Dalam menangani maupun memperlakukanpupuk, baik yang berhubungan denganpenyimpanan atau penggunaannya di lapangan sering terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.Agar hal-hal tersebut tidak terjadi perlu diketahui sifat-sifat umum fisika maupun kimiabahan pupuk tersebut, di antaranya yang paling penting adalah mengenai ukuran baku butir ataukehalusan, indeks garam pupuk, kemasaman dankebasaan setaranya.Kehalusan pupuk, terutama dipersyaratkanbagi pupuk-pupuk alam., khususnya posfatalam, Di negara-negara beriklim dingin dipersyaratkan kahalusan 90 % harus dapat melaluisaringan dengan nomor ayakan 100 mesh. Posfat alam di Indonesia, misalnya posfat alamCirebon, biasanya dipergunakan dengan kehalusan80 % dapat melalui saringan 100 mesh.Ukuran baku kehalusan biasanya dinyatakansebagai nomor mesh (biasanyadisebutkan nomornya saja, misaInya 100, 80, dansebagainya). Nomor mesh pada suatu ayakanatau saringan baku yang menggunakan anyamanpersegi, menunjukkan jumlah benang-benangkawatyang melintang dalam ayakan sepanjang1 inci. Karena ketebalan ukuran kawatnya,ukuran celah (Iobang, aperture) yang senyatanyalebihkecil daripada ukuran meshnya. Ayakandengan nomoryang sama urnumnya mempunyaiukuran celah yang sama, namun tidak selaludemikian.Indeks garam beberapa pupukadalah suatu nilai yangmerupakan suatu ukuran perubahan tekananosmotik yang disebabkan oleh suatu garam(pupuk) di dalam suatu larutan tanah yang disaridari suatu tanah tertentu. Indeks garam suatupupuk dinyatakan dengan tolak ukur natriumnitrat (NaNO3) sebagai bahan baku yang indeksgaramnya diberi nilai 100. Indeks garam inidigunakan untuk mengelompokkan pupuk berdasarkan bahaya yang dapat ditimbulkanakibat pemberian pupuk tersebut, baik yang karena pemberian berkelebihan atau penempatan yang salah. Perhitungan indeks garam campuran yangdiketahui susunan campurannya, dapat dianalogikan atau sejalan dengan perilaku pengaruhsalinitas (kemasinan).. Keasaman dan kebasaan setara pupuk, yang diberikan ke dalam tanahdapat mempengaruhi reaksi atau pH tanah.Pengaruh pupuk pada reaksi tanah tidak dapatdinyatakan berdasarkan rumus senyawanya,karena saat pupuk masuk kedalam tanah akanterjadi perubahan bentuk oleh adanya reaksi kimia di dalam tanah. Hal yang sangat jelasadalah terjadinya oksidasi amonium dansenyawa sejenisnya menjadi asam nitrat,sehingga reaksi tanah akan berubah menjadilebih masam. Penggunaan pupuk nitrogen pada umumnya,jika dilakukan secara terus menerusakan dapat mengasamkan tanah, sehingga dikatakan bahwa pupuk-pupuk jenis inimempunyai reaksi fisiologis masam. Keasaman setara adalah suatu nilai yangbesarnya sarna dengan jumlah bagian beratCaCO3 yang diperlukan untuk menetralkankemasaman yang diakibatkan oleh penggunaan100 bagian berat bahan pupuk tertentu. Sebagai contoh, pupuk amonium sulfat dengan rumuskimia (NH4)2SO4 mempunyai nilai keasamansetara 110. Ini berarti untuk menetralkan kemasaman yang terjadi di dalam tanah akibatpenggunaan 110 kg pupuk amonium sulfat diperlukan 110 kg CaCO3.Di samping itu ada beberapa pupuktertentu yang dapat menyebabkan pH tanahagak meningkat, bereaksi basa atau alkalis. Pupuk yang demikian disebut sebagai pupukbereaksi fisiologis basa dan bersifat menetralkankemasaman tanah. Sifat netralisasinyadinilai sebagai kebasaan setara (equivalent basicity). Kebasaan setara adalah suatu nilai yangbesarnya sama dengan jumlah bagian berat CaCO3 yang sesuai dengan daya penetralankemasaman dari 100 bagian berat bahan pupuktertentu. Misalnya pupuk kalsium sianamida (CaCN2), mempunyai nilai kebasaan setara 63.Ini menunjukkan bahwa 100 kg CaCN2 yang diberikan ke dalam tanah akan setara dengandaya 63 kg CaCO3 dalam menetralkankemasaman tanah.Pupuk-pupuk yang mengandung nitrogenpada umumnya bereaksi fisiologis masam danmempunyai nilai keasaman setara tertentu.Sedangkan pupuk-pupuk yang mengandung alkali