Loading...

SILIKA YANG BERHARGA

SILIKA YANG BERHARGA
Silika merupakan unsur kedua terbesar di kerak bumi, dan sebagian besar Si terdapat di dalam tanah. Dengan demikian, semua jaringan perakaran tanaman dalam tanah mengandung Si. Keberadaannya yang universal menyebabkan unsur ini belum banyak mendapat perhatian. Kandungan Si dalam tanah dianggap berlimpah untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Perhatian terhadap unsur Si dimulai pada abad ke-19. Pada tahun 1862, Sachs mengamati peran Si dalam tanaman dengan membandingkan respons tanaman jagung yang diberi perlakuan 0,3% dan 9% Si dalam media tanam hidroponik. Sachs menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pertumbuhan jagung yang diberi 0,3% dan 9% Si. Sejak itu, Si dianggap sebagai unsur hara nonesensial bagi tanaman. Selanjutnya, penelitian peran Si bagi tanaman berkembang, baik dalam aspek fisiologi maupun kesuburan tanah. Peran unsur Si secara fisiologi pertama kali dikemukakan oleh Ohkawa dan Ishibashi (1936-1939). Mereka menyatakan, defisiensi Si menghambat pertumbuhan tanaman padi dan Si mengurangi jumlah gabah hampa. Pengaruh Si sangat penting pada tanaman padi yang dipupuk nitrogen takaran tinggi dimana daunnya menjadi lebih lunak dan rentan terhadap penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa Si berperan dalam menghambat dan mengurangi risiko akibat serangan penyakit. Namun, berbagai temuan tersebut belum diaplikasikan di lapangan karena Si dianggap selalu tersedia di dalam tanah. Si secara konsisten dilepaskan dari mineral tanah melalui proses pelapukan sehingga pemberian Si ke dalam tanah tidak diperlukan. Selain itu, pupuk Si juga belum tersedia saat itu. Pada tahun 1940-an, produksi padi di Jepang menurun drastis yang diduga karena penurunan kesuburan tanah. Selanjutnya diketahui bahwa penurunan hasil tersebut disebabkan oleh defisiensi Si di dalam tanah. Belajar dari hal itu, pupuk Si diberikan secara reguler pada tanah sawah di Jepang dan penelitian Si pun berkembang, termasuk untuk tanaman padi.Saat ini, diketahui bahwa unsur Silika memiliki beberapa manfaat bagi pertumbuhan tanaman, yaitu : Meningkatkan fotosintesis; Melindungi tanaman dari efek kekeringan; Melindungi tanaman dari efek salinitas dan alkalinitas; Melindungi tanaman dari cuaca ekstrim; Mengurangi pengaruh keracunan Mn, Fe, dan Al yang sering terjadi pada tanah-tanah masam dan tanah-tanah berdrainase buruk; Mencegah akumulasi Mn pada daun tebu yang berupa spot-spot hitam; Menguatkan batang sehingga tanaman tahan rebah; Meningkatkan ketersediaan hara P dalam tanah; Mengurangi transpirasi (penguapan pada daun); Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit tanaman; Mampu meningkatkan hasil panen sebanyak 10-20% Cara kerja unsur Si ini pada tanaman terbilang cukup unik. Si terlarut dalam air yang mudah diserap oleh tanaman. Unsur Si tersebut akan dibawa oleh jaringan tanaman ke lapisan sel terluar (epidermis) untuk membentuk lapisan yang keras (cuticle). Ketika sel-sel silika tersebut melapisi seluruh permukaan sel terluar, termasuk dengan bulu-bulu tanaman, maka selain dinding sel sulit ditembus oleh sengat OPT, bulu-bulu tanaman yang telah menjadi lebih keras akan menjadi seperti kawat berduri yang akan menghambat serangan OPT atau bahkan membunuh OPT. Di dalam tanah, utamanya di daerah tropis, dianggap mengandung hara Si berlimpah. Kenyataannya, tanah mengalami pelapukan yang intensif sehingga kehilangan hara termasuk Si yang tinggi. Selain itu, walaupun kandungan total Si dalam tanah mineral sangat tinggi (±50%), namun ketersediaannya bagi tanaman sering kali sangat rendah. Sebab, tingkat ketersediaan hara Si bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu tanah, potensial redoks (Eh), pH atau keasaman tanah, dan konsentrasi Si dalam larutan tanah. Oleh karena itu, ketersediaan Si pada tanah sawah tidak berkorelasi positif dengan kandungan total Si di dalam tanah. (banyaknya kandungan Si di dalam tanah tidak berarti unsur tersebut otomatis dapat diserap akar tanaman). Dari ciri-ciri tanaman yang tumbuh di suatu area dapat dideteksi apakah kandungan Si yang tersedia bagi tanaman sudah mencukupi atau belum. Berikut lima tanda tanaman yang kekurangan unsur Si yang tersedia : Daun tanaman lemah terkulai, tidak efektif menangkap sinar matahari, sehingga produktivitas tanaman rendah/tidak optimal; Penguapan air dari permukaan daun dan batang tanaman dipercepat, sehingga tanaman mudah layu atau peka terhadap kekeringan; Daun dan batang menjadi peka terhadap serangan penyakit dan hama; Tanaman mudah rebah; Kualitas gabah (padi) berkurang karena mudah terkena hama dan penyakit. Pada daerah yang kekurangan unsur Si tersedia, pemberian tambahan dapat dilakukan dengan cara alami atau dengan pupuk Si buatan pabrik. Secara alami, unsur Si dapat diperoleh dari jerami dan sekam. Dengan melakukan pelapukan jerami menggunakan dekomposer, maka kandungan Si tersedia akan mencukupi. Juga membusukkan sekam padi di lahan pun dapat dilakukan untuk menambah unsur Si tersedia. Cara lain dengan menambahkan unsur Si pabrikan dengan cara diseprot atau ditabur, tergantung dari bentuk fiisk unsur Si tersebut. Untuk yang berbentuk cair, sebaiknya dengan cara disprot. Jika berbentuk granul atau tepung, unsur Si dapat ditaburkan di lahan seminggu setelah tanam. Sumber : http://pustaka.litbang.pertanian.go.id/publikasi /wr323109.pdf Sudarma, I Made. 2013. Penyakit Tanaman Padi (Oryza sativa L). Graha Ilmu, Yogyakarta. http://8villages.com/full/petani/article/id/589a8e023d0467237e776b5b https://plus.google.com/114930222964068765521/posts/QE7KaT735X5 http://www.nutani.com/manfaat-pupuk-silika-dalam-menaikan-panen-tanaman-padi.html Dirangkum oleh : Marcella Wayan K.R., SP (PP Muda)