsa, BPTP Jawa Timur, Balitbangda Kabupaten Nganjuk).Uraian berikut ini akan membahas secara singkat SOP pasca panen pada budidaya bawang merah yang terdiri dari sub-sub kegiatan, yaitu 1) pelayuan dan pengeringan, 2) pembersihan dan sortasi, dan 3) penyimpanan. 1. Sub Kegiatan Pelayuan dan Pengeringan Proses pelayuan dan pengeringan merupakan proses pelayuan dan pengeringan umbi bawang merah untuk mengurangi kadar air. a. Tujuan Menurunkan kadar air pada daun dan leher umbi bawang merah.b. Standar Pelayuan dan Pengeringan 1) Pelayuan dan pengeringan dilakukan pada saat cuaca cerah dan sinar matahari optimal;2) Pelayuan dilakukan dengan menjemur bawang merah di bawah sinar matahari selama 2-3 hari setelah panen atau sampai daun menjadi setengah kering. Usahakan pada saat pelayuan umbi bawang tidak terkena sinar matahari secara langsung, sehingga yang layu hanya daun dan leher umbi bawang merah;3) Pengeringan prosesnya hampir sama, hanya waktunya lebih lama 7 – 14 hari atau juga bisa dengan cara menggantung di atas para-para dan dibalik tiap dua hari;4) Alat pengering digunakan bila tidak ada sinar matahari, yaitu dengan cara penghembusan udara panas bersuhu 460C selama 16 jam dengan kelembaban 70 – 80 %.c. Prosedur Pelaksanaan1) Persiapkan alas bambu/widig untuk alas umbi pada saat pelayuan dan pengeringan.2) Lakukan pelayuan dengan menjemur bawang merah di bawah sinar matahari selama 2-3 hari setelah panen atau sampai daun menjadi setengah kering. Usahakan pada saat pelayuan umbi bawang tidak terkena sinar matahari secara langsung, sehingga yang layu hanya daun dan leher umbi bawang merah;3) Lakukan pengeringan dengan proses yang hampir sama dengan pelayuan, hanya waktunya lebih lama (7 – 14 hari) atau juga bisa dengan cara menggantung di atas para-para dan dibalik tiap dua hari;4) Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan berikut ini.Form Catatan Kegiatan Pelayuan dan PengeringanNama Petani : ........................Alamat Lahan : ........................ Tgl Jmh(Kg) Lokasi Cara dan Alat Lama Petugas Pelayuan Pengeringan Pelayuan Pengeringan Pelayuan Pengeringan 2. Sub Kegiatan Pembersihan dan Sortasi Proses pembersihan dan sortasi merupakan proses menghilangkan kotoran yang menempel pada umbi dan memperoleh umbi yang berkualitas baik.a. Tujuan Menghilangkan kotoran (seperti tanah atau akar-akar dll) yang masih menempel pada umbi dan memisahkan umbi yang baik dengan yang jelek.b. Standar Pembersihan dan Sortasi1) Sortasi dilakukan untuk memisahkan umbi yang baik (bernas, tidak cacat fisik atau busuk berukuran seragam) dengan umbi yang jelek, rusak atau busuk;2) Pembersihan dilakukan dengan hati-hati untuk memisahkan umbi benih bawang merah dengan kotoran yang masih melekat pada umbi, di atas alas dari anyaman bambu. c. Prosedur Pelaksanaan1) Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebagai sarana pembersih dan penggedeng umbi;2) Ambil satu genggam daun umbi bawang merah yang menjadi satu dengan umbi. Pisahkan tiap genggaman antara umbi yang baik dengan umbi yang jelek kemudian ikat menjadi satu menggunakan tali (satu gedeng);3) Hentakkan pelan-pelan gedengan tadi untuk merontokkan kotoran yang masih melekat pada umbi diatas alas dari anyaman bambu;4) Ikat dua ikatan gedengan menjadi satu agar mudah diletakkan di para-para. Letakkan umbi yang sudah dibersihkan dan diikat pada para para yang telah dipersiapkan;5) Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan berikut ini.Form Catatan Kegiatan Pembersihan dan SortasiNama Petani : ........................Alamat Lahan : ........................ Tanggal Jumlah(Kg) Lokasi Pembersihandan Sortasi CaraPembersihan CaraSortasi ProsentaseRusak Petugas 3. Sub Kegiatan Penyimpanan Proses penyimpanan merupakan proses menyimpan hasil panen sebelum dipasarkan. a. Tujuan Menunggu saat pemasaran yang tepatb. Standar Penyimpanan Sortasi dilakukan untuk memisahkan umbi yang baik (bernas, tidak cacat fisik atau busuk berukuran seragam) dengan umbi yang jelek, rusak atau busuk;1) Penyimpanan secara tradisional dapat dilakukan dengan menggantung bawang merah menggunakan para-para di atas tungku perapian;2) Penyimpanan di dalam gudang ventilasi harus memadai agar sirkulasi udara lancar dan kelembaban sekitar 65 - 70 %, sinar matahari cukup, dan tempat penyimpanan harus bersih. Penyimpanan juga dilakukan dengan cara menggantung gedengan umbi bawang merah menggunakan para-para. c. Prosedur Pelaksanaan1) Persiapkan para para dari kayu atau bambu yang bersih untuk tempat menggantung umbi;2) Persiapkan tempat penyimpanan yang akan digunakan;3) Bawang merah yang telah dibersihkan dan disortasi serta digedeng digantung ke dalam ruang penyimpanan yang disusun secara rapi menggunakan para-para;4) Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan, berikut ini. Form Catatan Kegiatan PenyimpananNama Petani : ........................Alamat Lahan : ........................ Tgl Jmh(Kg) Lokasi Penyimpanan(rumah/gudang, dll) CaraPenyimpanan TujuanPenyimpanan LamaPenyimpanan Petugas Sumber informasi:1. Anonymous. 2013. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Merah (Allium ascalonium L) Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur, Jakarta: Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian2. Anonymous. 2016. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015 – 2019. Jakarta: Kementerian Pertanian