Salah satu cara pengendalian hama tanaman padi dengan memanfaatkan tanaman hias dikenal dengan sebutan Refugia. Menurut berbagai sumber, refugia adalah tumbuhan (baik tanaman maupun gulma) yang tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikro habitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasit), agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. Refugia bisa merupakan tanaman bunga-bunga yang ada di pematang atau pinggir sawah. Tanaman hias itulah yang akan menarik serangga, lalu menjadi tempat hidup dan berlindung musuh alami hama tanaman padi (wereng dan penggerek batang). Dengan adanya tanaman hias di pinggir sawah, musuh alami tersebut lebih sehat dan daya hidupnya lebih lama. Saat menyerang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) pun lebih gesit dibanding tidak ada refugia, karena musuh alami hanya mengkonsumsi pakan dari pinggir sawah. Musuh alami tersebut menjadi sahabat petani dalam menyerang hama penyakit. Teknik Refugia lebih tergolong ekonomis dan juga tentu lebih ramah lingkungan dan kesehatan, karena dengan menggunakan teknik ini kita tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang justru merugikan kesehatan. Manfaat dari menanam refugia sangat banyak, yaitu sebagai salah satu upaya konservasi musuh alami, menarik hama sehingga tidak menyerang tanaman utama, mengurangi biaya usahatani untuk pengendalian hama sehingga keuntungan petani dapat meningkat, menjaga keseimbangan lingkungan, menyejukkan mata ketika melihat lahan pertanian yang subur dengan dikelilingi tanaman bunga yang mekar, sebagai terapi antistres dan keindahan tanaman bunga dilahan akan membuat petani lebih sering berkunjung kesawah. Apabila dikelola dengan baik, tanaman refugia di lahan pertanian bisa menjadi tempat rekreasi swafoto. Kriteria tanaman yang dijadikan sebagai refugia yaitu memiliki bunga dan warna yang mencolok, regenerasi tanaman cepat dan berkelanjutan, benih atau bibit mudah diperoleh dan mudah ditanam serta dapat ditumpangsarikan dengan tanaman pematang lain. Jenis refugia yang ditanam, sebaiknya dari banyak jenis karena masing-masing hama mempunyai musuh alami sendiri-sendiri. Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia adalah tanaman bunga matahari, tanaman kenikir, bunga seribu bintang, tanaman bunga kertas (zinnia), bunga selasih, bunga celosia dan tanaman kacang panjang. Tumbuhan-tumbuhan ini mempunyai warna yang mencolok dan diminati oleh musuh alami serta serangga lainnya. Tumbuhan kenikir mempunyai warna bunga yang mencolok dan aroma yang menyengat. Hampir semua bagian kenikir mengandung senyawa-senyawa kimia yang mematikan bagi serangga. Pada tanaman selasih, hampir semua bagiannya dapat digunakan sebagai pestisida, karena selasih terutama bunga dan daunnya mengandung senyawa kimia yang berperan sebagai pemikat bagi hama lalat buah. Dan tanaman kacang panjang sangat cocok digunakan untuk usaha konservasi musuh alami. Tanaman kacang panjang ini bisa diambil manfaat secara langsung (kacang dan lembayung) dan secara tidak langsung (sebagai refugia). -Widyastuti Laraswarni-