Loading...

Sinergi antara para penyuluh pertanian dengan para prajurit TNI khususnya yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa

Sinergi antara para penyuluh pertanian dengan para prajurit TNI khususnya yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa
Hari ini (Kamis pon, 3-5-2018) Sejak di launchingnya program kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Markas Besar TNI AD dalam rangka mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional, implementasi di semua tingkatan dan level terus di pacu. Sinergi antara para penyuluh pertanian dengan para prajurit TNI khususnya yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) semakin terlihat nyata di lapangan. Gerakan Menanam Padi, Jagung dan kedelai atau yang lebih dikenal dengan nama Gema Pajale, terus digerakkan di seluruh pelosok negeri, tidak terkecuali di kecamatan benua lima kabupaten Barito Timur atau yang lebih dikenal sebagai GUMI JARI JANANG KALALAWAH. Wilayah yang memang luas lahan sawahnya sangat terbatas ini, tentu sangat berkepentingan dengan program peningkatan swasembada pangan khususnya swasembada beras. saat iniSebenarnya upaya peningkatan produktifitas padi di kecamatan benua lima ini sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu, penerapan Pola Tanam Terpadu dengan sistem tanam Jajar Legowo, sudah dimulai sejak tahun 2011 yang lalu namun masih dengan luasan lahan yang terbatas karena masih bersifat uji coba. Merubah pola tanam konvensional ke pola tanam jajar legowo serta penggunaan varietas unggul dataran tinggi, bukanlah hal yang mudah, karena para petani sudah terbiasa dengan pola lama dan hanya menjadikan padi sebagai komoditi pilihan. Komoditi utama karet yang selama ini menjadi andalan para petani, membuat budidaya padi seperti kurang mendapat perhatian, karena menurut para petani, usaha tani padi dianggap kurang menguntungkan bagi petani. Tapi tuntutan kebutuhan pangan yang semakin meningkat seiring dengan terus tumbuh dan berkembangnya jumlah penduduk, mau tidak mau akhirnya "memaksa" semua pihak untuk bersinergi meningkatkan produktifitas padi di kecamatan Benua Lima kabupaten Barito Timur . Semangat para penyuluh yang nyaris mengalami penurunan, kemudian kembali meningkat dengan adanya "suntikan amunisi" baru. Bergabungnya para prajurit TNI dengan para penyuluh untuk membina dan memerikan penyuluhan kepada petani mulai menampakkan hasilnya. Apalagi beberapa waktu yang lalu telah digelar pelatihan teknis usaha tani padi, jagung dan kedele bagi para prajurit TNI AD itu, sehingga sekarang mereka tidak canggung lagi untuk memberikan penyuluhan pertanian kepada para petani. Peningkatan skill para prajurit di bidang pertanian, membuat peran ganda mereka semakin nyata, selain tugas pokoknya sebagai pengemban tugas pertahanan dan keamanan Negara, kini mereka juga siap untuk mengemban "tugas baru" yaitu menjaga ketahanan pangan dan keamanan pangan. PEWARTA LUKMANUL CHAKIM PP. MUDA BARTIM KALTENG lukman23son@gmail.com