Siapa yang tak kenal dengan tanaman cabe, tanaman yang merupakan salah satu bumbu masakan di indonesia dan dikenal sejak dulu merupakan salah satu tanaman yang baik dikembangkan didataran rendah hingga dataran tinggi. Seiring dengan tingginya permintaan pasar akan cabe dan prosfek yang sangat menjanjikan, petani di Kecamatan Bojonggambir tidak ketinggalan berlomba-lomba membudidayakannya. Hingga Bulan Desember 2016 di Kecamatan Bojonggambir terdapat kebun cabe dengan luas mencapai 223 Ha yang terpusat di tiga desa, yaitu Desa Wandasari, Desa Kertanegla dan Desa Purwaraharja. Para petani pembudidaya cabe tergabung ke dalam beberapa kelompoktani, sehingga memudahkan manajemen dan pembinaan petani cabe. Jenis cabe yang dibudidayakan adalah cabe besar,cabe keriting dan cabe rawit. Keunggulan dari cabe asal Bojonggambir adalah buah mengkilat , padat dan daya tahan relatif lama, kurang lebih 1 minggu dalam penyimpanan di gudang tetap segar. Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pertanian menjadikan Kecamatan Bojonggambir sebagai salah satu sentral cabe di kabupaten Tasikmalaya, hal itu dibuktikan dengan pemberian bantuan sarana prasarana untuk perluasan areal dan peningkatan produksi cabe serta perlindungan harga bagi petani. Oleh : Tatan Sukmayandi