SI PUTIH ( Pleurotus ostreatus ) POTENSI USAHA KECIL DALAM RUMAH TANGGA
Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya jamur tiram cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Bagian tersulit adalah membuat baglog, media tanam yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur.Nama latin jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya menyerupai kulit tiram. Jamur tiram adalah sumber vitamin B3 (niacin) yang baik bagi tubuh dan mudah ditemukan. Vitamin B3 berperan penting untuk membantu memecah karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan anda agar bisa digunakan sebagai energi, dan bisa juga berfungsi sebagi anti oksidan.Karena manfaat dari jamur tiram bagi tubuh manusia sangat banyak dan iklim yang sesuai untuk perkembangan jamur tiram maka potensi untuk membudidayakannya juga sangat besar karena potensi pasar juga sangat berpeluang.Seperti bapak Mulyono, petani dari desa Ngasinan Kecamatan Padangan Kabupaten Jawa Timur yang sudah membudidayakan jamur tiram putih sejak 6 tahun yang lalu. Bapak Mulyono membudidayakan jamur tiram ini dalam sekala rumah tangga dengan tujuan untuk membantu menambah uang belanja.Rumah jamur milik bapak Mulyono ini seluas 87 m2 yang diisi dengan kurang lebih 5000 baglog, selama 3 bulan rata2 bapak Mulyono setiap harinya bisa memanen 7 – 15 kg jamur tiram segar dengan harga Rp. 17.500,-/kg yang dipasarkan di pasar tradisional terdekat dengan rumahnya.Ternyata bapak Mulyono ini selain membudidayakan jamur yang siap di konsumsi, dia juga memperbanyak baglog jamur tiram sendiri dengan dibantu satu petani setiap minggunya mampu memproduksi baglog sebanyak 900 baglog dengan harga baglog Rp. 2000,- per baglog.Kendala bapak Mulyono pada saat ini adalah apabila cuaca terlalu panas dan akan menjadikan jamur tidak bisa berproduksi secara maksimal.( Oleh ETTY NURDARIYANTI, SP, THL-TBPP Kec. Padangan )