Loading...

SI COKLAT (Nilaparvata lugens) YANG MENAKUTKAN PETANI DI DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH

SI COKLAT (Nilaparvata lugens) YANG MENAKUTKAN PETANI DI DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH
A. Latar BelakangUpaya untuk meningkatkan hasil produksi, pada tanaman pangan khususnya tanaman padi tidak akan lepas dari pengendalian hama sebagai organisme pengganggu tanaman yang dapat mengurangi kualitas maupun kuantitas hasil panen, oleh itu karena pengamatan yang secara terus menerus mengenai pengendalian hama harus terus dilakukan petani sebagai pelaku usaha dan pelaku utama bersama-sama penyuluh. Hama dan penyakit padi merupakan salah satu cekaman biotik yang menyebabkan senjang hasil antara potensi hasil dan hasil aktual, dan juga menyebabkan produksi tidak stabil. Di Kabupaten Kupang hasil padi rata-rata 3,8 ton/ha, padahal hasil yang bisa dicapai 6,5 ton/ha (BPS. 2015). Luas serangan hama wereng coklat di Desa Mata air Kecamatan Kupang Tengah berkisar 30% dari luas lahan padi sawah 149 ha, diperkirakan akan terjadi penurun produksi padi untuk musim tanam MT II.B. Wereng Coklat (Nilaparvata lugens)Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal) adalah salah satu hama utama tanaman padi yang paling menakutkan petani karena dalam waktu singkat 30% dari luas lahan 149 ha yang ada di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah terserang hama Wereng coklat. Berdasarkan hasil wawancara dengan petani serangan hama wereng coklat kali adalah yang paling besar dan dikuatirkan akan terjadi penurunan hasil produksi padi untuk musim tanam ke II. Wereng coklat merupakan hama tanaman padi yang paling berbahaya dibandingkan dengan hama lainnya. Hal itu disebabkan wereng coklat mempunyai sifat plastis, yaitu mudah beradaptasi pada keadaan atau kondisi lingkungan baru. Disamping itu wereng coklat juga merupakan vektor (penular) virus penyakit kerdil rumput (grassy stunt) dan kerdil hampa (ragged stunt). Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal) adalah serangga penghisap cairan tanaman yang berwarna kecoklatan. Panjang tubuh 2 - 4,4 mm. Berdasarkan pengamatan dilapangan foktor –faktor pendukung meledaknya hama wereng coklat secara mendadak di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah antara lain:1. Kondisi lingkungan cuaca dimana musim kemarau yang panjang2. Ketahanan varietas yang digunakan petani masih diragukan (seperti mapan dan infari 6) tidak tahan terhadap serangan hama wereng coklat4. Keberadaan musuh alami (parasit, predator dan patogen)5 Penggunaan pestisida kurang bijaksana karena tidak memenuhi kaidah 6 tepat (tepat jenis, sasaran, waktu, dosis, cara dan tempat) Pengendalian:1. Cara bercocok Tanam - Tanam serentak dalam satu wilayah, - Pergiliran tanamanPenggunaan varietas tahan- Sanitasi. 2. Pestisida - Menggunakan insektisida secara bijaksana, yaitu pada saat populasi hama sudah mencapai ambang ekonomi- Lebih baik digunakan insektisida butiran (granul) yang sistemik untuk mengurangi terbunuhnya musuh alami- Selesai panen perlu adanya habitat alternatif tempat musuh alami untuk berkembang biak.OlehSarah K. Timba, SP. M.SiBP3K OELNASIKECAMATAN KUPANG TENGAH2017