tanah biasanya bereaksi fisiologis basa,misalnya kalsium nitrat, natrium nitrat, kalium nitrat, dan dikalsium posfat. Higroskopisitas pupuk, suatu bahan atau senyawa yang mudahmenyerap air dari udara disebut sebagai bahanyang higroskopis. Gaya atau kemampuan untukmenyerap air dari udara disebut higroskopisitas.Apabila kelengasan udara mencapai suatu nilaibatas tertentu, bahan-bahan tertentu yangmudah larut dalam air, akan menyerap air dariudara dan menjadi lembab, kemudian akanmengalami "pencairan" (deliquescence).Dalam pengertian dan penggunaan umum, suatu bahan dikatakan higroskopis apabila bahan itu menunjukkan gejala pengaruh tersebutdi atas pada kondisi kelembaban atmosfer yang biasa (keseharian);jika tidak mengalami pengaruhdapat dianggap tidak higroskopis. Berdasarkan hal ini, maka pupuk yang banyak digunakanuntuk budidaya pertanian yang bersifathigroskopis, mudah menyerap air dari udara,sedikit melarut dan menjadi basah, membentukpasta atau bahkan mencair atau larut sarna sekali. Apabilakemudian diikuti udara panas dankering, bahan tersebut akan kehilangan airnya dan akan menjadi masa yang keras.Keadaan atau sifat fisik pupuk mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap penggunaandan kegunaannya. Apalagi bila pupuknyamenjadi seperti bubur (pasta) atau membatu,sehingga tidak dapat disebar. Pupuk yangmembatu mungkin masih bisa digiling, namun nilai pupuknya kemungkinan sudah menurun.Untuk berbagai macam pupuk yang lamatelah diketahui lengas nisbi udara pada beberapasuhu tertentu saat terjadinya "pencairan" (deliquescence). Dengan demikian pengendalian lengas udara dalam suatu ruangan, misalnyagudang pupuk, dapat dilaksanakan dalamrangka memelihara kemantapan pupuk yangmempunyai sifat higroskopis. Pengendalianlengas udara tersebut, yang termurah dan termudah adalah dengan mengatur ventilasiruangan sebaik-baiknya, atau menggunakanpengendali suhu misalnya AC (air condition) maupun "humidifiler".Hogroskopisitas pupuk tunggal, Pupuk nitrogen (N) pada umumnya cenderungmenyerap air dari uaara lebih besar daripada pupuk posfat (P) dan pupuk kalium(K), tampak pula bahwakalsium nitrat dan arnonium nitrat merupakanbahan yang sangat higroskopis, sedangkanmonokalsium posfat kurang tau tidak higroskopis,terutama ditinjau dari tujuan praktis. Selisih nilai nilai tersebut dengan angka (nilai) 100 disebutangka higroskopisitas (hygroscopicity number). Jadi angka higroskopisitas adalah selisihantara angka 100 dengan angka nilai lengas nisbi udara yang setara dengan larutan jenuhpersenyawaan pada suhu tertentu. Makin tinggiangka higroskopisitasnya makin besar kecenderungan suatu senyawa untuk mengisapair dati udara.Higroskopisitas pupuk campuran, padaumumnya lebih tinggi daripada higroskopisitasmasing-masing pupuk penyusunnya.Untuk mengurangi sifat higroskopis beberapapupuk tertentu dapat diperlukan beberapatindakan pada saat (i) pembuatannya, (ii) pengemasannya, dan (iii) penyimpanan ataupenggudangan sebelum pupuk digunakan dilapangan.Mengubah bentuk tepung menjadi bentukbutiran pada saat pembuatan pupuk biasanyaakan mengurangi pengisapan air dari udara dan menjadikan pupuk te!ap bertahan baik dandalam keadaan mudah disebarkan waktupemupukan. Bila bahan pupukyang higroskopisdibuat bentuk butiran, pada saatyang bersamaanacapkali dilapisi dengan bahan yang tidak ataukurang higroskopis sehingga tidak mudah"mencair" pada udara yang lembab.Pada saat pengemasan, penggunaanbungkus (kantong atau karung) yang tahan airamat penting untuk menjaga senyawa pupukatau pupuk campuran yang higroskopis.Penggunaan kantong atau karung dengan memakai kertas yang dilapisi polietilen, atauseluruhnya memakai polietilen sebagai lapisan dalam akan dapat membantu mencegah teIjadinya kerusakan pupuk. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.Sumber Gambar : http://tatangmanguny.wordpress.com/kasundaan-jaman-baheula/