Bagi petani kota Palangka Raya, membudidayakan aneka jenis sayuran seperti jagung manis, kacang panjang, tomat, cabe, sawi, timun dan lain sebagainya adalah hal yang biasa. Bahkan sayuran yang habitatnya tumbuh di daerah dataran tinggi pun telah berhasil dibudidayakan dan menghasilkan produksi yang cukup membanggakan,seperti bawang merah dan wortel.Akan tetapi,ada satu jenis sayuran yang "cukup berat" untuk dilakukan pembudidayaan oleh petani setempat yakni budidaya jagung hibrida atau jagung pipilan.Walaupun sudah sering kali instansi terkait menawarkan sarana produksi (saprodi), tetap saja para petani selalu menolaknya.Hal ini dapat dimaklumi karena komoditi ini tidak bisa diterima oleh konsumen,seperti jika di panen waktu muda seperti jagung manis,maka dipastikan tidak bisa dijual karena rasanya tidak enak.Begitu juga jika dipanen sampai tua tidak satupun pembeli yang mau membelinya karena harus melalui proses yang memerlukan waktu cukup panjang komoditi ini baru bisa dimakan.Ini berarti bahwa karena pangsa pasar yang belum jelas, maka petani tidak mau mengambil resiko untuk jenis komoditi ini. Namun,seiring dengan berjalannya waktu,kondisi di atas sedikit demi sedikit mengalami perubahan.Adalah kelompok tani (poktan) Oibama Kelurahan Pager Kecamatan Rakumpit telah melakukan terobosan dengan melakukan kerjasama dengan salah satu perusahaan pakan ternak di Kalimantan Selatan."Berapapun banyaknya hasil panen yang dihasilkan, perusahaan ini siap menampungya,"kata Aziz yang juga ketua poktan Oibama.Dengan terbukanya peluang pasar, Azis mengajak para petani disekitarnya untuk mengusahakan komoditi ini.Sebagai gambaran, petani yang tergabung dalam poktan Oibama, telah membudidayakan jagung pipilan dengan luasan 4 ha. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya (25/2/2016),dalam 1 hektar dapat menghasilkan 12 ton jagung pipilan kering. Dengan harga saat ini per kilogram Rp.2.500, maka akan diperoleh pendapatan sebesar Rp.30.000.000,-/ha.Dalam proses perkembangbiakannya, komoditi ini tidak terlalu "manja" dalam mengurusnya bila dibandingkan dengan tanaman yang lain seperti kacang panjang,tomat,cabe dan sebagainya.Melihat keberhasilan poktan ini, animo petani di sekitarnya mulai bergairah.Terbukti dengan cukup banyaknya permintaan akan saprodi jenis ini ke Dinas pertanian, Perkebunan,Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP4KP) Kota Palangka Raya.Selama beberapa tahun, komoditi ini tidak pernah diterima oleh petani."Tahun ini saya cukup bangga karena sudah ada petani yang mau mengembangkannya"kata Ikhwansyah melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) DP4KP Kota Palangka Raya Ir.Hambali. Ke depan dia berharap akan banyak lagi petani yang berminat dalam mengembangkan komoditi ini,sehingga kota ini dapat dikenal sebagai penghasil jagung pipilan di Kalteng atau bahkan di nusantara.(Ical) Syamsurizal.M,S.Pt. Penyuluh Pertanian Muda Dinas Pertanian,Perkebunan,Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya-KALTENG e-mail : rizal.ical03@gmail.com