Loading...

SERI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAWANG MERAH: PENANAMAN

SERI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAWANG MERAH:  PENANAMAN
Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan sayuran rempah yang digunakan sebagai bumbu/penyedap masakan sehari-hari selain sebagai obat. Beberapa varietas bawang merah yang sudah dilepas dan direkomendasikan sebagai varietas unggul, yaitu varietas Bima Brebes, Medan, Keling, Maja Cipanas, Super Philip, Kramatan 1, Keramat 2, Kuning, Tiron, Keta Monca, Batu Ijo, Palasa dan Tinombo. Produksi bawang merah di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sejak tahun 2012 walaupun tidak tajam, yaitu 960.072 ton (tahun 2012), 1.010.773 ton (tahun 2013), dan 1.125.247 ton (tahun 2015). Adapun sasaran produksi tahun 2016 sebesar 1.172.663 ton atau meningkat sebesar 4,21% dari tahun sebelumnya (sumber: Renstra Kementan 2015- 2019). Rata-rata produktivitas bawang merah juga meningkat dari waktu ke waktu, yaitu 9,67 ton/ha (tahun 2012), 10,22 ton/ha (tahun 2013), dan 10,23 ton/ha (tahun 2014), dengan wilayah produksi utama di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan NTB. Budidaya bawang merah yang dilakukan petani di Indonesia pada umumnya belum menggunakan benih unggul bermutu dengan penerapan teknologi yang belum mengikuti sepenuhnya kaidah budidaya yang benar. Hal ini mengakibatkan usaha agribisnis bawang merah belum memberikan hasil yang optimal bagi pelakunya. Untuk itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP). Melalui penerapan SOP berbasis GAP, petani/pelaku usaha didorong untuk melakukan penggunaan benih unggul bermutu; perbaikan tingkat kesuburan lahan; perbaikan penerapan teknik budidaya; perbaikan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil; serta perbaikan pemasaran. Dengan demikian diharapkan hasil panen bawang merah dapat memberikan nilai tambah dan hasil yang optimal bagi petani/pelaku usaha. Target yang akan dicapai melalui penerapan SOP budidaya bawang merah, yaitu 1) produktivitas > 12 ton/ha umbi kering untuk musim penghujan dan > 25 ton/ha untuk musim kemarau; 2) diameter umbi 2 – 3 cm; 3) keseragaman bentuk dan warna umbi mencapai minimal 90 %; dan 4) rendemen hasil > 85 %. Ruang lingkup SOP bawang merah memuat instruksi kerja yang meliputi 1). pemilihan lokasi, 2) penentuan waktu tanam, 3) penyiapan benih, 4). penyiapan lahan, 5) penanaman, 6).pemupukan, 7) pengairan, 8) pemeliharaan tanaman, 9) pengendalian OPT, 10) penentuaan saat panen, 11) panen, 12). pasca panen, dan 13) pengemasan dan distribusi. Referensi penulisan SOP bawang merah ini diperoleh dari pengalaman petani bawang merah di Kecamatan Rejoso dan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pengalaman petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nganjuk dan hasil-hasil penelitian (Balitsa, BPTP Jawa Timur, Balitbangda Kabupaten Nganjuk).Uraian berikut ini akan membahas secara singkat SOP penanaman bawang merah yang merupakan kegiatan membenamkan benih (umbi bawang merah ) ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan. TujuanMemperoleh tanaman yang tumbuh optimal.Standar Penanaman1. Penanaman dilakukan dengan membenamkan ¾ bagian benih bawang merah pada lubang tanam yang tersedia dengan posisi mata tunas menghadap ke atas;2. Penanaman dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk mengurangi penguapan pada benih yang dirompes.Prosedur Pelaksanaan1. Benamkan ¾ bagian benih ke dalam lubang tanam;2. Setelah selesai penanaman, lakukan penyiraman;3. Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan berikut ini:Form Kegiatan PenanamanNama Petani : …………………..Alamat Lahan : ………………….. Tanggal Petak Luas(Ha) Cara Penanaman Cara Waktu Penanaman Petugas Sumber informasi:1. Anonymous. 2006. Standar Prosedur Operasional (SPO) Budidaya Bawang Merah, Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian2. Anonymous. 2011. Programa Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2016. Jakarta: Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian,, Kementerian Pertanian3. Anonymous. 2016. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015 – 2019. Jakarta: Kementerian Pertanian