I. PENDAHULANUsaha dibidang peternakan khususnya sapi sangat dipengaruhi oleh faktor iklim/musim. Pada musim penghujan ketersediaan hijauan melimpah bahkan melebihi kebutuhan. Tetapi sebaliknya pada musim kemarau ketersediaan hijauan terbatas sehingga sering kali terjadi kekurangan hijauan.Silase adalah cara penyimpanan pakan yang mudah dilakukan pada musim penghujan, dalam kondisi segar, dengan keadaan air 60-70 persen, dalam suatu tempat yang disebut Silo dan dalam suasana An aerob.Tujuan Pembuatan Silase :1. Persediaan pakan yang dapat digunakan pada saat kekurangan hijauan / musim kemarau.2. Menampung kelebihan hasil hijauan pakan ternak.3. Mendayagunakan sisa hasil pertanian dan hasil ikutan pertanian lainnya.Keuntungan Silase :1. Pembuatannya memberi kemungkinan untuk menyimpan pakan ternak dalam jumlah besar2. Biaya relatif murah dalam membuat pakan berkualitas baik3. Proses pembuatan bisa dikerjakan setiap saat tanpa tergantung musim. II. Bahan dan Peralatan 2.1 Bahan- Hijauan yang memiliki batang besar, misalnya : rumput gajah, dan tebon jagung- Stater yang memiliki kandungan energi tinggi, misal : tetes bekatul, dan tepung jagung.2.2 Alat - Mesin Chopper untuk mencacah/memotong hijauan- Plastik atau bahan lain yang kedap udara- Silo, dengan variasiTRENCH SILO : menyerupai parit yang memanjang dengan bagian dasar lebih sempit dibanding bagian atasPITCH SILO : berbentuk sumur didalam tanahTOWER SILO : berbentuk menara, menjulang diatas tanah III. Proses Pembuatan1. Hijauan yang akan disilase yaitu : jerami padi segar, pucuk tebu, tebon jagung, rumput gajah sebelum berbunga atau tanaman jagung muda (umur 70-80 hari) ditimbang sesuai kebutuhan.2. Bahan tersebut selanjutnya dipotong / dicacah dengan mesin chopper dengan panjang 3-5 cm.3. Layukan bahan tersebut selama satu hari satu malam supaya kadar airnya menurun hingga 60-70 %4. Memasukkan hijuan ke dalam silo, kemudian dipadatkan dengan diinjak-injak, setiap ketebalan 20 cm ditambahkan starter : - Katul : 4 % dari berat hijauan - Tetes : 14,2 % dari berat hijauanPengisian silo harus dilakukan secepat mungkin, semakin cepat semakin baik5. Setelah penuh, silo ditutup dengan plastik atau bahan yang kedap udara dan tidak rembes air, lalu diberi beban di atasnya dengan menggunakan ban bekas atau karung berisi pasir.Proses pembuatan silase akan berlangsung selama 40 hari setelah penutupan silo. Jangan membuka silo sebelum 40 hari.IV. Kualifikasi Silase a) Baik sekali: bau harum, agak kemanis-manisan, tidak berjamur, tidak menggumpal, berwarna kehijau-hijauan dan PH antara 4 sampai 4,5.b) Baik: bau dan rasa asam, warna hijau dan tekstur kurang jelasc) Sedang: bau tengik, terdapat jamur, tekstur tidak jelasd) Jelek: bau busuk, banyak jamur dan lendir, warna coklat kehitam-hitaman, tekstur rusak.V. Cara Pemberian Silase Guna menjaga kestabilan kualitas gizi silase selama penyimpanan, maka harus diupayakan sedikit mungkin oksigen yang masuk ke dalam Silo. Oleh karena itu ketika membuka dan menutup harus dilakukan secara cepat dan jika selesai ditutup kembali dengan rapat.Silase yang baru dikeluarkan diangin-anginkan dulu sekitar satu jam kemudian diberikan ke ternak.Untuk menghindari mencret atau kembung, sebaiknya sapi diberikan dulu hijauan kering atau jerami sebelum diberi Silase.Pemberian silase dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit agar sapi mampu beradaptasi. Jumlah pemberian disesuaikan dengan berat badan, umumnya antara 10-20 kg /ekor/hari dan jangan lebih dari 60% dari jumlah hijauan yang diberikan.Penulis : Muhromin SPt