Loading...

SIARAN TELEVISI UNTUK KEGIATAN PENYULUHAN

SIARAN TELEVISI UNTUK KEGIATAN PENYULUHAN
MEDIA MASSA DAN EFEK MEDIA.Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa modern meliputi surat kabar, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum. Pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan elektronik). Setiap media massa secara tipikal melayani kebutuhan yang berbeda. Meskipun seluruh media kemungkinan hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dan relaksasi, akan tetapi salah satu media seperti televisi, mungkin melayani seluruh kebutuhan khalayaknya dalam derajat tertentu. Media massa memiliki fungsi sebagai saluran informasi, saluran pendidikan, dan saluran hiburan, Media massa tidak hanya dapat menambahkan ilmu pengetahuan, namun juga mempengaruhi sikap seseorang, perilaku, bahkan pada tataran yang lebih jauh efek media massa dapat mempengaruhi sistem-sistem sosial maupun sistem budaya masyarakat.Secara umum, media massa dapat memberikan efek kognitif, afektif, dan konatif atau behaviour. Ada juga pembagian efek menjadi dua yakni efek primer (keterdedahan, perhatian, dan pemahaman) dan efek sekunder. Efek sekunder terbagi menjadi perubahan kognitif (pengetahuan dan sikap) dan perubahan perilaku. Ada juga yang menambahkan dimensi efek yang lain yaitu: (1) langsung atau kondisional, (2) spesifik-isi atau umum-menyebar, (3) perubahan atau stabilisasi, (4) kumulatif atau non-kumulatif, (5) jangka pendek atau jangka panjang, (6) mikro atau makro, (7) efek prososial atau antisosial. TELEVISI UNTUK PENYULUHAN Kaitan media massa seperti televisi yang telah dinyatakan dapat mempengaruhi pola pikir, sikap, maupun perilaku, baik kiranya untuk dimanfaatkan sebaik mungkin dalam lingkup penyuluhan. Penyuluhan merupakan sistem pendidikan non-formal untuk mengubah perilaku petani/pembelajar agar sesuai dengan yang dikehendaki atau direncanakan. Tujuannya secara jangka pendek adalah untuk mengubah perilaku petani/pembelajar, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap mentalnya. Sedangkan secara jangka panjang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup petani. Penyuluhan pertanian menitikberatkan pada aspek kegiatan pendidikan pada petani yang dalam praktiknya juga menggunakan cara-cara lainnya seperti peniruan, pembujukan dan lain-lain. Kegiatan penyuluhan biasanya diadakan dalam bentuk diskusi, temu lapang dan sebagainya. Dengan mengambil media massa berupa televisi, kegiatan penyuluhan dapat disiarkan melalui televisi. Sehingga para pemangku kepentingan dengan mudah dapat mengambil manfaat lebih mudah dan efisien. Televisi merupakan salah satu saluran komunikasi yang relatif populer. Penyampaian informasi melalui siaran televisi diduga cukup efektif dalam menambah wawasan serta diduga mampu mempengaruhi sikap khalayak. Dewasa ini televisi boleh dikatakan telah mendominasi hampir semua waktu luang setiap orang. Televisi begitu banyak menyita perhatian tanpa mengenal usia, pekerjaan, dan pendidikan. Hal ini karena televisi memiliki sejumlah kelebihan terutama kemampuannya dalam menyatukan antara fungsi audio dan visual, ditambah dengan kemampuannya dalam memainkan warna. Penonton leluasa menentukan saluran mana yang mereka senangi. Televisi tidak hanya digunakan untuk kepentingan di bidang politik, ekonomi, hiburan, namun juga dapat digunakan sebagai saluran (media) komunikasi pada sistem penyuluhan pertanianMelalui siaran televisi, kegiatan penyuluhan pertanian tidak harus selalu dihadiri secara langsung oleh penyuluh dalam kegiatan penyampaian materi penyuluhan. Dalam hal ini, tentu materi penyuluhan disisipkan pada acara hiburan yang digemari oleh petani atau bisa juga ditampilkan secara utuh sebagai materi penyuluhan pertanian.Peranan televisi dalam kegiatan penyuluhan sebagai fungsi media (media pendidikan) secara umum, adalah sebagai berikut: (a) memperjelas penyajian materi penyuluhan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka), (b) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, (c) penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat pasif petani/pembelajar, dan (d) memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi terhadap isi materi.(Ir. Amirudin Aidin Beng, M.MSumber: 1. Laporan Akhir Pengkajian Komunikasi, Informasi, Edukasi. Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor. 2002 dan dari berbagai sumber lainnya2. Anonim.2009. Dinamika Siaran Televisi Bagi Pencapaian Efektivitas Penyuluhan Pertanian. (https://nendyrizkahalandevi.wordpress.com/, diakses 2015)