Loading...

SERI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAWANG MERAH KABUPATEN NGANJUK- PROVINSI JAWA TIMUR: PENGAIRAN

SERI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAWANG MERAH KABUPATEN NGANJUK- PROVINSI JAWA TIMUR:  PENGAIRAN
Budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L) yang dilakukan petani di Indonesia pada umumnya belum menggunakan benih unggul bermutu dengan penerapan teknologi yang belum mengikuti sepenuhnya kaidah budidaya yang benar. Hal ini mengakibatkan usaha agribisnis bawang merah belum memberikan hasil yang optimal bagi pelakunya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, untuk keperluan ekspor dan dalam rangka meningkatkan daya saing dalam menghadapi persaingan pasar bebas, usaha budidaya dituntut untuk senantiasa menerapkan standar mutu dalam setiap tahapan proses produksi agar mampu menghasilkan produk yang bermutu dan aman konsumsi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP). Melalui penerapan SOP berbasis GAP, petani/pelaku usaha didorong untuk melakukan penggunaan benih unggul bermutu; perbaikan tingkat kesuburan lahan; perbaikan penerapan teknik budidaya termasuk pengairan; perbaikan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil; serta perbaikan pemasaran. Target yang akan dicapai melalui penerapan SOP budidaya bawang merah, yaitu 1) produktivitas > 12 ton/ha umbi kering untuk musim penghujan dan > 25 ton/ha untuk musim kemarau; 2) diameter umbi 2 – 3 cm; 3) keseragaman bentuk dan warna umbi mencapai minimal 90 %; dan 4) rendemen hasil > 85 %. Ruang lingkup SOP bawang merah memuat instruksi kerja yang meliputi 1). pemilihan lokasi, 2) penentuan waktu tanam, 3) penyiapan benih, 4). penyiapan lahan, 5) penanaman, 6).pemupukan, 7) pengairan, 8) pemeliharaan tanaman, 9) pengendalian OPT, 10) penentuaan saat panen, 11) panen, 12). pasca panen, dan 13) pengemasan dan distribusi. Referensi penulisan SOP bawang merah ini diperoleh dari pengalaman petani bawang merah di Kecamatan Rejoso dan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pengalaman petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nganjuk dan hasil-hasil penelitian (Balitsa, BPTP Jawa Timur, Balitbangda Kabupaten Nganjuk).Uraian berikut ini akan membahas secara singkat SOP pengairan pada budidaya bawang merah yang merupakan kegiatan mengatur pemberian air bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Tujuan Memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Standar Pengairan 1. Air sesuai tersedia mulai dari penanaman sampai dengan menjelang panen;2. Untuk tanah debu berpasir, pemberian air dilakukan dengan cara dileb/digenangi hingga rata dengan permukaan bedengan selama 15 menit dan setelah itu air di dalam parit dibuang;3. Untuk tanah lempung berpasir, pemberian air dilakukan dengan penyiraman/disirat dengan ember;4. Untuk pertumbuhan awal (setelah tunas tumbuh merata), penyiraman dilakukan setiap hari sampai tanaman berumur tujuh hari. Selanjutnya penyiraman dilakukan dua hari sekali sampai lima hari menjelang panenProsedur Pelaksanaan1. Untuk tanah debu berpasir, genangilah bedengan dengan air, hingga genangan air rata dengan permukaan bedengan selama 15 menit. Setelah itu buanglah air di dalam parit;2. Untuk tanah lempung berpasir, pemberian air dilakukan dengan penyiraman/disirat dengan ember;3. Untuk pertumbuhan awal (setelah tunas tumbuh merata), penyiraman dilakukan setiap hari sampai tanaman berumur tujuh hari;4. Selanjutnya penyiraman dilakukan dua hari sekali sampai lima hari menjelang panen5. Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan. Form Catatan Kegiatan PengairanNama Petani : …………………..Alamat Lahan : ………………….. Tanggal Petak Luas(Ha Umur Tanaman JenisTanah Cara Pengairan Lama Diairi FrekuensiPengairan Sumber Air Petugas Sumber informasi:1. Anonymous. 2013. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Merah (Allium ascalonium L) Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur, Jakarta: Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian2. Anonymous. 2015. Programa Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2016. Jakarta: Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian,, Kementerian Pertanian3. Anonymous. 2016. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015 – 2019. Jakarta: Kementerian Pertanian